fbpx

0
0
0
s2sdefault

minyak goreng harga baru kembali ke rak ritel modern 169Harga minyak goreng di Malaysia jauh lebih murah dibandingkan dengan Indonesia yang hampir tembus Rp50 ribu per 2 liter. (CNN Indonesia/Trisha Dantiani)

Harga minyak goreng kemasan di Indonesia semakin mahal pasca pemerintah mencabut aturan harga eceran tertinggi (HET) untuk kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter dan premium Rp14 ribu per liter. Kini, harga minyak goreng tembus hampir Rp50 ribu per 2 liter.

Kenaikan harga minyak goreng sejalan dengan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang juga terus meningkat dan tembus ke level tertinggi sepanjang sejarah di level US$8.000 ringgit malaysia (RM) pada Selasa (1/3).

Meski begitu, kenaikan harga minyak goreng yang signifikan masih menjadi pertanyaan banyak pihak. Pasalnya, Indonesia adalah penghasil sawit nomor wahid di dunia.

Namun, pemerintah justru tak mampu memberikan jaminan harga minyak goreng murah kepada rakyat. Hal ini berbanding terbalik dengan harga minyak goreng di Malaysia.

Harga minyak goreng di negara penghasil sawit terbesar nomor dua di dunia itu jauh lebih murah dibandingkan Indonesia.

Mengutip laman resmi Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Halehwal Pengguna (KPDNHEP), harga minyak goreng bersubsidi hanya 2,5 RM per kilogram (kg) atau Rp8.500 (kurs Rp3.400).

Di Malaysia, minyak goreng dijual dalam ukuran kilogram. Hal ini berbeda dengan ritel di Indonesia yang menggunakan satuan liter.

Dengan perhitungan seperti itu, maka 1 liter minyak goreng setara dengan 0,9 kg.

Harga minyak goreng bisa murah di Malaysia karena subsidi dari pemerintah. Subsidi diberikan lewat program cooking oil stabilization scheme (COSS).

Namun, tak semua minyak goreng disubsidi oleh pemerintah. Sejumlah pihak juga menjual minyak goreng tak bersubsidi dengan ukuran 2 kg dan 5 kg.

Mengutip dari berbagai sumber, harga minyak goreng non subsidi di Malaysia sebesar 27,9 RM untuk ukuran 5 kg atau Rp95.100. Jika dihitung, maka harga minyak goreng non subsidi di Negeri Jiran hanya sekitar Rp19 ribu per kg.

Harga itu berlaku di beberapa wilayah bagian, seperti Pulau Pinang. Sementara, di Perlis, harga minyak goreng non subsidi dibanderol 28,29 RM dan di Kedah 28,9 RM.

Melihat fakta tersebut, harga minyak goreng di Malaysia masih jauh lebih murah, baik yang subsidi maupun non subsidi.

Di sisi lain, harga minyak goreng RI dengan negara ASEAN lain, seperti Filipina dan Singapura terlihat hampir mirip. 

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com di Shopee, harga minyak goreng di Filipina dibanderol di kisaran 218 peso sampai 285 peso atau setara Rp59 ribu sampai Rp78 ribu per 2 liter (kurs Rp273).

Begitu juga dengan Singapura yang rata-rata menjual minyak goreng ukuran 2 liter sebesar 5,5 dolar Singapura atau sekitar Rp52 ribu (kurs Rp10.547).

Sebagai informasi, pemerintah hanya memberikan subsidi kepada minyak goreng curah. Dengan demikian, HET minyak goreng curah sebesar Rp14 ribu per liter.

Sementara, harga minyak goreng kemasan sederhana dan premium ditetapkan dengan skema pasar. Ketika harga CPO naik, maka harga minyak goreng kemasan akan mengikuti.

(CNN Indonesia)


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh