fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200209 110730

SitindaonNews.Com | Pemerintah akan membahas nasib eks WNI yang teridentifikasi merupakan mantan teroris lintas batas di Timur Tengah. Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, masalah pemulangan eks WNI anggota ISIS ini pun akan dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas.

 

Menurut Kiai Said semua negara yang terdapat warganya bergabung dengan ISIS juga telah menolak kembalinya eks ISIS ke negaranya masing-masing. Said juga mengatakan tak perlu beramah-ramah terkait pemulangan eks ISIS mengingat kejahatan yang telah dilakukan.

"Semuanya, pada prinsipnya yang sudah meninggal kewarganegaraan dengan kemauan sendiri, ngapain. Semua negara yang warga negaranya berangkat ke ISIS semua ditolak pulang. Saudi menolak warga negaranya, Pakistan juga menolak. Mereka pembunuh, pembantai, pemerkosa ngapain diramahin," katanya.

Jika sampai pemerintah menfasilitasi pemulangan anggota ISIS kembali ke Indonesia, ini sangat mencederai dan menyakitkan bagi para korban dan keluarga korban kekejaman para teroris ini, sementara para korban kekejaman teroris ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Berikut ini ungkapan rasa marah keluarga korban teroris atas rencana pemerintah untuk memulangkan eks WNI anggota ISIS kembali ke Indonesia.

"Jeritan Hati Ibu Trinity Korban Bom Samarinda

Trinity sampai saat ini masih harus menjalani perobatan di Guangzhou - China.

Dia sampai meninggalkan sekolahnya, gara gara perbuatan teroris biadab yang telah melempar bom di Gereja Sengkotek pada tanggal 13 November 2016, tiga tahun yang lalu.

Tidak tahu entah berapa kali lagi operasi untuk mengembalikan fungsi tangan dan jemarinya.

Jari tangan kanan - kiri semuanya harus di operasi entah berapa kali lagi.

Jari kanan nya tidak bisa di buka dengan normal, karena kulit nya rusak terbakar.

Jari kelingking nya sebelah kanan masih tertekuk tidak bisa lurus dan itu juga masih perlu harus di operasi.

Dan jemari tangan kirinya sudah 6 kali di operasi di China itupun juga belum bisa berfungsi. Tangan kirinya tidak punya kekuatan karena fungsi Syraf tanganya jadi lemah tidak kuat.

Dan jari tangan kirinya ini masih perlu operasi beberapa kali lagi supaya bisa di fungsikan..

Dan itupun hanya bisa maksimal 85 persen aja kata dokter.

Sebenarnya saya tidak ingi menuliskan kondisi gadis keciku ini, karena membuatku berurai air mata, sedih banget ya😭😭😭😭😭😭

Belum lagi pemerintah yang tidak mau peduli dan tidak mau membantu biaya pengobatan sejak berobat di China.

Untunglah ada banyak orang2 yang bermurah hati yang menjadi Malaikat penolong bagi Trinity.

Dan sampai saat ini biaya operasi dan semua biaya perobatan rumah Sakit, teraphy dan lainnya di bantu oleh Ito Birgaldo Sinaga dan sahabat2 seperuangannya.

Hal inilah yang membuat hati saya marah dan dongkol mendengar rencana pemulangan combatan ISIS ke Indonesia.😠😠"

##tolakISIS

Sarina Gultom
Ibu Kandung Trinity

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2466218796924251&id=1820404924838978

Sebelumnya, Polri mengatakan sudah mendapat informasi dari Menag Fachrul Razi soal rencana pemulangan 600 WNI eks ISIS di Timur Tengah. Polri akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keberadaan para WNI itu.

"Sebagaimana diinformasikan Menteri Agama (Fachrul Razi), ada 3 poin penting terkait itu, pertama kita masih koordinasi dengan pemerintah dimana warga negara eks ISIS ini berasal, maksudnya yang masih di negara Syria, Turki, dan Irak. Kita masih koordinasi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020).


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh