Search
- Details
- Category: Hukum & Kriminal
- By ZA Sitindaon
- Hits: 9
Pelarian Bupati Pekalongan Berakhir Saat Charge Mobil Listrik, Hasil Korupsi Capai Rp 40 Miliar!
TERTANGKAP SAAT CHARGE MOBIL LISTRIK: Pelarian Bupati Pekalongan Berakhir di SPKLU, Hasil Korupsi Capai 40 Miliar!
Drama penangkapan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (FAR), nyaris membuat tim KPK gigit jari! Sempat hampir kehilangan jejak di Semarang pada Selasa (3/3) malam, pelarian sang Bupati justru terhenti gara-gara hal sepele: Mobil listriknya kehabisan daya.
KPK berhasil menciduk FAR saat ia sedang asyik mengisi daya mobilnya di SPKLU. "Ini semacam keberuntungan, ketemunya pas mobil lagi di-charge," ungkap Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu.
Gurita Bisnis "Perusahaan Ibu"
Bukan sekadar korupsi biasa, FAR diduga membangun dinasti proyek melalui PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) yang dikelola suami (Anggota DPR RI) dan anaknya (Anggota DPRD). Modusnya? Memaksa 17 dinas, 3 RSUD, hingga kecamatan untuk memenangkan perusahaan milik keluarga ini meski ada tawaran lain yang lebih murah!
Fakta Miris di Balik Kasus:
Nilai Fantastis: Dari total transaksi Rp46 Miliar, hanya Rp22 Miliar yang dipakai bayar gaji pegawai outsourcing. Sisanya? Rp19 Miliar mengalir deras ke kantong pribadi Bupati, suami, dan anak-anaknya.
Grup WA "Belanja RSUD": Uang panas ini diduga didistribusikan melalui instruksi di grup WhatsApp khusus. Setiap setoran ke Bupati wajib difoto dan dilaporkan!
Kerugian Negara: KPK menyebut uang korupsi FAR setara dengan membangun 400 rumah layak huni atau 50 KM jalan rusak.
Kini, sang Bupati resmi mendekam di Rutan KPK. Alasan "mantan pedangdut yang tidak paham aturan" pun mental di depan hukum. Ternyata, di balik gaya hidup mewah dan mobil listriknya, ada hak ribuan pekerja outsourcing yang diduga disunat demi memperkaya dinasti keluarga.
Bagaimana menurut Anda? Apakah hukuman maksimal pantas diberikan untuk pemimpin yang memotong gaji rakyat demi kemewahan keluarga?
Sumber: Koran Bali Expres