SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Trending News (723)
  • Tarombo Marga Sitindaon (48)
    • Sukacita & Dukacita (12)
  • Politik & Opini (271)
  • Ekonomi & Bisnis (271)
  • Lifestyle & Health (363)
  • Tekno & Sains (69)
  • Entertaintment (65)
    • Games (0)
  • Food & Travel (94)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (133)
    • Jansen Sitindaon (31)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (29)
  • Mimbar HKBP (0)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (12)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media
    • Games

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Politik & Opini
  4. Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya

Search

Details
Category: Politik & Opini
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
03.Feb
Hits: 56

Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya

Stop Memberi Label Pakar Tanpa Rekam Jejak Riset, Sertifikasi Profesi atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya

Banyak media dengan enteng memberi label “Pakar Digital Forensik” kepada Rismon dan “Pakar Telematika” kepada Roy. Masalahnya, label itu tidak pernah dibuktikan secara profesional. Tidak ada asosiasi keahlian forensik digital atau telematika yang secara resmi mengakui keduanya. Tidak ada rekam jejak riset, sertifikasi profesi, atau karya ilmiah yang relevan di bidang tersebut.

Dalam kasus Rismon, persoalannya bahkan lebih serius. Klaim pendidikan S2 dan S3 yang menjadi dasar legitimasi keahliannya telah dipastikan bermasalah, sehingga fondasi akademiknya runtuh. Sementara Roy, jika ditelusuri, tidak memiliki latar belakang teknologi informasi, melainkan hanya komunikasi dan kesehatan, bidang yang jelas berbeda dari telematika maupun forensik digital.

Memberi label “pakar” bukan sekadar soal panggung media, tapi soal tanggung jawab publik. Ketika media mengangkat opini tanpa verifikasi kompetensi, yang terjadi bukan edukasi, melainkan normalisasi pseudo-ahli. Publik akhirnya disesatkan, proses hukum terdistorsi, dan sains dipermainkan.

Sudah waktunya media berhenti memproduksi “pakar instan”.

Keahlian itu diverifikasi, bukan diklaim.

Sumber:  FB Josua M Sinambela https://www.facebook.com/share/18Bxksr2fy/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Next article: Munir Lebih Layak jadi Pahlawan Nasional daripada Soeharto Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • Trending News
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar HKBP
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link