SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Trending News (723)
  • Tarombo Marga Sitindaon (48)
    • Sukacita & Dukacita (12)
  • Politik & Opini (270)
  • Ekonomi & Bisnis (269)
  • Lifestyle & Health (362)
  • Tekno & Sains (69)
  • Entertaintment (65)
    • Games (0)
  • Food & Travel (94)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (133)
    • Jansen Sitindaon (31)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (29)
  • Mimbar HKBP (0)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (12)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media
    • Games

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Trending News
  4. Kedaulatan Indonesia Dipertanyakan, Cina Terus Bersikukuh Merebut Perairan Natuna

Search

Details
Category: Trending News
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
08.Jan
Hits: 979

Kedaulatan Indonesia Dipertanyakan, Cina Terus Bersikukuh Merebut Perairan Natuna

L1578461063568Pemerintah banjir kritik karena memilih diplomasi damai menghadapi polemik masuknya kapal Cina ke Kepulauan Natuna

SitindaonNews.Com |  Pemerintah harus bersikap tegas sekaligus cermat menghadapi manuver negara Cina. Ulah sejumlah kapal pencari ikan Tiongkok, yang dikawal kapal penjaga pantai negara itu, tidak bisa dibiarkan. Mereka telah memasuki dan mencuri ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Pemerintah perlu segera mencari solusi atas konflik yang dipicu tumpang-tindih ZEE tersebut.

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

 

Dalam mengeluarkan pernyataan pun, Presiden Joko Widodo dan para pejabat seharusnya tidak membingungkan publik. Pemerintah menyatakan akan bersikap tegas ihwal kedaulatan negara, tapi kedaulatan yang mana: hak teritorial ataukah ZEE? Kalau soal teritorial, Cina selama ini mengakui hak negara kita atas Pulau Natuna beserta perairan teritorialnya.

Masalahnya sekarang, seberapa tegas dan gigih Indonesia mempertahankan sebagian ZEE yang kini direbut Tiongkok. Negara kita telah mengatur soal zona ekonomi ini dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Indonesia juga menandatangani Konvensi Internasional tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982.

Cina pun menjadi peserta UNCLOS. Tapi negara itu justru memanfaatkan aturan main hasil konvensi tersebut untuk mengklaim sebagian besar wilayah ZEE di Laut Cina Selatan. Tiongkok bahkan telah membangun pangkalan militer di Kepulauan Spratly sejak beberapa tahun lalu. Hal ini mengundang konflik ZEE bukan hanya dengan Indonesia, tapi juga dengan negara lain seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Dengan alasan historis, Tiongkok mengklaim wilayah di Laut Cina Selatan itu lewat sembilan garis imajiner putus-putus atau nine-dash line. Mahkamah Arbitrase di Den Haag sebetulnya telah menolak klaim Cina tersebut pada 2016 saat memutuskan sengketa yang diajukan Filipina. Mahkamah menyatakan tidak ada bukti sejarah bahwa Tiongkok menguasai dan mengendalikan sumber daya secara eksklusif di Laut Cina Selatan.

Kini Cina terang-terangan mengabaikan putusan tersebut. Menjawab protes Indonesia, negara itu justru menggunakan dalih UNCLOS 1982 plus penguasaan historis Tiongkok atas perairan Cina Selatan. Bahkan juru bicara pemerintah Cina menegaskan "apakah Indonesia menerimanya atau tidak, fakta obyektif bahwa Cina memiliki hak dan kepentingan atas perairan itu".

Tekanan Indonesia terhadap Cina di perairan Natuna perlu diteruskan hingga menemukan solusi atas sengketa itu. Kehadiran kapal perang RI amat penting untuk memperlihatkan bahwa kita tidak menerima klaim Cina atas sebagian wilayah ZEE tersebut. Pemerintah juga perlu melakukan lobi-lobi internasional untuk memaksa Tiongkok mematuhi konvensi hukum laut PBB dan putusan Mahkamah Abitrase.

Pemerintah sebaiknya pula menjalin kekuatan di ASEAN untuk menghadapi Cina. Selama ini, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia terkesan bergerak sendiri-sendiri menghadapi sikap sewenang-wenang Tiongkok.

Sumber: tempo.co

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Polisi Medan Dihukum Disiplin karena Nyabu dan Intip Polwan Prev Next article: Polisi: Sang Istri Jadi Otak Pembunuhan Hakim PN Medan Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • Trending News
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar HKBP
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link