fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20210715 102913

Rakyat Yang Kelaparan Kemana Harus Mengadu?

SitindaonNews.Com | Barusan teman saya di Jakarta WA dan telp. dgn suara berat serak ter-putus², katanya beras sudah habis, token listrik sudah tit tit tit, kuota internet tipis, dompet dan tabungan kosong. Yang ada barang pakaian dagangan tapi gak bisa keluar rumah jualan karena jalanan ditutup..

Makanan tidak ada, uang tidak ada, keluar rumah tidak bisa, dagang tidak bisa bantuan atau bansos tidak ada, bisa² 1 minggu lagi mati kelaparan.
Kawan tersebut minta tolong pinjamin uang, sayangnya gak bisa bantu karena keuangan juga tipis, usaha sudah lama tutup.

Sementara itu presiden bilang jangan biarkan rakyat kelaparan, bansos triliunan entah kemana, belum lagi bantuan lainnya, yang diatas semakin kenyang dan buncit perutnya sementara yang dibawah semakin kempes badannya tinggal hitung hari berangkat selamanya.

#RakyatLaparKemanaHarusMengadu?

*ZA Sitindaon*

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20210709 141423

Bapak presiden @jokowi yg saya hormati,

Tes seorang pemimpin adalah pada masa krisis. Kita sdg menghadapi multi krisis dan belum tampak tanda mereda.

Pandemi makin mengganas, ekonomi merosot, penegakan hukum gagal, fiskal terancam bangkrut, rakyat kecil menderita.

Sementara itu..….bapak dikelilingi oleh staf yg tdk kompeten, oligarki yg rakus, politisi korup dan sdh mulai kampanye pilpres,

KPK dan hukum yg gembos, komunikasi yg buruk, buzzer yg menjerumuskan,dll.

Satu2nya jalan harus ada keberanian bersikap tegas dan membersihkan lingkungan bapak yg sakit

Bila bapak bersikap tegas dan jelas, insyaAllah seluruh rakyat akan berada dibelakang bapak.

Bapak tidak dipilih oleh partai tapi oleh rakyat.Bapak bukan petugas partai.Sumber kekuasaan bapak dari rakyat. Bukan partai.

Hanya dgn itu kita semua akan keluar selamat dari krisis ini.

Symber: Akun Twiter @AT_Abdillah Toha

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Negeri yang menjajah bangsanya sendiri.

Apapun bentuknya, sembako dan sekolah dikenakan PPN itu adalah bentuk penindasan dan penjajahan atas bangsa sendiri, rakyat miskin jika kepingin dan beli beras premiun atau belajar/kuliah di sekolah/PT tertentu harus bayar PPN, ini adalah upaya membuat yg miskin tetap miskin dan bodoh agar bisa terus diperas dan ditindas.

PPN sembako dan pendidikan akan menambah ruang baru untuk para koruptor, ingat kasus Gayus Tambunan..

Jangan² yg dikorupsi oleh tikus² perangkat desa hingga pusat, PNS dan non PNS, aparat, pejabat dan para politikus jauh lebih banyak dari target PPN sembako dan pendidikan..

Jika kalian benar² berjuang untuk rakyat dan ingin Indonesia maju, daripada memikirkan PPN sembako dan pendidikan lebih baik kalian buat UU hukum mati semua koruptor tanpa kecuali dan sita semua sampai habis harta istri suami anak menantu cucu cicit koruptor biar melarat jadi gelandangan 10 turunan.

Zul Abrum Sitindaon

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210616 154719

"Ahok"

Ketika dulu jadi Gubernur banyak yang benci karena begitu kerasnya menegakkan clean goverment, maka dengan alasan penghinaan Al Qur'an ia didemo habis habisan, diadili dan dipenjarakan, usai keputusan sidang ia bersumpah dan mau tidak mau kita saksikan bersama sumpah itu terbukti bertuah.

Saat ini jadi Presiden Komisaris Pertamina dibenci juga karena mengurangi fasilitas kartu kridit untuk para pejabat tingginya demi effisiensi anggaran.

Orang ini tampaknya dimanapun tempat dan posisinya selalu dibenci, tapi baik untuk negara.

(Maman Ali Haedar)   https://www.facebook.com/100000484892065/posts/6346078835418217/

Kartu Kredit Pejabat Pertamina Dihapus, Ahok: Pemakaian Tak Tepat Sasaran

Fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi, komisaris, hingga manajer PT Pertamina (Persero) dihapus. Hal ini diungkapkan oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Kebijakan ini menjadi salah satu yang dibicarakan dalam rapat umum pemegang saham alias RUPS Pertamina kemarin. Apa yang melatarbelakangi penghapusan fasilitas kartu kredit ini?

Ahok menjelaskan fasilitas kartu kredit ini memiliki potensi penyalahgunaan yang besar. Dia menyebut pemakaiannya bisa tidak tepat sasaran. Di sisi lain, fasilitas ini menurutnya tak memiliki dampak untuk memajukan kinerja perusahaan.

"Kontrol dari kemungkinan pemakaian yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan," ungkap Ahok ketika dihubungi detikcom, Selasa (15/6/2021).

Bahkan, perusahaan besar lainnya, Astra disebutnya tidak pernah memiliki fasilitas semacam ini. Yang jelas, Ahok menegaskan pihaknya saat ini ingin merapikan semua pengeluaran, jangan sampai ada pemborosan.

"Swasta model Astra aja tidak pernah diberikan kartu korporasi. Semua sedang dirapikan pengeluaran uang," kata Ahok.

Sejak RUPS kemarin, Ahok menegaskan program kartu kredit khusus untuk pejabat Pertamina dilarang.

"Kemarin saya sudah sampaikan di RUPS. 'Mulai hari ini tidak boleh makai kartu kredit perusahaan lagi', segera ditutup dan kembalikan," tegas Ahok.

https://finance.detik.com/energi/d-5606952/kartu-kredit-pejabat-pertamina-dihapus-ahok-pemakaian-tak-tepat-sasaran

Mantan komisaris beberapa BUMN, Said Didu salah seorang pembenci berat Ahok, selengkapnya baca link berikut ini apa kata Said Didu soal Ahok.

Ahok Cabut Fasilitas Kartu Kredit Bos Pertamina, Said Didu: Cari Popularitas

https://finance-detik-com.cdn.ampproject.org/v/s/finance.detik.com/moneter/d-5608220/ahok-cabut-fasilitas-kartu-kredit-bos-pertamina-said-didu-cari-popularitas/amp?

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210523 092133

SitindaonNews.Com | Indonesia telah memasuki 23 tahun Reformasi pada 21 Mei 2021. Setelah peristiwa Reformasi 1998, nama Amien Rais lekat dengan sebutan Bapak Reformasi. 

Sejumlah aktivis reformasi 1998, yang menamakan diri mereka Barikade 98, menyebut Amien Rais tidak pantas menyandang sebutan tersebut. Ketua Umum Barikade 98 Benny Rhamdani mempertanyakan sebutan atau gelar Bapak Reformasi yang disematkan kepada Amien Rais. 

"Kita ingin bertanya kepada Amien Rais, ketika anda disebut sebagai Bapak Reformasi atau Tokoh Reformasi, siapa yang memberi label katokohan itu kepada anda?" Kata Benny dalam keterangannya yang dikutip Sabtu 22 Mei 2021

Benny menegaskan, pada saat aktivis 98 berjuang menumbangkan rezim Orde Baru dan Presiden Soeharto, tidak pernah merasa bahwa Amien Rais bersama-sama dengan perjuangan aktivis 98 saat itu. Bahkan Benny menyebut Amien Rais penumpang gelap reformasi.

"Karena toh aktivis 98 tidak pernah merasa dalam perjuangan 23 tahun lalu Amien Rais berada bersama-sama kami, kecuali dia hanya sebagai penumpang gelap dari gerakan reformasi itu sendiri," ujarnya. 

Dikatakannya, Amien Rais tidak pernah menjadi bagian dari gerakan 98. Bahwa Amien pernah muncul tanpa diundang ketika mahasiswa saat itu melakukan pendudukan DPR, dan pernah terlibat dalam pertemuan dengan kelompoknya, dan bukan kegiatan mahasiswa, itu adalah urusan Amien Rais sendiri. 

"Aktivis 98 tidak pernah memberikan gelar kepada Amien Rais. Karena itu meminta Amien Rais untuk tidak lagi menggunakan gelar tersebut," ujarnya.

Sumber: www.viva.co.id

0
0
0
s2sdefault