fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200812 171105

Ekonomi Inggris jatuh ke jurang resesi. Data-data yang dikeluarkan Kantor Statistik Nasional (ONS) mengonfirmasi hal tersebut.

Ekonomi Inggris mengalami kemerosotan terbesar dalam periode April hingga Juni akibat penerapan aturan karantina wilayah untuk menekan penyebaran virus corona, keadaan yang menyebabkan negara itu resmi mengalami resesi.

Ekonomi disebut terburuk sejak 2009 atau 11 tahun terakhir. "Jelas bahwa Inggris berada di rekor resesi terbesar," tulis AFP mengutip pernyataan Kantor Statistik Nasional, Rabu (11/8/2020)

Dalam pengumuman, PDB Inggris secara tahunan (YoY) berkontraksi atau -21,7% di kuartal II 2020. Sebelumnya, di kuartal I ekonomi tercatat -1,7.

Dalam basis kuartalan (QtQ), ekonomi -20,4% dari April hingga Juni. Di basis yang sama pada kuartal I 2020, ekonomi tercatat -2,2%.

Virus corona dan penguncian (lockdown) guna membendung Covid-19 membuat ini terjadi. Pengeluaran rumah tangga anjlok karena toko-toko tutup.

Jasa, konstruksi, dan produksi turun paling dalam.Termasuk sektor perhotelan yang sangat terimbas dari pembatasan perjalanan.

"Ada tanda-tanda pemulihan di Juni," ungkap Wakil Ahli Statistik ONS Jonathan Athow ditulis BBC.

"Meskipun demikian, PDB pada bulan Juni masih berada di urutan keenam di bawah levelnya pada bulan Februari, sebelum virus menyerang."

Inggris merupakan ekonomi terbesar keenam di dunia. Jasa menggerakan empat per lima dari ekonomi negara itu


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh