Search
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 9
Dari Pada Pusing Mikirin ulah MSCI, Mending Mengamati Arah Modal AK, BK, MG, KZ, Akan Mengalir ke Arah Mana, Itulah Saham yang Layak Kita Borong
Kita Hidup Dalam Bingkai Sistem Keuangan global, Bro!
Gak bisa lepas! coba aja lepas bisa kembali ke Jaman Batu Beneran!
Jadi, jangan terbuai pencitraan ingin Mandiri. Itu semua hanya dobol saja. Kita sudah menjadi bagian dari Global! Nih saya beri kuliah gratis sedikit, fahami, baca berulang, supaya Anda ini tidak menjadi korban pencintraan seakan ada yang bisa membuat Istana di Awang-Awang!
HIRARKI SISTEM KEUANGAN GLOBAL YANG MENGIKAT DILIHAT DARI SISI MEKANISME KONTROL PADA NEGARA BERKEMBANG!"
Ini model piramida yang sering dibahas ekonom heterodoks kayak Stiglitz, Hudson, dll
Layer- 1: PEMILIK MODAL & ATURAN MAIN "ELITE GLOBAL"
Isinya: Dana pensiun terbesar dunia, SWF, fund manager >$1Trilyun dollar, BlackRock, Vanguard, State Street, CalPERS, GIC, ADIA.
Fungsi: Punya saham di hampir semua bank & perusahaan besar dunia. Mereka yang menentukan "arah aliran modal" lewat alokasi aset-asetnya. Suka-suka mereka mau dialIrkan kemana! Contoh: "ESG Fund", "Emerging Market Fund" bisa cabut dari suatu negeri kalau ratingnya turun. Capital outflow bisa besar-besaran. Rakyat miskin bisa semakin banyak, PHK dimana-mana, rakyat mudah dihasut menyalahkan pemerintah salah urus negara. Jangan di negeri kita ya. Bisa modyar kita. Makanya menyimpan Emas fisik paling membuat hati tenang jika Elit Global menggoyang negeri.
Layer 2: LEMBAGA MULTILATERAL | "SUMBER DANA & SYARAT"
Isinya: IMF, World Bank, ADB, AIIB.
Fungsi: Kasih pinjaman ke negara berkembang seperti kita.
Mekanismenya: "Conditionality". Pinjaman dengan Syarat berat, wajib Nurut, misalnya, brantas korupsi, reformasi fiskal, subsidi, aturan tentang BUMN, pajak. Kalau gak nurut = dana cairnya di-cut.
Sumber dana: Negara G7 + pasar obligasi global. Faham ya sampai disini?
Layer 3: LEMBAGA PEMERINGKAT & DATA | "GATE KEEPER KEPERCAYAAN"
Isinya: S&P, Moody’s, Fitch = Rating. MSCI, FTSE = Indeks. Bloomberg, Refinitiv, Reuters = Data & Berita.
Fungsi: menentukan "seberapa aman suatu negara A, B, C buat naruh duit asing" (investasi).
Mekanismenya: jika gak nurut bisa diturunin dari BBB ke BB+ = Fund manajer "investment grade only", WAJIB jual semua SBN & Saham BUMN, sama halnya Anda bisa dikenai Margin-Call, disuspend, Jual paksa Porto Anda dulu baru bisa lanjut trading! ya jelaslah, wong negeri punya hutang, tapi gak bisa menjaga kepercayaan si Pemilik Modal.
Dana asing yang mudah ditarik duluan kan di Pasar Saham, ya mereka tarik disana dulu ketika Rating turun. IHSG otomatis anjlok total, para investor lokal jerit-jerit. Saham PTRO dulu Rp.13.000,- sekarang sisa Rp. 4000 an, saham BCA yang dulu 10.000, sekarang sisa 4000 an. Kita serok dhong! Jangan bodhoh, bisa saja th 2029 lebih hancur lagi. Makanya Trading saja aman, jual itungan menit. Jika besok pagi ada pidato kagetan, saham rontok serok, siang naik jual. Gak ada resiko, klunpun rugi dikit lah, 2%, besok juga sudah kembali lagi.
Layer 4: EKSEKUTOR LOKAL "PIPELINE" (Wakil Elit Global).
Isinya: Bank investasi asing di Ibu Kota, sekuritas-sekuritas Asing, para trader hafal namanya, konsultan, law firm, LSM donor, media finansial lokal, dan tentu para anthek asing.
Fungsi: Nyalurin aturan, narasi, pompa-pompa, bad campaign, dll. Eksekutor Lokal wakil Elit Global ini yang "jelasin" ke pemerintah & pasar kenapa wajib nurut.
Layer 5: PENGUASA & ATURAN!
Isinya: Pemerintah, Bank Sentral sot BI, DPR. Fungsi: Bikin UU, PP, kebijakan. Tekanan yang diterima: "Kalau gak sesuai ekspektasi investor, rating turun, modal kabur, IHSG rontok, mata uang ambles." Contoh tekanan keras yang wajib diuruti, "Jangan ganggu independensi Bank Sentral", "Jaga defisit <3%", "BUMN harus dikelola oleh para professional yang ahli dalam bidangnya, jangan dibebani tugas politik"! Ini hanya contoh.
GIMANA "CENGKERAMAN MEREKA" KERJA DI NEGARA BERKEMBANG KAYAK KITA?
1. Ketergantungan Modal: APBN defisit. Butuh SBN, dibeli oleh asing jumlah besar supayq bergantung misalnya porsi asing 40%. Butuh FDI. Jadi harus "menarik".
2. Sinyal = Harga: 1 notulen The Fed, 1 rating S&P, 1 headline Bloomberg = Arus modal 10M USD bisa keluar-masuk sehari. IHSG, Rupiah, Obligasi langsung bereaksi.
3. Biaya Politik: Kalau kebijakan dianggap "risiko" sama pasar, bunganya naik. Nyicil utang makin mahal. Rakyat yang nanggung via BBM, listrik, pajak.
4. Pemerintah bisa "Digulingkan" versi pasar, tidak perlu perang atau kudeta dengan Tank Tempur.
Ini murni edukasi murni agar Anda memahami bagaimana para negara berkembang itu hidup didalam bingkai Sistem Keuangan Dunia, yang mana mereka tidak bisa sak udelnya sendiri, ugal-ugalan mengelola suatu keuangan negara. Kita ibarat Ikan hidup di Kolam yang memiliki makanan mereka, ikan-ikan itu hanya ounyankolam dan Air. Jika ingin makmur dan gemuk haris nurut kepada Elit Global yang sudah mencekeram dengan Hutang. Anak gadisnya pun bisa diminta jika tidak nurut cara melunasi hutang.
Dari pada pusing mikirin ulah MSCI, mending mengamati arah modal AK, BK, MG, KZ, hari Senin akan mengalir ke arah mana, itulah Saham yang layak kita borong habis. Jangan belajar Chart dan analisa fundamental. Bukan saatnyaninvestasi tapi Era Trading harian pada Jaman tidak menentu ini.
Salam Cuan,
R Noto Widjojo.https://www.facebook.com/share/p/18raRz81o3/