fbpx

0
0
0
s2sdefault

1574305179974Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto).

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akhirnya mengungkap alasan mencopot Kapolres Kampar AKBP Asep Darmawan. Pencopotan tersebut didasari atas pelanggaran etika.

Idham menjelaskan, Asep Darmawan diberhentikan dari jabatannya bukan sekadar terlambat datang saat apel pengarahan Kapolri, namun juga melanggar kode etik lain. Namun, Idham tak menjelaskan rinci pelanggaran tersebut.

 

Masalah Kapolres Kampar tidak hanya ketika dia terlambat apel, tapi di situ juga terselip masalah etika. Sebagai kapolres, sebagai kasatwil dia adalah teladan dan harus ditindak,” kata Idham saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Idham berharap pencopotan Kapolres Kampar ini dapat menjadi contoh bagi bawahaannya agar selalu memperhatikan persoalan etika. Menurut dia, untuk jabatan setingkat kapolres, mereka harus mampu menjadi contoh bagi anak buahnya.

“Bagi saya satu keteladanan lebih baik daripada 1.000 nasihat, dan saya ingin memberi gambaran kepada kapolres yang lain,” ujar mantan kabareskrim Polri ini.

Asep Darmawan dicopot berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3094/XI/2019 tertanggal Senin, 18 November 2019. Surat ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol Eko Indra Heri.

Dalam surat tersebut dijelaskan, Asep dimutasi sebagai perwira menengah layanan masyarakat (yanma) Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan. Informasi yang beredar, Asep datang terlambat saat Kapolri memberikan pengarahan kepada 34 kapolda dan seluruh kapolres se-Indonesia saat HUT Brimob beberapa waktu lalu.

Tidak hanya terlambat, Asep juga tertangkap ngobrol ketika Kapolri sedang memberikan arahan. Jabatan Kapolres Kampar selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Mohammad Kholid.

Kapolri menegaskan, kapolres seharusnya menjadi teladan bagi anak buahnya. Karena itu, sikap dan perilaku menjadi penting.

“Saya akan memberi gambaran kepada kapolres yang lain bahwa Anda (Asep) dilihat oleh anak buah. Kalau Anda sudah enggak benar, bagaimana kau bisa memimpin satu kesatuan. Kira-kira begitu kebijakan saya,” ucap Idham kepada anggota Komisi III DPR.


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh