fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1612497225174

SitindaonNews.Com | Maskapai Garuda Indonesia mengangkut produk ekspor pertanian Buah Segar Indonesia  dari Padang, berupa 33 ton komoditas buah Manggis ke Guangzhou, China.

Pengangkutan produk ekspor tersebut dilayani dengan penerbangan charter khusus rute Padang - Guangzhou pada, Rabu (3/2), melalui penerbangan GA 8960 yang dioperasikan oleh armada A330-300 dengan daya angkut mencapai 40 ton pada setiap penerbangannya.

Penerbangan charter kargo tersebut, diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional Minangkabau, pada pukul 09.05 waktu setempat dan tiba pada pukul 14.45 waktu setempat di Guangzhou, China.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pengangkutan ekspor manggis dari Padang menuju Guangzhou tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dalam penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan dalam memfasilitasi peningkatan daya saing produk ekspor nasional khususnya hasil pertanian masyarakat lokal.

BUAH SEGAR INDONESIA - BUGARINDO FRESH

FB IMG 1612496272074

"Melalui penerbangan ini, kami harapkan dapat menyediakan layanan penerbangan langsung dengan waktu pengiriman yang lebih singkat tanpa transit, sehingga kualitas dan kesegaran produk menjadi lebih terjaga serta dengan cost logistik yang lebih kompetitif sehingga kedepannya kami harapkan dapat meningkatkan geliat ekspor produk produk unggulan Indonesia," ujar Irfan dalam keterangannya, Jumat (5/2/2021).

Seiring dengan peningkatan tren kebutuhan pengangkutan kargo yang terus tumbuh, Garuda Indonesia terus memperkuat pengembangan lini bisnis sektor kargo.

Selain memaksimalkan pengiriman kargo melalui pemanfaatan kompartemen penumpang, Garuda Indonesia sebelumya juga mengoptimalisasi jaringan penerbangan kargo dalam mendukung aktivitas direct call komoditas ekspor unggulan nasional di Indonesia Timur.

Salah satunya, membuka penerbangan khusus kargo Makassar – Singapura, Denpasar – Hongkong dan Manado – Narita yang dilayani sebanyak 1 kali per minggu dengan armada Airbus A330

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1610186458493

AkuAntar dan AkuPay

Awal tahun 2021 PT. AkuAntar Cepat Selalu anak perusahaan PT. Sitindaon Media Sakti Group meluncurkan produk baru di bidang transportasi publik dan ekspedisi dengan nama @AkuAntar serta dompet digital @AkuPay.

Yang memiliki kendaraan semua jenis dapat bergabung atau mendaftar menjadi mitra @AkuAntar

Selain itu juga untuk memudahkan pembayaran semua transaksi dapat dilakukan dengan @AkuPay.

@AkuAntar dan @AkuPay dapat di download melalui aplikasi playstore yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200913 133206 002Lapak pedagang di tangga dan pintu utama gedung Pusat Pasar Medan

SitindaonNews.Com | Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) Mendukung Calon Walikota Medan Yang Peduli Dengan Pedagang Tradisional Kota Medan.

Pemilihan Walikota/Wakil Walikota Medan akan diselenggarakan dalam Pilkada serentak bulan Desember mendatang.

Ada dua pasangan calon Walikota/Wakil, yaitu pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman dan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarizi.

Bagi puluhan ribu pedagang pasar tradisional beserta keluarganya di kota Medan calon pemimpin kota Medan ke depan diharapkan pemimpin yang benar-benar dan sungguh-sungguh memperhatikan nasib para pedagang tradisional di kota Medan ini yang sudah semakin tersingkir dan tidak mendapatkan perhatian yg serius dari pemerintah setempat.

Khususnya Pusat Pasar Medan sebagai pacar tradisional terbesar di Sumatera Utara terlihat seperti kurang terurus. Bangunan pasar kurang perawatan, gedung kusam, kondisi lingkungan yang tidak nyaman membuat pengunjung enggan belanja, ke pasar ini, pedagang liar bebas berjualan di pintu dan tangga utama gedung tersebut.

Penasehat Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara Unit Pusat Pasar Medan, Alfarizi dan bendahara Mikhael Simarmata mengeluhkan omzet pedagang di pasar ini jauh berkurang, banyak pedagang akhirnya menutup usahanya dikarenakan sepinya pengunjung yang berbelanja ke pasar ini. Beliau mengharapkan calon pemimpin kota Medan kedepan benar-benar memperhatikan kondisi di Pusat Pasar Medan ini agar Pusat Pasar Medan dapat berjaya kembali seperti beberapa tahun lalu sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pergerakan ekonomi di Kota Medan dan Sumatera Utara ini.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200918 162549

300 Boks Benih Lobster Senilai Miliaran Rupiah Ditahan di Bandara Soetta

Kasus penyelundupan benih lobster ilegal senilai miliaran rupiah kembali terjadi di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah lama tak terdengar karena pandemi Covid-19, petugas Bea dan Cukai melakukan penahanan terhadap ratusan boks paket kiriman berisi benih lobster di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (15/9/2020) malam.

Penahanan dilakukan karena jumlah benih lobster berbeda dengan jumlah yang tertera pada dokumen ekspor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada 300 boks berisi benih lobster sedianya akan diekspor ke Vietman menggunakan pesawat Cathay Pacific CX798.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam akun twitternya @susipudjiastuti meminta 300 boks benih lobster tersebut dikembalikan kelaut untuk masa depan anak cucu bangsa khususnya para nelayan tradisional.

Berikut selengkapnya utasan cuitan twitter Susi Pudjiastuti:

"Mereka tidak pernah lagi bisa panen lobster yg besar .. karena habis"

"Betapa besar nilai SDA yg seharusnya menjadi milik Masa depan bangsa ini/ para nelayan dan juga future value ekonomi bangsa yg diambil untk diberikan kepada ekonomi bangsa lain. 300 box itu min 5 sd 6 jt ekor bibit. Akan jadi berapa ribu ton lobster bila besar nanti 😰😰😰😰😰😰"

"Masih adakah kewarasan akal, kesehatan pikir, rasa welas asih kita manusia ... Lobster besar tidak ada yg bisa dipanen, ikanpun tidak dapat lagi karena laut terang benderang setiap malam. Pancing, jating ikan tidak dapat apa2 lagi, cahaya terang telah menjauhkan ikan2 dr nelayan"

"Bapak2 kembalikan bibit2 Lobster ke Lautan, biarkan mereka besar untuk betanak pianak. Sebagian nanti besar bisa diambil para nelayan untk dijual. Sebagian terus betanak pianak. Untk fipanen snak cucu kita. Kembalikan bibit2 ini ke laut πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™"

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 114269124 ventilatorBareskrim Polri menangkap tiga pelaku penipuan terkait penjualan ventilator dan monitor Covid-19 dengan nilai kerugian korban sekitar Rp 58,83 miliar.

SitindaonNews.Com | Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, para pelaku beraksi dengan modus meretas e-mail atau disebut business e-mail compromise.

β€œDengan cara mem-bypass komunikasi e-mailantara perusahaan Italia, dalam hal ini Althea Italy S.p.A dengan perusahaan China, Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics,” kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Ia mengatakan, modus tersebut sedang didalami oleh penyidik Bareskrim.

Kasus ini bermula dari kontrak jual-beli antara perusahaan Althea Italy dan perusahaan di  Shenzhen terkait pengadaan ventilator dan monitor Covid-19.

Pembayaran pun telah dilakukan beberapa kali.

Lalu, peretasan diduga terjadi sehingga perusahaan Althea Italy menerima e-mail dari orang yang mengaku sebagai general manager perusahaan Shenzhen.

Melalui e-mail tersebut, diinformasikan adanya perubahan rekening penerima pembayaran alat kesehatan tersebut menjadi rekening pada bank di Indonesia.

Setelah tiga kali melakukan transfer, barang yang telah dibayar tidak kunjung diterima perusahaan Althea Italy.

β€œTerjadi 3 kali transfer ke rekening dengan dengan total kurang lebih 3.672.146 euro atau setara kurang lebih Rp 58,831 miliar,” ujar Listyo.

 

Dari kasus tersebut, polisi meringkus tiga pelaku yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) di Padang, Sumatera Barat, Jakarta, serta Bogor.

Ketiganya diduga berperan menyiapkan keperluan administrasi untuk membentuk perusahan di Indonesia yang menyerupai Shenzhen.

Tersangka SB berperan membuat perusahaan fiktif, menjabat direktur CV Shenzhen Mindray Bio Medical Electronics, direktur CV Mageba Shanghai Bridge, direktur CV Zed Trading DMCC, membuka rekening penampung, serta mentransfer uang hasil kejahatan ke rekening penampung.

Kemudian, tersangka R berperan dengan menjabat selaku komisaris CV Shenzhen serta membantu membuat rekening CV Shenzhen.

Tersangka TP disebut membuat surat pengajukan pembukaan blokir rekening serta melengkapi administrasi lainnnya.

Sementara itu, polisi masih memburu warga negara Nigeria berinisial DM yang diduga menjadi otak dari tindak pidana ini.

Polisi pun menyita uang dari rekening penampungan sebesar Rp 56,1 miliar serta mobil dan tanah yang dibeli pelaku dengan uang hasil kejahatan.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 KUHP atau Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 Ayat (1) UU ITE jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 dan/atau Pasal 10 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ketiganya terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault