fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1626098113642Bapak Ibnul Mubarak menunjukkan lokasi tanggul yang dijebol orang lain diduga dilakukan tetangga pemilik kebun  serta lokasi kebunnya yang tergenang air

Kontributor: A. Harahap,  B. Ritonga
Editor: Z. A. Sitindaon

Labuhan Deli- Sitindaon News |  Bapak Ibnul Mubarak warga Dusun 2, Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara, dengan wajah sedih pada hari Minggu tanggal 10 Juli 2021 kemaren mengadu kepada kontributor Sitindaon News karena sudah lelah tidak tau mau mengadu kemana lagi, pasalnya tanggul yang dibangunnya untuk penahan Air ROB agar tidak menggenangi kebunnya dan kebun warga lain di sekitarnya di Dusun 2 Paluh Bandung dijebol oleh orang² suruhan warga lain yang diduga adalah pemilik kebun sawit berbatasan dengan kebunnya tanpa musyawarah sebelumnya dengan pak Ibnul yang membangun tanggul tersebut.

FB IMG 1626076938657Lokasi tanggul ROB milik Ibnul Mubarak yang dijebol atau dirusak orang lain

Peristiwa tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu, saat bapak Ibnul Mubarak meninjau kebunnya sudah tenggelam penuh dengan air ROB atau air pasang dari laut, setelah diperiksa penyebabnya adalah tanggul yg dibangunnya ternyata telah dijebol orang lain sehingga air ROB saat pasang laut naik menggenangi seluruh kebunnya..

FB IMG 1626076967823Pohon Sawit bapak Ibnul yang terendam air ROB

Akibatnya tanaman dikebun tersebut rusak bahkan ada bebeberapa yang sudah mati,

Ketika pemilik kebun yang diduga telah merusak tanggul tersebut dihubungi oleh kontributor Sitindaon News melalui sambungan telepon selular untuk menanyakan hal tsb menjawab tidak mau berurusan dengan orang lain selain Kepling atau aparatur Desa setempat karena masalah ini katanya sudah dibicarakan dengan kepling.

IMG 20210711 WA0005Kantor Desa Telaga Tujuh Labuhan Deli Deli Serdang

Bapak Ibnul Mubarak telah melapor ke aparat desa melalui Kepala Dusun 2 Telaga Tujuh meminta agar aparat desa memanggil pemilik kebun yang diduga telah merusak atau menjebol tanggul tersebut untuk memperbaiki kembali tanggul tersebut seperti semula, namun hingga berita ini diterbitkan aparat desa belum melakukan tindakan apapun atau mempertemukan kedua pihak untuk mediasi.

Sebagai akibat dari meluapnya air ROB melalui tanggul yang dijebol tersebut selain menggenangi kebun dan merusak tanaman warga juga telah merusak jalan desa yang dibangun dengan ADD tahun 2019 yl..

IMG 20210712 WA0010Jalan desa yang dibangun dari dana ADD 2019 juga sudah rusak parah sebagai akibat dari meluapnya air ROB dari tanggul yang jebol

Untuk itu Bapak Ibnul Mubarak meminta agar tanggul tersebut segera diperbaiki kembali oleh orang yang telah merusaknya, jika tidak ditemukan penyelesaian yang baik maka kasus tersebut akan ditempuh melalui jalur hukum.

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

5ea93f5ee2e87Ilustrasi Uang

SitindaonNews.Com | Ratusan warga di tiga desa Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapat "durian runtuh" setelah menjual tanah mereka ke PT Pertamina.

Lahan yang dijual itu masuk dalam proyek pembangunan kilang minyak new grass root refinery (NGRR) Pertamina yang bekerja sama dengan perusahaan asal Rusia.

Warga yang mendapat "durian runtuh" itu berasal dari tiga desa, Desa Sumurgeneng, Desa Wadung, dan Desa Kaliuntu.

Setelah menerima uang ganti untung pembebasan lahan, masing-masing warga punya cara sendiri menikmati uang tersebut.

Sebagian besar memborong mobil, membeli tanah, dan membangun rumah. Beberapa di antara mereka juga merenovasi rumah dan menyimpan uang di bank.

Salah satu warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Sodir merupakan salah satu di antara ratusan orang yang menjual lahan kepada PT Pertamina.

Lahan Sodir yang terkena pembebasan seluas 10 meter persegi x 200 meter persegi. Lalu pekarangan rumahnya seluas 17 meter persegi x 70 meter persegi.

Dari luas tanah itu, Sodir mendapat uang sebanyak Rp 4 miliar.

Tetapi, bukannya merasa untung, Sodir justru merasa tekor.

"Kalau dihitung ya tekor, tanahnya dibeli harganya Rp 600.000 awalnya, kalau beli tanah lagi di tempat lain harganya naik," kata Sodir saat ditemui Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Sodir telah mencoba membeli tanah di desa tetangga, tetapi harganya lebih mahal ketimbang biaya pembebasan yang didapat dari PT Pertamina.

"Bahkan, sekarang harga tanah Rp 1,5 juta per meternya," kata Sodir.

Tak pernah menolak
Sodir merupakan salah satu warga yang sejak awal menerima lahan dan rumahnya dibebaskan untuk pembangunan kilang Pertamina.

Ia pun harus pindah ke tempat lain. Karena tak ada penolakan, proses pembayaran pembebasan lahan sudah lebih awal dan tidak ada kendala.

Sodir mengaku, dirinya hanya mengikuti arahan dari pemerintah desa bahwa lahan dan rumahnya masuk dalam wilayah proyek pembangunan kilang.

"Saya tahunya waktu itu tanahnya dibeli dan rumahnya disuruh pindah, ya pindah saja yang penting dikasih uang," terang Sodir.

Baca juga: Warga Tuban Borong 176 Mobil Bersamaan, Sutrisno: Biar Viral, Biar Ketemu Sama Pak Presiden

Proyek pembangunan kilang minyak NGRR Pertamina yang berada di Kecamatan Jenu itu menelan dana USD 15 miliar hingga USD 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun.

Proyek kilang minyak di Tuban ditargetkan beroperasi pada 2024 memiliki luas mencapai 821 hektar lahan darat yang terdiri dari 384 hektar lahan warga, sisanya adalah lahan KLHK seluas 328 hektare dan lahan Perhutani 109 hektare.

Untuk kebutuhan lahan darat, tersebar di Desa Kaliuntu enam bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani satu bidang, dan di KLHK satu bidang.

Sumber: -kompas-com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210507 020312

SitindaonNews.Com | Rusia pada Kamis melaporkan 7.639 kasus tambahan COVID-19, termasuk 2.114 kasus di Moskow, sehingga total infeksi corona negara itu menjadi 4.855.128 kasus.

Pusat krisis virus corona Rusia menyebutkan 351 pasien COVID-19 telah dikonfirmasi meninggal dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah kematian akibat infeksi corona resmi menjadi 112.246 jiwa.

Badan statistik federal Rusia telah melakukan penghitungan terpisah dan melaporkan sekitar 250.000 kematian terkait dengan COVID-19 dari April tahun lalu hingga Maret tahun ini.

Menurut perhitungan Reuters berdasarkan data dari badan statistik negara, Rusia mencatat lebih dari 400.000 kematian dari April 2020 hingga Maret 2021 selama pandemi COVID-19.

Sumber: antaranews

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1611195387767Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang memasuki masa pensiun. TEMPO/M Taufan Rengganis

SitindaonNews.Com | Calon Kapolri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta tak ada lagi anggota Kepolisian yang berusaha memberikan hadiah kepada pimpinan demi meraih jabatan. Sigit mengatakan jajaran Polri cukup bekerja dengan baik dan mengabdi kepada rakyat.

"Saya sering sampaikan, tidak ada lagi anggota pusing-pusing mikirin apa yang harus saya kasih ke pimpinan. Saya minta di masa saya janganlah berpikir seperti itu," kata Sigit saat fit and proper test di Komisi III DPR, Rabu, 20 Januari 2021.

Sigit menyatakan penilaian dan penempatan akan dilakukan secara proporsional dan berbasis kompetensi. Maka dari itu, dia mewanti-wanti agar anggota Kepolisian tak lagi memikirkan bagaimana mendapatkan jabatan melalui pimpinan.

"Karena sudah ada parameternya, penilaian assesment standarnya. Nanti akan diatur di situ. Anggota cukup bekerja dengan baik," kata Sigit.

Sigit juga menanggapi pertanyaan terkait strateginya menjaga soliditas Kepolisian. Soliditas ini banyak dipertanyakan lantaran ia melewati dua angkatan seniornya untuk menjadi pimpinan Korps Bhayangkara.

Menurut Listyo Sigit, dia akan menjaga proporsionalitas jabatan jajaran Kepolisian. Dia mengatakan proporsionalitas angkatan ini akan dipertimbangkan dengan tetap mendasarkan pada penilaian kompetensi. "Hal ini akan kami atur secara proporsional, senior juga tetap memiliki ruang, junior yang berprestasi juga kami berikan kesempatan. Kami uji dan lihat dari kompetensi, namun proporsional akan kami lakukan," ujar dia.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1614512305896

"Algojo Koruptor" itu telah pergi.

SitindaonNews.Com | Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Artidjo Alkostar tutup usia pada Minggu (28/2/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Artidjo dikenal sebagai sosok yang bersih dan ditakuti oleh koruptor saat dirinya masih bertugas sebagai Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA).

Artidjo mengawali karirnya sebagai advokat. Setelah menjadi advokat selama 28 tahun, Artidjo menjabat sebagai hakim agung terhitung sejak tahun 2000.

Artidjo Alkostar dikenal sebagai Hakim Agung yang dijuluki algojo oleh para koruptor.

"Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan politik,"

Adapun sejak berkarier pada tahun 2000 di MA, belasan koruptor diketahui mendapatkan hukuman tambahan dari Artidjo saat berharap mendapatkan keringanan di tingkat kasasi.

Mereka antara lain mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh, mantan kerua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Artidjo resmi pensiun dari MA sejak 22 Mei 2018 setelah berkarier selama 28 tahun. Setahun setelah pensiun dari MA, pada 2019, Artidjo menjadi anggota Dewan Pengawas KPK.

#TurutBerdukacita

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210111 195647Ilustrasi alat hisap sabu atau bong

SitindaonNews.Com | Warga menggerebek tiga oknum polisi sedang pesta narkoba jenis sabu di sebuah rumah kosong di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 5 Januari 2021 dan video penggerebekan viral di media sosial.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan, Senin 11 Januari 2021. Tiga oknum itu, ia mengatakan, tengah diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sumut.
"Ada (benar) sekelompok masyarakat melakukan penggerebekan terhadap anggota Polri," tutur Hadi.

Namun, Hadi enggan membeberkan identitas tiga oknum polisi yang tertangkap warga sedang asyik pesta narkoba itu. Ia menjelaskan bahwa ketiganya dengan perincian satu orang bertugas di Polsek Panai Tengah dan dua orang lainnya anggota Pol Air Polres Labuhan Batu.

Mereka disebutkan ada yang berpangkat bripka dan juga brigadir. "Ketiga orang ini sudah meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian masyarakat melakukan penangkapan dan melaporkan ke polres setempat," sebut Hadi.

Hadi mengungkapkan, seluruh oknum polisi diamankan itu, akan diproses secara hukum dan kode etik di Polri. Meski pihak kepolisian kembali enggan menyebutkan untuk barang bukti yang diamankan.

"Pidananya kita proses, karena ini kasus atensi kali. Bapak kapolda menekankan bahwa tidak ada tempat terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika, siapa pun orangnya," kata Hadi.

Hadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peduli dengan pemberantasan narkoba. Apalagi, melibatkan penegak hukum seperti oknum Polri tersebut. Sudah dipastikan diharamkan menggunakan narkoba.

"Kami menyampaikan terima kasih karena telah membantu petugas kepolisian melakukan hal seperti ini. Kami (juga) terus mengimbau kepada masyarakat jika menemukan oknum siapa pun itu, untuk segera melaporkan ke kami untuk ditindak lanjut," ungkap Hadi.

Sumber: .viva.co.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20210222 150455Mobil Minibus Avanza tabrakan maut dengan bus Intra

SitindaonNews.Com | Peristiwa tabrakan maut antara minibus Avanza BK 1697 QV dengan bus penumpang  Intra BK 7091 TL yang terjadi kemarin hari Minggu, 21/2/21 pukul 20.30 WIB di jalan lintas Sumatera, Tebing Tinggi - Pematang Siantar Km.89-90 Ds. Gunung Kataran Pabatu Kec.Tebing Tinggi Kab.Serdang Bedagei Sumatera Utara. 

Kronologis tabrakan maut antara Mobil Avanza BK.1697.QV kurang hati2 dengan kecepatan tinggi hilang kendali datang dari arah P.Siantar menuju ke Tebing Tinggi tidak memperhatikan mobil bus Intra Bk. 7091.TL yg datang dari arah berlawanan, sehingga terjadi kecelakan tabrakan laga kambing.. 

Adapun mobil Avanza tersebut dengan penumpang dan pengemudi sebanyak 9 orang diantaranya 3 orang laki² dan 6 orang perempuan dilaporkan semuanya meninggal dunia di tempat kejadian perkara. :

Berikut nama² korban:
1. Nama : Fahrul Hanafi (laki2)
Tgl Lahir : Medan, 19.3.1998
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang
(Pengemudi)

2. Nama : Arzita Haulani (Perempuan)
Tgl Lahir : Medan,
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

3. Nama : Fiqih Anugrah (Laki-laki)
Tpt/Tgl Lahir : Laut Dendang, 4-11-2002
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

4. Nama : Rafika Anggreyani Nasution
Tpt/Tgl Lahir : Laut Dendang, 7-3-2001
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Kec.Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

5. Nama : Nadila Anggreyani Nasution ( Perempuan)
Tpt/Tgl Lahir : Laut Dendang, 22-9-2003
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

6. Nama : Nur Annisa ( Perempuan)
Tpt/Tgl Lahir : Pematang Siantar, 28-3-1998
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

7. Nama : Isma Al Janah ( Perempuan)
Tpt/Tgl Lahir : 23 Tahun
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

8. Nama : Juwita Asri Sormin ( Perempuan)
Tpt/Tgl Lahir : 19 Tahun
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

9. Nama : Ahmad Ridho Zaki Nasution ( Laki-laki)
Tpt/Tgl Lahir : Laut Dendang, 15-04-2004
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Dsn.IX Kenangan Ds.Laut Dendang Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1610257380633

DIA KINI SEDANG BERDOA DI GEREJA MAHA DAMAI

Ini Diego Mamahit, sang copilot. Sesungguhnya, saat itu bukanlah jadwal terbangnya - sebab jadwalnya adalah malam.

Dia mengubah dan pindah jadwal agar bisa ke gereja pagi esoknya. Maka terjadilah misteri penyelenggaraan Illahi. Terjadilah musibah itu.

Namun kini Diego sungguh berada di "Gereja-Nya" yang maha kudus dan abadi. Keinginannya yang indah dan kudus untuk ke "gereja" pagi terpenuhi.

Selamat memuji Dia di gereja maha damai Diego...

By : HT

Sumber" https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3761097290623399&id=100001694961139

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210222 130142

SitindaonNews.Com | Polisi menetapkan dua orang berinisial RS (43) dan SP (42) sebagai tersangka perdagangan bayi di Kota Medan yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu.

RS dan SP ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka A (42) yang terlebih dahulu diamankan.

"RS dan SP berprofesi sebagai bidan. Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar," kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Simon P Sinulingga, di Medan, Jumat.

Saat mengamankan kedua tersangka, petugas menemukan bayi berusia tiga minggu yang selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Total sudah dua bayi yang berhasil diamankan dari para tersangka.

Ia menjelaskan bahwa tersangka SP berperan menjual bayi pada tersangka RS.

Kemudian RS menjualnya kepada tersangka A. "Ada bukti transfer sebesar Rp13 juta dan tersangka juga sudah mengakui. Ini sindikat penjualan bayi. Kami masih terus dalami untuk membongkar kasus ini," tuturnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan orang tua bayi.

"Apakah bayinya dijual, diculik atau apa, kita kan belum tahu. Semoga orang tua bayi ditemukan," ujarnya.

Sebelumnya, Subdit IV/Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara mengungkap perdagangan bayi di kawasan Asia Mega Mas, Kota Medan pada Senin (15/2).

Petugas mengamankan tersangka A beserta barang bukti berupa dua handphone, uang Rp3.682.000, KTP dua lembar, SIM dan STNK motor.

Sumber: jpnn.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210103 131649

SitindaonNews.Com | Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan ruang rawat inap di Tower 4, 6, dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta terisi 3.226 pasien dari 4.424 tempat tidur yang tersedia atau 72,92 persen pada Minggu, 3 Januari 2021.

"Pasien rawat inap terkonfirmasi positif di Tower 4, 6 dan 7 (sebanyak) 3.226 orang, 1.668 pria, 1.558 wanita," ujar Aris dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, Aris mengatakan 857 orang mengisi ruangan isolasi mandiri Tower 5 RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta pada Minggu (3/1), terdiri dari 504 pria dan 353 wanita.

Berdasarkan data tempat tidur yang dibagikan Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian pada 21 September 2020, Tower 6 memiliki 1.300 tempat tidur, Tower 7 memiliki 1.578 tempat tidur, Tower 4 Wisma Atlet memiliki 1.546 tempat tidur, dan Tower 5 memiliki 1.570 tempat tidur.

Pemerintah pertama kali membuka Tower 6 dan 7 Wisma Atlet sebagai Rumah Sakit Darurat khusus penanganan COVID-19 sejak 23 Maret 2020.

Tower tersebut yang digunakan sebagai ruang rawat inap pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Kemudian, pemerintah membuka lagi Tower 4 dan 5 yang dikhususkan menjadi ruang karantina pasien dengan kondisi tanpa gejala (asimtomatis) dan pasien yang tidak punya tempat untuk melakukan isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi COVID-19.

Tower 5 lebih dulu dioperasikan untuk isolasi mandiri, yaitu pada 15 September 2020. Selanjutnya, Tower 4 baru mulai dioperasikan pada 21 September 2020.

Namun pada Senin (30/11), Kepala Sekretariat RSD COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Kesehatan Laut dr R M Tjahja Nurrobi menginformasikan adanya alih fungsi Tower 4 sebagai ruang perawatan pasien, bukan lagi sebagai ruang isolasi mandiri.

Kemudian pada Selasa (22/12), Komandan Lapangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut Muhammad Arifin juga menginformasikan alih fungsi Tower 5, semula ruang isolasi mandiri menjadi ruang perawatan cadangan (spare) untuk merawat pasien dengan gejala COVID-19.

Alih fungsi tersebut disebabkan jumlah pasien bergejala COVID-19 di tiga tower (ruang rawat inap tower 4, 6, dan 7) sudah lebih dari 75 persen. Sehingga praktis sejak itu, RSD Wisma Atlet tidak menerima pasien dengan kondisi tanpa gejala (asimtomatis).

Sejak beroperasi pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021, RSD Wisma Atlet memiliki 40.336 pasien yang terdaftar melakukan perawatan COVID-19.

Dari jumlah tersebut, 36.539 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Sedangkan, dari 23.151 orang pasien yang terdaftar di Tower 5 RSD Wisma Atlet sejak 15 September 2020, 22.241 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Aris mengatakan RSD Wisma Atlet juga memberikan rekomendasi rujukan pasien COVID-19 ke RS Penanganan COVID-19 lain yang terdekat.

RSD Wisma Atlet telah merujuk pasien ke Rumah Sakit Penanganan COVID-19 lain di DKI Jakarta sebanyak 556 orang sejak dioperasikan pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021.

Sedangkan, pasien meninggal dunia selama perawatan di RSD Wisma Atlet berjumlah 17 orang terhitung sejak 23 Maret tersebut.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

6030c45212fa4Kapal motor penyeberangan (KMP) Bili yang beropeasi di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) terbalik atau tenggelam, Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, saat ini tim masih dalam perjalanan ke lokasi.(KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA)

SitindaonNews.Com | Tim penyelamat diterjunkan untuk mencari kemungkinan adanya korban dalam musibah terbaliknya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bili di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ( Kalbar), Sabtu (20/2/2021) pukul 14.00 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi menuturkan, tim belum mengetahui penyebab terbaliknya kapal tersebut. Timnya sedang fokus pada upaya pencarian.

"Kami belum mengetahui pasti penyebabnya. Saat ini, tim gabungan fokus untuk mencari apakah masih terdapat korban yang terjebak di kapal tersebut dan belum sempat menyelamatkan diri," terang Yopi, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu sore.

Yopi menerangkan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi cukup cepat.

"Kejadiannya cukup cepat, tim penyelamat kami dari Pos Sintete sudah menuju lokasi kapal feri terbalik tersebut," ujar Yopi.

Pihaknya belum mengetahui apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Yopi memastikan, pembaharuan informasi selanjutnya akan disampaikan sesegera mungkin.

"Saat ini kami fokus kepada korban. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan nanti," ujar Yopi.

Yopi menuturkan, tim penyelamat Pos Sintete bergerak menuju Dermaga Perigi Piai dengan menggunakan rigid inflatable boat, dilengkapi dengan peralatan medis, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan evakuasi, peralatan selam dan alat pelindung diri Covid-19.

“Unsur yang terlibat Pos Sintete, KSOP Sintete, Polsek Tebas, Tagana Tebas dan masyarakat,” tutup Yopi.

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20201230 185831

SitindaonNews.Com | Seorang oknum anggota polisi diduga menembak istri dan anaknya, lalu bunuh diri. Kejadian tersebut terjadi di rumah di Jalan Tirta Mulya Satu, RT02/03 No 65, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (30/12).

Seorang saksi mata, Ketua Pokdarkhamtibmas Sektor 731, Kondang, mengatakan, warga digegerkan dengan suara tiga kali tembakan yang berasal dari rumah oknum polisi berinisial Aiptu STP (57). "Saya dengar tiga kali tembakan dan teriakan," ujar Kondang, Rabu (30/12).

Dia menambahkan, diduga pelaku yang merupakan anggota kepolisian, menembak anggota keluarganya. Kemudian, dia mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri. "Infonya, korban istrinya dan seorang anaknya yang juga anggota polisi," terang Kondang.

Korban penembakan yakni istrinya CR (55) dan anaknya yang juga anggota polisi berinisial Bripda RKA (21). "Telah terjadi dugaan penembakan kemudian pelaku melakukan bunuh diri. Dua orang korban merupakan istri dan anaknya," kata Kapolrestro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah.

Pelaku yang bertugas di Polsek Tebet bunuh diri dengan luka tembak dibagian mulut tembus ke leher. Sedangkan korban CR mengalami luka tembak dibagian lutut bagian kanan dan sedang dirawat di RS Hermina Depok untuk dilakukan pertolongan pertama. 

"Korban Bripda RKA tertembak dibagian paha kanan dan didada sebelah kanan. Korban saat ini dirawat di RS Hermina untuk dilakukan pertolongan pertama. Sedangkan mayat pelaku dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta," kata Azis. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian Polrestro Depok sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan sementara lokasi kejadian dipasang garis police line. "Kami sedang meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui motif kejadiannya," ucap Azis

0
0
0
s2sdefault