fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1646609819042

SELAMAT PAGI INDONESIA ! M E R D E K A !!

Saya ingin membuka tabir yang menyakitkan. Namun hal ini harus dibaca dengan pikiran jernih dan jangan dimasukan dihati. Tapi dilihat dengan pandangan yang netral, tanpa emosi, dan pikiran waras tanpa menduga adanya udang dibalik batu dipihak saya.

Saya adalah orang yang sangat mengidolakan Amerika Serikat Karena kemajuan dan kehebatan teknologi nya, dan Amerika yang demokratis dan dan prajuritnya yang berani diseluruh dunia, dimana rakyatnya bahkan juga berani menyerbu gedung Parlemen atas dasar DEMOKRASI. (Sama seperti kita di Indonesia).

Sebetulnya saya juga was was menulis banyak mengenai RUSIA-UKRAINA-NATO-AMERIKA SERIKAT. Tetapi saya sangat ingin melihat dunia ini menjadi Stabil.

Namun kekuatan kekuatan dunia memang mengerikan. Kalau dulu kita hanya takut hegemoni AMERIKA sekarang CINA juga menjadi ancaman bagi dunia. Afrika sudah dikuasai Cina melalui OBOR (One Belt One Road) dan seluruh kekayaan alamnya termasuk infrastrukturnya telah dikuasai / dipanjar CINA. Jadi kita sebagai BANGSA juga NEGARA selalu harus berhati hati.

Bagi yang lahir sesudah 1985-an mungkin tidak mengalaminya. Tapi harus mengetahuinya.

Pada pertengahan 1970-an Indonesia menjadi Proxy NEGARA adikuasa AMERIKA SERIKAT dibawah Pres. FORD. Presiden Soeharto menjadi Proxy nya. Indonesia “Diperintahkan” untuk menyerang dan menginvasi TIMOR LESTE karena mereka berafiliasi dengan KOMUNISME, dan ditakutkan mengkontrol cadangan GAS yang luar biasa yang berada di Palung antara TIMOR LESTE dan Australi yang sering dilewati kapal selam Rusia.

Pada waktu Uni Soviet (USSR) pecah, tepatnya 26 December 1991, dan runtuh, kepentingan untuk menduduki TIMOR LESTE tidak lagi diperlukan. Indonesia dipermalukan NEGARA ADI KUASA termasuk AUSTRALI dan PBB dan dikatakan sebagai penjajah. Achirnya kita, PRESIDEN HABIBIE, angkat bicara dan mengembalikan TIMOR LESTE pada rakyatnya. PRES Habibie dicap sebagai penkhianat oleh Rakyat kita sendiri (mereka yang lahir sesudah tahun 1980-an) karena mereka tidak mengenal SEJARAH.

Itulah sebabnyanya saya ingin membuka tabir ini.

Sakit memang, menyakitkan tetapi yang lebih sakit adalah bagi keluarga puluhan ribu pemuda INDONESIA dan TIMOR LESTE yang gugur dalam peperangan di TIMOR LESTE.

Tanyakan kepada Jendral Prabowo, Jendral Luhut Panjaitan, Jendral Sintong, Jendral Safrie Syamsudin, Jendral Setyoso, Jendral Muchdi PR. mereka semua teman saya dan semua alumni Peperangan di TIMOR LESTE dan sangat mengetahui hal ini,

Bagaimana Indonesia dipermalukan dan ditinggal setelah kepentingan mereka sudah tidak perlu dijaga. Ukraina sekarang kembali dijadikan Proxy dengan strategi yg berbeda.

MERDEKA DAN MAJU TERUS NEGARA DAN BANGSA-KU INDONESIA, tapi TETAPLAH SELALU WASPADA.

PETER F. GONTHA

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4902196009863619&id=100002198053795


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh