fbpx

0
0
0
s2sdefault

1414769a 8a11 43e0 b59b a539c1c2c9cc 169Foto: Sri Mulyani di Hari Oeang (Twitter Kementerian Keuangan)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memberikan pidato pada acara sosialisasi transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2020. Dalam pidatonya, Sri Mulyani meminta pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggarannya dengan baik.

Wanita yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, efisiensi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kurang.



"Efisiensi kurang. Porsi belanja pegawai tinggi 36%. Kemudian penggunaan belanja barang dan jasa terutama perjalanan dinas," ujarnya dalam acara yang digelar di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Kamis (14/11/2019).

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani meminta para PNS pemda untuk tidak sering jalan-jalan dengan alasan sosialisasi, yang menyebabkan anggaran perjalanan dinas menjadi bengkak.

"Tolong untuk perjalanan dinas untuk sosialisasi satu kali setahun saja. Jangan wira-wiri," katanya.

Sri Mulyani menyampaikan data yang mengejutkan. Alokasi APBD, sebesar 31% habis untuk perjalanan dinas dan jasa kantor. Kemudian 36% APBD habis untuk belanja gaji pegawai. "Jadi APBD-nya hampir 70% untuk mengurusi orang-orang pemda," jelasnya. 

"Makanya sisa-sisa itu untuk rakyat, itu kan salah. Jadi tolong dilihat betul, kami pun di pusat sudah meminta meneliti betul belanja-belanja kelompok tadi. Alokasi belanja daerah APBD juga kurang fokus, program dan kegiatan itu bermacam-macam. Padahal Pak Presiden mengatakan fokus saja," katanya.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh