fbpx

0
0
0
s2sdefault

afd74edc5a611614e51e65a6914572d6b297d8c1931003f9ab52df5d61987743.0

KBRN,Ambon: Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon akan menggelar Gebyar Lelang produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) 2022 pada 24 Maret mendatang.

Melalui kegiatan tersebut KPKNL menargetkan ratusan produk UMKM dari Maluku akan dipasarkan melalui lelang.go.id. Kegiatan ini juga bertepatan dengan 114 tahun lelang di Indonesia.

Dalam dialog Aspirasi Maluku di RRI Ambon, Senin (21/3/2022) pagi, Kepala KPKNL Ambon lwan Victor Leonardo Sitindaon menyampaikan melalui kegiatan lelang UMKM, pihaknya ingin berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM.

Dengan lelang.go.id , situs resmi lelang KPKNL, barang lelang dapat dilihat oleh semua orang yang mengaksesnya, di seluruh Indonesia. Terlebih untuk produk UMKM khas daerah, pemasaran melalui lelang dapat dijadikan alternatif untuk mengenalkan produk ke tingkat nasional.

Iwan akui bahwa dalam situs lelang.go.id terdapat menu kategori khusus bagi produk-produk UMKM. Produk yang tersedia di kategori itu cukup beragam, mulai dari makanan hingga hasil kerajinan. Penjualan dengan harga tertinggi membuat para pelaku UMKM berkesempatan memperoleh pendapatan lebih dengan mengikuti lelang.

"Terkadang ada masyarakat yang punya kepuasan tertentu kalau menang melalui lelang. Kami yakinkan kepada pelaku UMKM kalau dijual lelang itu harganya pasti lebih tinggi, apalagi kalau lelang benda seni," sebutnya.

Adapun syarat UMKM dapat mengajukan permohonan lelang secara manual, diantar ke KPKNL atau via pos. Dapat juga secara online pada lelang.go.id. Mengenai tata cara permohonan secara online, setelah berkas dinyatakan lengkap, berkas dapat disampaikan beserta tiket permohonan lelangnya ke KPKNL. Kemudian setelah adanya penetapan jadwal lelang dari KPKNL, penjual melakukan pengumuman lelang.

Produk UMKM yang laku terjual dalam pelaksanaan lelang, hasil bersih lelang akan disetorkan kepada pihak penjual. Sementara bea lelang penjual sebesar 1,5 persen dari pokok lelang akan disetorkan ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Iwan melanjutkan, melalui Gebyar Lelang Produk UMKM akan menggandeng mitra pembina UMKM, yang terdiri dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Pusat Investasi Pemerintah, serta himbara atau Himpunan Bank Milik Negara.

Dalam dialog tersebut Iwan tambahkan, program lelang produk UMKM melalui KPKNL ini menjadi hal baru dan unik. Pemasaran secara daring seperti ini patut untuk dicoba, terlebih untuk UMKM kerajinan khas daerah yang sangat terdampak corona virus disease-19 (Covid-19).

"Untuk lelang produk UMKM termasuk ke dalam lelang non eksekusi sukarela, yaitu lelang atas barang milik swasta, perorangan atau badan hukum/badan usaha yang dilelang secara sukarela,"jelasnya.

Sumber: m.rri.co.id

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh