SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Trending News (723)
  • Tarombo Marga Sitindaon (48)
    • Sukacita & Dukacita (12)
  • Politik & Opini (307)
  • Ekonomi & Bisnis (301)
  • Lifestyle & Health (366)
  • Tekno & Sains (70)
  • Entertaintment (65)
    • Games (0)
  • Food & Travel (95)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (135)
    • Jansen Sitindaon (31)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (29)
  • Mimbar HKBP (0)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (21)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media
    • Games

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Hukum & Kriminal
  4. RI Juara 2 Negara Penipuan Tertinggi di Dunia, Warganya Paling Tak Aman

Search

Details
Category: Hukum & Kriminal
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
17.Feb
Hits: 40

RI Juara 2 Negara Penipuan Tertinggi di Dunia, Warganya Paling Tak Aman

Foto: Infografis/ Peta Baru Sumber Kejahatan Siber Dunia, Ini Daftar Negaranya/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia kembali menjadi sorotan global. Dalam Global Fraud Index 2025, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat perlindungan penipuan (fraud) terendah kedua di dunia sepanjang 2025.

Mayoritas kasus penipuan di Tanah Air didominasi modus social engineering atau rekayasa sosial. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Teguh Arifiyadi.

Teguh menyebut lebih dari 70% kasus penipuan yang terdata berkaitan dengan social engineering. Berdasarkan definisi resmi OJK, social engineering merupakan kejahatan yang memanipulasi kondisi psikologis korban sehingga tanpa disadari korban memberikan akses atau informasi penting, yang berujung pada pengurasan rekening.

Ia menekankan bahwa literasi digital tetap menjadi kunci, meski penipuan tidak selalu berkaitan dengan tingkat pendidikan. "Kadang-kadang tidak berkaitan dengan tingkat pendidikan. Bisa jadi profesor, dokter, banyak yang kena juga. Ini bicara soal kebiasaan," ujar Teguh di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Selain menanggapi posisi Indonesia dalam daftar tersebut, Teguh menyebut pemerintah tengah memperkuat langkah pencegahan lintas sektor.

"Kita sudah mengetahui bahwa kita sebagai negara dengan tingkat penipuan terbesar kedua di dunia. Dari sisi internal pemerintah, kami sedang mengupayakan untuk mengkonsolidasikan semua jalur atau upaya pencegahan dari masing-masing sektor," katanya.

Menurut Teguh, konsolidasi dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai sistem dan inisiatif yang sudah berjalan. Ia mencontohkan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan sistem IGC, layanan pencegahan milik Komdigi, dukungan aparat Polri, hingga peran sektor swasta.

"Itu sedang kita upayakan untuk mengkonsolidasi. Ke depan, kampanye pencegahan akan dibuat lebih terstruktur dan melibatkan lebih banyak kerja sama dengan pihak swasta," katanya.

Selain konsolidasi, Teguh menekankan pentingnya penguatan regulasi sebagai fondasi utama menekan angka penipuan. Fokusnya antara lain pada verifikasi nomor seluler, verifikasi pengguna tanda tangan digital, serta verifikasi pengguna layanan pemerintah.

"Ekosistem yang bagus itu ketika verifikasinya dilakukan dengan baik," tegasnya.

Sebagai catatan, Global Fraud Index mengukur ketahanan terhadap penipuan di 112 negara berdasarkan empat pilar utama, yakni aktivitas fraud, akses terhadap sumber daya, intervensi pemerintah, dan kesehatan ekonomi.

Dalam survei tersebut, lima negara dengan perlindungan fraud terbaik adalah Luxembourg, Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Belanda. Sementara itu, negara dengan perlindungan terendah ditempati Pakistan (peringkat 112), Indonesia (111), Nigeria (110), India (109), dan Tanzania (108). 

Sumber: CNBC Indonesia  cnbcindonesia.com

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Warga RI Kena Tipu Ratusan Juta, Awas Modus Penipuan Berkedok Coretax Prev Next article: Membongkar Praktik Licik Bea Cukai Mengumpulkan Pundi Rupiah Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • Trending News
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar HKBP
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link