Search
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 3
Mereka yang pada Boncos di Trading!
Mereka yang pada Boncos di Trading!
Banyak Trader saham pada boncos karena masuk membeli ketika harga sedang di pucuk, ketika IHSG sedang naik bullish. Saham dihold berharap relly naik lebih tinggi lagi kapan-kapan.
Hari berikutnya harga jatuh tidak berani cut loss, tidak berani menanggung kerugian atas kesalahannya masuk di harga pucuk, ketika ada kesempatan harga turun minus baru - 2-3%. Saham tetap di hold, dengan floatimg kerugian (floating Loss), berharap sambil berdoa, semoga nanti harga akan rebound, naik kembali. Padahal itu tidak pernah terjadi, dan harga semakin nyungsep.
IHSG yang sedang down trend, sudah pasti diikuti harga-harga saham lain ikutan menurun. Hal ini terjadi pada 90% Ritel unyu dengan pengetahuan trading yang sangat minimal tetapi berani masuk dunia trading. Masuk membeli saham di Harga sedang di pucuk tanpa ilmu itu bukan Berani, tapi itu perbuatan Nekat.
Dalam trading saham, Anda harus tahu cara masuk pada harga yg tepat. moment yang tepat, pada harga yang dikatakan harga sedang di Lower-low (LL) itu ketika sedang dimana? Itulah perlunya Ilmu dalam Trading.
Contoh para Trader Boncos: katakanlah, membeli saham Petrok Rp.10.900, dengan harapan akan naik menjadi Rp. 12.000, Rp.14.000, ternyata yang terjadi Saham tersebut terus menerus menurun(down trend) hingga Rp.4000 an. Tentu modal amda tergerus 70%, tinggal sisa 30%. Menjadi trauma trading saham.
Saham down trend itu ada alasannya, ada gejalanya, ada tanda-tandanya, tidak ujug-ujug dyarrr...... dari 10.000 menjadi 4000. Anda bisa cut loss (CL) ketika harga sedang turun - 2%. Misalnya ketika masih 9800. Jadi kerugian Anda terkontrol, modal terjaga dengan mudah membalikkan kerugian 2%. Bukan saham down trend malahan dipeluk sambil berharap rebound, sampai modal tergerus habis dan kapok trading.
Saya sering mengingatkan bahwa mencari uang di Trading itu enak, tapi jangan sekali-sekali trading jika Anda belum tahu Ilmunya. Trading ada ilmunya, bukan main tabrak saja dan babak belur. Kuasai dulu ilmunya, lalu belajar pelan-pelan mengarungi gelombang pasar uang. Trading saham itu sangat menyenangkan dan bisa kecanduan, sampai tidak suka hari libur jika Anda sudah tahu Imunya. Time is money yang sebenarnya itu ada di trading!
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/19mZFC86cZ/