fbpx

0
0
0
s2sdefault

1594513856400

 

SitindaonNews.Com | Jakarta (ANTARA) - Keju ricotta yang punya tekstur lembut bisa langsung disantap atau dimasak untuk hidangan seperti lasagna.

Teksturnya lebih stabil dibandingkan keju lain seperti bocconcini atau mozarella, sehingga ricotta bisa lebih fleksibel diolah jadi bahan pendukung suatu masakan.

Anda tertarik untuk mengolah keju ricotta menjadi kreasi masakan lezat?

Berikut ini tiga inspirasi resep masakan dengan bahan keju ricotta yang bisa dicoba di rumah, seperti dikutip dari siaran resmi Greenfields, Sabtu.

Green Ricotta Dip
 Green Ricotta Dip (HO/Greenfields) 
​​​​​​​
Bahan:
1 buah alpukat
10 lembar daun basil.
1 sendok teh kulit lemon
250 gr keju ricotta
3 sendok makan perasan lemon
60 gr keju parmesan parut
Garam dan merica

Cara memasak:
Campur alpukat, daun basil, kulit lemon dan perasan lemon ke dalam blender atau food processor.
Tambahkan keju dan bumbui dengan garam dan merica.
Tuang ke dalam mangkuk saji. Taburi dengan keju parmesan.
Sajikan dengan nachos, crudités, atau sebagai isi burrito
​​​
Chicken and Ricotta Dumpling Soup
​​​​​​​Chicken and Ricotta Dumpling Soup (HO/Greenfields) 
​​​​​​​
Bahan:
225 gr ayam cincang
188 gr keju ricotta
80 gr keju parmesan parut
1 butir telur
20 gr bawang putih cincang
Kaldu ayam 1 liter
375 ml air
200gr wortel. Kupas dan parut.
½ sendok teh daun thyme
300 gr kacang hijau
2 sendok makan cuka anggur putih
Garam dan merica untuk membumbui

Cara memasak:
Dalam mangkuk sedang, campur ayam cincang, keju ricotta, keju parmesan, telur, dan bawang putih cincang yang masih dingin.
Dengan menggunakan panci sedang, campurkan kaldu ayam dan air dengan wortel, dan thyme. Tutup panci dan didihkan.
Buat campuran daging menjadi bakso dan masak dalam kaldu. Aduk perlahan selama sekitar 5 menit.
Tambahkan kacang sampai bakso dan sayuran matang dengan baik. Tambahkan cuka anggur putih dan sesuaikan bumbu dengan garam dan merica.
Sajikan saat panas.
  
Ricotta Fritter
​​​​​​​Ricotta Fritter (HO/Greenfields) 
​​​​​​​
Bahan:
1 butir Telur
250 gr keju ricotta
¼ cangkir tepung serbaguna
½ sdt bubuk pala
125 ml saus tomat.
20 gr rempah segar
Garam dan merica untuk membumbui

Cara memasak:
Dalam mangkuk sedang, kocok telur dengan ricotta, tambahkan tepung, bubuk pala, dan dibumbui.
Bentuk adonan menjadi bentuk bola sedang. Panggang pada 170 derajat Celcius selama 10-12 menit atau sampai berwarna cokelat keemasan.
Sajikan dengan saus tomat panas.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200406 104738

SitindaonNews.Com | Kalau mau kaya jangan jadi pegawai, tapi jadi pengusaha.” Pernah dengar ungkapan tersebut?. Ya, pengusaha memang identik banyak uang. Tidak seperti pegawai atau karyawan yang pendapatannya hanya bersumber dari gaji bulanan saja. Nominalnya pun sama.

Sementara pengusaha, apalagi jika sudah meraup kesuksesan, uang dengan sendirinya mengalir. Keuntungan dari menjual produk atau jasa dalam jumlah besar. Bisa punya rumah gedong, kendaraan mewah, aset bertebaran di mana-mana.

Selain kerja keras, tentunya pengusaha punya rahasia jitu sehingga bisnisnya bisa maju dan akhirnya memiliki banyak uang. Penasaran apa rahasianya? Simak ulasannya berikut ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

 

1. Bukan dengan Berhemat, Tapi Pikirkan Cara untuk Menghasilkan

Jika ingin punya banyak fulus, caranya ya dengan membuat sendiri. Maksudnya bukan memproduksi uang pakai mesin dalam jumlah banyak. Tapi memikirkan cara apa saja untuk menghasilkan cuan. Contohnya saja lebih kreatif, inovatif, dan menjawab kebutuhan konsumen dalam menciptakan produk atau jasa yang dijual.

Dengan begitu, produk atau jasa Anda laris manis habis terjual. Dapat untung besar, dan uang Anda banyak toh. Dari keuntungan tersebut digunakan lagi sebagai modal ekspansi dan mengembangkan bisnis, bahkan investasi sana sini. Bisnis kian menggurita, uang pun mengalir deras ke kantong Anda.

Itulah cara yang paling tepat. Fokus untuk membuat atau menghasilkan uang, ketimbang berhemat. Karena berhemat biasanya hanya mampu mengumpulkan uang dalam jumlah kecil. Hasilnya tidak seberapa.

2. Kerja, Kerja, Kerja

Mengikuti slogan pemerintah Jokowi, yaitu kerja, kerja, dan kerja, pengusaha harus memiliki mental pekerja keras. Waktu dan tenaganya akan tercurah untuk kerja, kerja, dan kerja. Pergi pagi, pulang larut malam. Itulah kebiasaan para pengusaha sukses.

Selain kerja keras, kerja cerdas juga penting. Pikiran seorang pengusaha seperti tak pernah tidur. Selalu memikirkan bagaimana caranya mencapai tujuan atau target perusahaan, membuat produk atau jasa semenarik mungkin dan disukai banyak orang, mencari strategi pemasaran yang jitu, serta strategi memitigasi risiko bisnis.

Pengusaha selalu memanfaatkan waktu setiap detik untuk bekerja. Bagi mereka, waktu adalah uang. Tidak ada yang lebih penting dari bekerja. Begitu tujuan atau target perusahaan terpenuhi, pengusaha akan mencetak keuntungan besar.

3. Tinggalkan Kebiasaan Jelek soal Keuangan

Tujuan Laporan Keuangan (sumber: Pexels)
Tujuan Laporan Keuangan (sumber: Pexels)

Seorang pengusaha yang sukses dan bergelimang harta dibangun dengan hasil kerja keras, cucuran keringat, dan air mata. Karena kerja keras itu, pengusaha biasanya selalu menghargai setiap sen uang yang dihasilkan.

Mereka membiasakan diri menabung dan berinvestasi, bukan menghamburkan uang.  Kalaupun pengusaha terpaksa harus berutang, mereka akan meminjam uang untuk mengembangkan bisnisnya.

 Dengan begitu, keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat. Mereka bisa membayar utang, tapi juga tetap untung. Seorang pengusaha tahu mana kebutuhan, mana keinginan atau nafsu sesaat. Mereka pandai dalam mengatur dan mengelola keuangan.

4. Punya Tujuan Keuangan yang Jelas

Pengusaha memiliki tujuan keuangan dengan jelas. Mereka akan lantang menolak permintaan apapun bila itu melenceng dari tujuannya. Contohnya uang untuk ekspansi bisnis di kuartal II ini, namun ada tawaran untuk membuka bisnis di bidang lain.

Maka pengusaha akan berani menolaknya karena sudah jelas peruntukkan uang guna mengembangkan bisnis, bukan mendirikan bisnis baru yang belum jelas prospek dan risikonya.

Biasanya dalam hal ini, pengusaha akan menggunakan insting bisnisnya. Pendiriannya tidak mudah goyah karena sudah punya tujuan jelas, mau di bawa ke mana bisnisnya. Tidak serta merta ikut tren saja, sehingga terbawa arus yang dapat menghancurkan bisnis. 

5. Menjaga Kesehatan

Ilustrasi Cek Kesehatan
Ilustrasi Cek Kesehatan

Apalah artinya sukses, kaya, dan banyak uang, jika kesehatan Anda buruk. Dalam mengejar kekayaan, tentu saja kesehatan sangat penting. Maka dari itu, selain bekerja, seorang pengusaha akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk tidur cukup, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat agar stamina tetap terjaga.

 Jika kesehatan tubuh dan mental prima, maka Anda akan lebih fokus mencari dan mengumpulkan uang. Muncul ide-ide segar yang bisa mengantarkan bisnis Anda ke puncak kesuksesan. 

Manfaatkan Setiap Peluang yang Ada

Mau punya banyak uang seperti pengusaha? Bisa kok. Yang terpenting adalah mau bekerja keras dan terus mencari peluang yang ada untuk memperoleh hasil yang besar. Tentu saja, diiringi dengan disiplin mengelola, memanfaatkan, dan menghargai uang yang didapat.

 

Sumber: id.berita.yahoo.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1585018442199

SitindaonNews.Com | Coba tanyakan pada ibu, bagaimana cara menyimpan alpukat yang biasa dilakukannya.

Hampir sama seperti pisang, alpukat adalah buah yang dapat matang dengan cepat, nih, teman-teman.

Maka dari itu, kadang ibu memilih untuk membeli alpukat yang belum matang sepenuhnya jika belum ingin langsung dipakai.

Ada berbagai cara menyimpan alpukat yang bisa dilakukan agar alpukat cepat matang kalau ingin segera digunakan, lo.

Cara Menyimpan Alpukat Agar Cepat Matang

Alpukat yang masih keras artinya belum matang, sehingga kurang nikmat kalau dimakan.

Nah, agar alpukat cepat matang dan bisa kita olah dan nikmati maka sebaiknya simpan alpukat di tempat yang hangat.

Misalnya saja kita masukkan ke dalam kantung kertas, bungkus dengan kertas koran, maupun letakkan di dalam beras.

Perlu diingat, kalau alpukat belum matang, maka jangan simpan alpukat di dalam kulkas.

Alasannya adalah karena alpukat sama seperti pisang, yaitu akan menghasilkan etilen ketika dipetik, yaitu zat yang memicu proses pematangan.

Dengan memasukkan alpukat ke tempat yang hangat, maka hal ini akan memekatkan gas etilen yang memicu alpukat cepat matang.

Namun kita harus selalu memeriksa alpukat, nih, agar alpukat tidak terlalu matang dan daging buahnya menjadi lembek.

Cara Menyimpan Alpukat yang Sudah Matang

Kalau alpukat yang dibeli ibu sudah matang tapi belum ingin kita gunakan, maka ada cara yang bisa dilakukan agar alpukat tidak terus menerus mengalami proses pematangan.

Kebalikan dari cara menyimpan alpukat agar cepat matang, alpukat yang sudha matang bisa kita simpan di kulkas, nih.

Hal ini memang tidak bisa menghentikan proses pematangan alpukat oleh zat etilen.

Namun dengan menyimpannya dalam kulkas, maka proses pematangan akan berjalan lebih lambat dibandingkan saat alpukat diletakkan di tempat yang hangat.

Membekukan alpukat juga bisa dilakukan agar alpukat bertahan lebih lama.

Letakkan alpukat dalam sebuah wadah tertutup, lalu simpan alpukat dalam freezer agar membeku. Alpukat beku bisa bertahan hingga enam bulan tanpa atau hanya sedikit berubah warna, lo.

Cara Menyimpan Alpukat yang Sudah Dibelah

Atau mungkin teman-teman ingin menyimpan sisa alpukat yang sudah dibelah di dalam kulkas dan akan digunakan kemudian?

Caranya adalah dengan letakkan sisa alpukat dalam wadah tertutup. Namun sebelumnya berikan air perasan lemon untuk membaluri alpukat lebih dulu agar tidka berubah warna, ya.

Nah, alpukat yang sudah dibelah ini bisa disimpan dalam keadaan beku selama tiga bulan di dalam freezer.

Sumber: bobo.grid.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200327 102952Foto: bbc | Mak Jah duduk di perahu yang bertengger di teras rumahnya yang tergenang air laut. - ULET IFANSASTI/GETTY IMAGES

SitindaonNews.Com | Banjir rob yang terjadi selama 20 tahun terakhir telah menenggelamkan dua dusun di Demak, Jawa Tengah, membuat lebih dari 200 kepala keluarga terpaksa pindah. Namun keluarga Pasijah memutuskan bertahan.

Perempuan paruh baya yang akrab disapa Pasijah itu mengayuh dayung sampan yang selama beberapa tahun terakhir dipakainya untuk bepergian.

Air laut yang mengepung rumah membuatnya harus menggunakan sampan ke mana pun, bahkan ketika sekadar harus ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari, serta mengantar anaknya ke sekolah.

Keluarga Pasijah adalah satu-satunya keluarga yang bertahan di Dusun Rejosari Senik, Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah.

Abrasi yang terjadi selama 20 tahun terakhir telah menenggelamkan dua dusun di Desa Bedono yang membuat lebih dari 200 kepala keluarga terpaksa pindah.

"Desa ini dulunya dikelilingi sawah. Saya di sini juga menanam padi dan jagung. Tapi rob datang terus menerus, akhirnya dibuat tambak. Tapi rob semakin parah sekarang malah jadi laut," ujar Mak Jah, panggilan akrab Pasijah.

Sejak tahun 2001, banjir rob menjadi langgangan pesisir Demak yang berdekatan dengan ibu kota Jawa Tengah, Semarang. Namun akhirnya, banjir yang biasanya menerjang setahun sekali, lambat laun menjadi banjir permanen.

Pada tahun 2004, air laut mulai menggenangi desa. Hingga akhirnya dua tahun kemudian, seluruh warga dusun tempat tinggal Mak Jah, terpaksa pindah.

"Tahun 2005 ada unjuk rasa [menuntut relokasi], tahun 2006 sedikit demi sedikit warga mulai pindah hingga tahun 2010 sudah kosong, tinggal saya saja. Sendirian, tidak ada temannya," tutur Mak Jah.

Laut yang dulunya berjarak sekitar empat kilometer dari rumahnya pun perlahan-lahan menggenangi rumahnya.

Teras depan rumah yang terendam air membuatnya harus menyesuaikan tata letak rumahnya. Ruang tamu dia jadikan kamar tidur sementara pintu belakang dan dapur, kini jadi pintu masuk ke dalam rumah.

Mak Jah mengaku terpaksa meninggikan lantai rumah tiga kali agar tak tenggelam.

"Saya tinggikan sendiri. Saya pakai perahu ke rumah-rumah, cari pecahan tembok yang sudah dipakai. Saya izin ke yang punya rumah. Kalau nggak diizinkan saya tidak ambil," kata dia.

Dengan kondisi rumah yang dikepung air laut, setiap hari Mak Jah harus berjibaku dengan air pasang yang selalu menerjang sejak petang hingga tengah malam.

Suatu kala, air laut pasang hingga mencapai tempat tidurnya, membuatnya terbangun dalam kondisi basah kuyup di tengah malam.

"Bantal basah semua, kemambang (terapung)," ujarnya sambil membayangkan pengalamannya itu.

"Kapok, amben-amben terus didhuwurke (tempat tidur lalu ditinggikan)," imbuhnya.

Kendala ekonomi menjadi faktor utama keluarganya bertahan di rumah itu.

Mata pencaharian Rohani, suami Mak Jah, sebagai nelayan disebut hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, keluarga Mak Jah membantu pembibitan mangrove yang ditanam di sekitar rumahnya.

Dia mengaku sudah menanam puluhan ribu mangrove, bekerja sama dengan perguruan tinggi di Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup Demak.

"Saya bertahan di sini, meski tidak punya uang, tidak bisa makan, ya seadanya. Nyatanya sudah tidak bisa minta bantuan ke teman atau tetangga," kata dia.

Namun, Mak Jah mengaku merasa terpanggil untuk merawat desanya dengan menanam mangrove di lokasi di mana dulu dusunnya berada, meski tak ada orang lain yang bertahan di desa itu.

Panggilan itu yang kemudian membulatkan tekadnya untuk bertahan di rumah itu.

"Saya tidak ingin pindah. Sudah diniati di sini, kami tinggal di sini," tuturnya berkukuh.

Mereka yang "terusir" karena terancam tenggelam

Demak mengalami perubahan garis pantai hingga 5 km ke arah darat akibat abrasi.

Akibatnya, pada tahun 2006 sebagian besar rumah milik 206 KK di Desa Bedono mulai terendam air. Setelah warga menuntut relokasi, mereka dipindahkan ke desa lain di Kecamatan Sayung, termasuk perempuan paruh baya bernama Maryati.

Maryati yang berusia 53 tahun itu mengatakan bahwa genangan air laut telah membuat lapuk dinding rumahnya yang terbuat dari papan. Imbasnya, hampir setengah rumahnya rusak.

"Bagian belakang rumah sudah rusak kena ombak. Dinding yang terbuat dari papan sudah rontok," tuturnya.

Khawatir anaknya yang kala itu masih kecil akan terdampak banjir laut. Dengan sedikit bantuan material yang diberikan pemerintah daerah, dia membangun rumah yang berjarak sekitar 5 km dari rumah sebelummya.

Senada, kekhawatiran banjir laut yang kian tinggi juga menjadi alasan Muningsih dan keluarganya untuk pindah dari Rejosari.

"Kalau rob masuk rumah, air bisa menggenangi rumah."

"Saya jadi takut, lalu saya minta pindah. Sebenarnya tidak punya dana, lalu cari pinjaman uang dan bangun rumah," ujarnya.

`Lebih dari 100 desa terancam tenggelam`

Pekalongan dan Demak merupakan salah satu daerah di pesisir Indonesia yang terancam tenggelam. Penurunan muka tanah, ditambah dengan pemanasan global menjadi penyebab utama potensi tenggelamnya pesisir Indonesia.

Peneliti Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas menuturkan kenaikan permukaan air laut di Indonesia (sea level rise) akibat pemanasan global diperkirakan sekitar 3 - 8 milimeter per tahun.

sea level rise
BBC

Sementara, penurunan muka tanah (land subsidence) diperkirakan sekitar 1-10 sentimeter per tahun. Bahkan, di beberapa tempat seperti Pekalongan dan ibu kota Jakarta, perkiraan penurunan muka tanah mencapai 15 hingga 20 sentimeter.

"Di Jawa lebih dari 100 desa kena dampak," ungkap Heri.

Merujuk data Road Map Land Subsidence yang dirilis Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi pada 2019, luasan area terdampak banjir rob di Pantai Utara Jawa mencapai 11.400 hektar dan abrasi (erosi pantai) mencapai sekitar 5.000 hektar.

Diketahui bahwa Pekalongan dan Demak merupakan dua kota yang mengalami banjir rob dengan luasan paling besar.

Pekalongan, `salah satu kota dengan laju penurunan muka tanah tercepat di dunia`

Peneliti Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas menuturkan penurunan muka tanah terutama terjadi di daerah anglomerasi, pesisir yang banyak orangnya.

"Yang cepat potensi tenggelam Pekalongan.

"Pesisir Pekalongan di situ memang orang sudah banyak, terutama banyak nelayan, petani, masyarakat menengah ke bawah. Sekarang sudah terimbas oleh banjir laut ini," imbuhnya.

Pekalongan di pesisir utara Jawa Tengah, mengalami penurunan tanah sekitar 1-20 sentimeter setiap tahunnya.

Pada tahun 2018, tercatat 31 persen wilayah daratan Pekalongan telah tergenangi air laut secara permanen.

Lahan yang dulunya sawah dan kebun, kini banyak dimanfaatkan sebagai tambak ikan.

Salah satu warganya, Sisriati, terpaksa meninggikan lantai rumahnya hingga satu meter.

Imbasnya, jarak antara lantai dan langit-langit rumah semakin pendek.

"Kalau berjalan [di dalam rumah] harus hati-hati, kalau nggak hati-hati ya kejegluk (terbentur). Tamu-tamu juga sering kejegluk soalnya ini kan sudah mentok, nggak bisa ke atas lagi wong atasnya sudah rapuh," tuturnya.

Sisriati memilih bertahan tinggal di sana meski rumahnya terus ambles dan sumber penghasilannya menghilang.

"Dulu sebelum ada rob sekitar sawah itu masih bisa ditanami sebelum jadi tambak. Jadi kehidupan di sini dulu tercukupi ekonominya. Menanam padi juga masih bagus penghasilannya bagi para petani."

"Tetapi sekarang banyak yang menganggur," jelasnya.

`Impian saya, jadikan area bebas yang kita hijaukan`

Banjir rob yang datang setiap tahun di Pekalongan, adalah alasan utama dibangunnya tanggul pengendali ombak di kota tersebut.

Proyek ini menelan biaya hingga Rp500 miliar. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan sejumlah pompa air berkapasitas 2.000 liter/detik.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ketika awal tanggul itu dibangun, dia mengaku sulit sekali mendapat dukungan dari masyarakat yang menuntut ganti rugi.

"Pada saat peralatan berat mau masuk [ke area proyek], ternyata dicegat orang. Selalu begitu sampai akhirnya sekarang sudah mulai kelihatan tanggulnya," ungkap Ganjar.

"Kurang lebih 22.000 KK bisa diselamatkan," akunya.

"Tahap berikutnya adalah kita menyiapkan rencana berikutnya. Tapi kalau tidak, saluran-saluran air harus diperbaiki."

Dia mengatakan, pemerintah masih mencari solusi jangka panjang untuk permasalahan tata ruang serta ekonomi wilayah terdampak.

"Kalau impian saya, dibebaskan, tidak untuk perumahan, tidak untuk industri, biarkan mereka menjadi area bebas yang kita hijaukan kemudian kita tanam sesuatu yang bisa menahan, antara lain mangrove atau barangkali di beberapa pantai itu cemara udang. Tapi, mahal sekali dan mereka belum tentu mau," ujar Ganjar.

"Tapi kalau menunggu alam dan kondisi tiba-tiba membaik dan airnya surut, itu seperti menunggu Godot. Tidak akan pernah datang," cetusnya.

Tulisan ini merupakan bagian dari laporan seri tentang Pesisir Indonesia yang terancam tenggelam di situs BBC News Indonesia. Anda juga bisa menyimak kisah ini di Siaran Radio Dunia Pagi Ini BBC Indonesia.

Produksi visual oleh Anindita Pradana dan grafis oleh tim jurnalis visual East Asia BBC News.

Sumber: vivanews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
1584799108773
 
SitindaonNews.Com | Dibandingkan dengan jenis buah-buahan lainnya, alpukat terbilang lebih rentan busuk. Baru ditinggal sebentar di meja dapur, tahu-tahu besoknya sudah terlalu matang dan busuk. Alhasil, belum sempat dimakan, alpukat sudah harus dibuang.
 
Karena usianya yang cenderung pendek, buah bercita rasa creamy ini pun kurang cocok untuk dijadikan persediaan dalam waktu lama. Tentu saja, hal ini akan sedikit merepotkan, kalau kita tak bisa membelinya secara rutin dan lebih tertarik untuk beli sekali banyak.
 
Tapi ternyata, ada sebuah tips yang bisa membuat buah alpukat tak cepat busuk, lho. Bahkan, ia bisa disimpan hingga beberapa bulan ke depan.
 
Dilansir Well and Good, seorang food blogger asal Amerika Serikat bernama Bethany Urgate membagikan rahasia supaya buah alpukat bisa tetap segar meski disimpan berbulan-bulan. Caranya, adalah dengan membekukannya.
Ya, buah alpukat yang masih utuh dan belum dikupas dimasukkan ke dalam freezer. Nantinya, saat hendak dikonsumsi, rendam sebentar alpukat menggunakan air hangat dan diamkan di suhu ruangan. Ketika dikupas, daging buahnya masih terlihat sangat segar, selayaknya baru dibeli.
 
Bethany juga menambahkan, kita bisa memasukkan buah alpukat ketika tingkat kematangannya sudah pas sesuai selera. Tekstur dan rasanya pun akan tetap segar.
 
Tips ini bisa kita lakukan kalau harus menyetok buah dalam waktu lama dan tak bisa keluar rumah sering-sering. Coba praktekkan, yuk!

Sumber: .kumparan.com

0
0
0
s2sdefault

Subcategories