Search
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
MSCI, S&P, MOODY'S Selalu saja kasih Rating Jelek Negara Kita!
Tadi ada yang komen negatip tulisan gue, katanya Romo tidak cerdas, karena mengajak Ritel Bersatu. Gak suka Dia! Nih Saya kasih faham ya Dul.
KENAPA MSCI, S&P, MOODY'S SERING "KASIH RATING JELEK PAS HARGA UDAH NYUNGSEP"?
JAWABAN SINGKAT: IYA, INI BY DESIGN
Para Investor Asing "Operasi Sapu Bersih". Mainnya rapi banget. Anda hanya tahu panggung depan doang. Di belakang panggung sudah disetting rapih untuk mengobok-obok ekonomi kita, menyedhot uang kita Dul! Gue juga sekolah di Amrik, bedanya gue nasionalist tulen! Nih Saya berikan kuliah gratis biar pinter dikit!
MEREKA INI TEAM PEMAIN MILIK OLIGARKI GLOBAL!
1) Tim Pemain Pertama, MSCI, S&P, MOODY'S, FITCH = mereka ini "Tukang Stempel" formal!
- Tugas: Kasih rating, rebalancing index, downgrade suatu negara dan down grade Emiten.
- Senjata, punya kartu truff, yaitu, Kata sakti "downgrade", "outlook negative", " Emiten dikeluarkan dari index", ada saja alasannya. Halah- halah...
2) Tim Pemain Kedua, BANDAR ASING = BK, MG, RX, XA = tugasnya, "Tukang Serok" ketika harga sudah nyungsep! Anda pikir jika Anda Cut loss, Stop loss tersapu, siapa liquiditas yang membeli barangmu? Emak mu? Yang mengarungi semua CL, SL, itu ya Bandar Asing ini, Tampung barang murah pas ritel panik yang sebebarnya diciptakan secara kejam! Mereka sudah siap pasang Limit Order Bid di ARB ratusan Milyar, bahkan Trilyunan.
- Senjata mereka apa? Senjatanya Dana triliunan + info duluan, sebelum para Tukang Stempel merelease berita hasil penilaian ratingnya!
3) Tim Pemain Ketiga, MEDIA GLOBAL = BLOOMBERG, REUTERS, Economist, Strait Tms, Mereka Tukang Teriak" yang Tugasnya: Amplify, mengexpose berita jelek membuat panik sedunia.
- Senjata ampuhnya : seperti kemaren, Headline "Indonesia at Risk Rises", Sell Indonesia, dll. Terjadilah. "Foreign Outflow" besar-besaran, membuat chaos, panic selling, IHSG runtuh.
PELAKSANAAN!
TAHAP OPERASI "SAPU BERSIH" BY DESIGN:
TAHAP 1: AKUMULASI DIAM-DIAM 3-6 BULAN. Bandar Asing AK, BK, MG, RX: Nyicil membeli Saham2 penopang IHSG. pas ketika harga chaos, nuntuh, nyungsep.
TAHAP 2: DISTRIBUSI KE RITEL + LOKAL
Bandar Asing: Pelan-pelan jualan ke manajer investasi lokal & ritel FOMO pas IHSG mulai naik.
Rating Agency: Masih diem tidak berulah, menilai. News, Para influencer Kasih pujian "Ekonomi RI resilient", fundamental kuat, dll, akal bulus mereka siap-siap akan distribusi harga tinggi kepada para Ritel Fomo! Ritel: Euforia "Asing aja beli, masa kita gak ikutan Beli".padahal Big Boy hanya beli sedikit, hanya untuk mengerek harga naik untuk distribusi barang yang sudah lama dikumpul dg harga rendah tadi. Mereka punya barang hasil akumulasi 3-6 bulan. Maka perlunya Ritel tahu harga MA 20 - MA 50. Distribusi Kelar, Profit segunung!
TAHAP 3: DYARRRR! TIBA-TIBA DOWNGRADE
Rating Agency: Rilis "Moody's downgrade RI outlook to Negative" atau "MSCI hapus keluarkan beberap Emiten dari index" alasan ini dan alasan itu, negara kita ditelanjangi habis, begini, begina, begitu, begita, dll. Media Global: Headline gede-gedean: "Indonesia risk Country" Sell Indonesia, dll. Sudah tentu,
IHSG: Langsung -5% bersambung setiap hari. Media Asing menulis mbrutal, Nett sell Asing di media untuk meyakinkan memberi gambaran betapa takutnya para investor asing dengan negeri kita tercinta ini. Padahal: Asing Sudah jualan dari 2 bulan lalu, sudah kelar! Sekarang jadwal serok lagi.
TAHAP 4: HARGA NYUNGSEP = "BARANG terjun bebas. Ritel & Lokal: Panik Cut-loss. "Duh kita downgrade, nih, kiamat nih". Jual murah Cut Loss semuanya! Buto Ijo Asing Kenyang!
IHSG: Dari 7800 nyungsep ke 5400. Rating Agency Tukang Stempel: Kasih statement "Kami hanya menilai objektif", kami Netral, semoga kedepan Indonesia memperbaiki keadaan. Kami yakin Indonesia bisa!
TAHAP 5: TUKANG SEROK MASUK
Bandar Asing: mulai net buy gila-gilaan di harga bawah. Di Broker Summary nongol semua harganya. Setelah kenyang menyerok barang murah, Trilyunan, Rating Agency tukang stempel, 3 bulan nongol lagi, kemudian upgrade lagi "Outlook direvisi jadi Stable" indonesia sudah ada perbaikan katanya. Ini akal bulus persiapan akan distribusi!
IHSG: Balik ke 7800 lagi. Mulai distrubusi lagi, profit gila 20-30%, Ritel gigit jari, barangnya terlanjur di Cut Loss atau TP terlalu awal.
Semoga menjawab para Anthek Asing yang gak mudheng, tapi sok tahu! Suka mendewakan Lembaga2 Rating asing. Followerku, Jangan Percaya Rating: Anggap saja itu alarm "Bandar mau serok", anda ikutan serok seperti tadi!
KESIMPULAN PAHIT:
Market global itu bukan free market. Itu casino yang Bandarnya megang rating, media, sama duit ratusan trilyun! Rating bisa dibuat Suka-suka sesuai kepentingan mereka! Maka saya mengajak Ritel Bersatu, jangan panik cut-loss ketika rating2an similikithi beroperasi, justru ikutan serok, membendhung keganasan mereka. Dengan cara ini kita bisa berdagang dengan harga yang fair.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/1Asio6ZSM7/
