"Tadi kejadiannya sekitar pukul 09.00 WIB.

Kami waktu berjaga di sini, dengar bunyi bum langsung kami datangi.

Disitu langsung datang kawannya polisi.

Terus diminta bawa RS Bhayangkara " jelasnya kepada Tribun.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya fokus untuk mengamankan lalulintas yang cukup padat karena warga langsung berumun untuk melihat korban.

Saksi mata lainnya, seorang penjual boru Silalahi di sekitaran fly over menyebutkan bahwa pria tersebut masih menggunakan jaket dan helm di kepalanya.

"Waktu jatuh itu dia masih pakai helm merah dan jaket warna cokelat.

Jadi waktu ada bunyi bum terkejut lah kami pikir dari langit.

Rupanya ada orang jatuh.

Terus waktu dilihat dibuka jaket nya rupanya polisi berseragam lengkap," tuturnya.

Warga mengerumuni polisi yang terjun dari flyover Djamin Ginting Medan
Warga mengerumuni polisi yang terjun dari flyover Djamin Ginting Medan (IST)

Ia menyebutkan bahwa polisi tersebut sempat mencoba berdiri.

Namun badannya tampak kesakitan.

"Jadi dia jatuhnya kaki terlebih dahulu, jadi dia waktu jatuh coba berdiri tapi enggak bisa lagi karena kesakitan.

Terus terlentang lah dia.

Baru enggak berapa lama datang kawannya polisi juga langsung berhentikan angkot Rahayu minta dan dibawa ke rumah sakit," tuturnya.

Bahkan, Silalahi menyebutkan bahwa Polisi tersebut sempat tersenyum dengan salah seorang petugas kebersihan (tukang sapu) di jalanan fly over hingga akhirnya terjun dari atas.

Saat dikonfirmasi, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan juga membenarkan adanya peristiwa itu.

"Benar, saya juga baru tahu," katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Mengenai kondisi korban, pria yang akrab disapa Pak Neng mengaku belum mengetahui pasti kondisi terkini personil tersebut

"Belum dapat kabar pasti bagaimana kondisi korban," cetus.

Amatan Tribun-Medan.com di RS Bhayangkara  saat ini personel polisi tersebut sedang mendapatkan perawatan intensif di Ruang IGD Rumah Sakit Bhayangkara.

Bahkan, puluhan personil rekan dari korban personil Sabhara tampak menjaga dan melihat korban