fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1610058380152

KESOMBONGAN ORANG JAKARTA

Sebetulnya hanya untuk menyebut beberapa orang. Artinya tak setiap orang Jakarta sombong. Yang baik, rendah hati, dan pintar, sebenarnya lebih banyak. Cuma, media konvensional lebih suka mengutip orang Jakarta yang sombong. Sudah sombong, buruk pula.

Tadi sore, misalnya, TV-One meminta komentar Ridwan Saidi, mengenai ‘temuan’ tunawisma dalam blusukan Tri Rismaharini. Mensos yang baru seumur jagung, dari Surabaya langsung blusukan, dan bikin gerah orang Jakarta.

Ridwan Saidi, lahir dan tinggal di Jakarta, sejak 80 tahun lampau. Sementara Risma? Belum juga seminggu. Mangkanya Ridwan merasa dilecehkan. Bukan hanya mengritik Risma, tetapi juga menghinanya. Orang baru kemarin sore di Jakarta, katanya. Ridwan mengatakan dirinya lebih tahu Jakarta. Tak ada gelandangan di Thamrin, katanya. Di Jakarta ini banyak orang pintar, katanya pula. Omongan orangtua, yang seperti biasa, agak susah dihormati.

Bachtiar Chamsah, narsum bekas Menteri Sosial yang juga diminta komentar, mengatakan blusukan Risma itu politis. Tak ada gunanya. Ia mengamini pendapat Ridwan Saidi, di Jakarta itu banyak orang pintar. Dan ia juga menilai, langkah Mensos itu tidak benar. Ia minta urusin dulu itu soal korupsi menteri sebelumnya.

Bachtiar ini entah lupa, pura-pura dungu, atau muna. Ia sendiri juga mensos yang dipenjara karena korupsi mesin jahit dan impor sapi. Menteri Sosial jaman Megawati dan SBY itu (2001 s.d 2009), divonis bersalah karena korupsi dalam proyek pengentasan fakir miskin Depsos (2006). Tapi sore tadi itu ((7/1), politikus dari PPP itu berlagak suci.

Agak dengan bahasa belibet, Ahmad Riza Patria, wakil gubernur DKI Jakarta, yang juga menjadi narsum, sebetulnya sama penilaiannya. Sebagai penguasa Jakarta, meski wakil, ia merasa lebih tahu. Dan minta agar ada koordinasi (antara Pemda DKI dengan Pempus). Namun intinya sama, langkah Risma agaknya tak menyenangkan ‘orang’ Jakarta. Bahkan anggota DPRD DKI Jakarta, dari Demokrat, juga tak suka blusukan Risma yang dituding politis. Rocky Gerung juga tak suka, tapi kalau yang ini entah apa alasannya.

“Tak ada gelandangan di jalan Thamrin”, hanya untuk mengatakan Jakarta sudah baik. Tak ada kemiskinan, setidaknya di jalan protokol. Meski kata-kata Ridwan, benar-benar ironi. Apakah Ridwan yang pintar itu tahu, jembatan penyebrangan orang di Matraman bobrok? Dan mengkhawatirkan kondisinya, karena bisa ambrol? Kalau Ridwan tidak tahu, klaim soal banyak orang pintar di Jakarta itu, tak berkorelasi bahwa pintar = bermanfaat.

Ada begitu banyak kenyataan orang pintar tak bermanfaat, hanya karena merasa paling pintar alias sombong. Dan media yang memberi ruang pada persona seperti itu, demi kontroversi atau jebakan teori konflik, agar mendapatkan perhatian publik.

Keyakinan jadul itu, menunjukan ketidakmampuan media memposisikan diri dalam perubahan situasi sosial dan politik. Media kemudian merosot nilainya hanya sebagai amplifier. Ketika masyarakat awam mempunyai medianya (medsos), lembaga pers yang dulu disebut mainstream media (kemudian berubah menjadi media konvensional), kini bukan lagi lembaga yang bisa dipercaya.

Di Australia, dalam penelitian media tahun 2012, pers (juga partai politik) adalah lembaga yang tak lagi dipercaya. Hal yang sama, juga terjadi pada masyarakat AS, paska kemenangan Obama dan berpuncak pada Trump. Dalam Digital News Report 2019, Reuters yang memiliki lembaga untuk studi jurnalistik, melaporkan hasil kajiannya bahwa 33% warga global mengaku tak bisa lagi percaya pada kebenaran berita. Apalagi ketika media tak lagi bisa menutupi posisinya, yakni memiliki kepentingan-kepentingan berkait dengan keberadaannya. Bisa dari sisi ekonomi-bisnis, atau pun politis.

Jargon pemisahan fakta dan opini, masih didengung-dengungkan. Tapi beropini sejak dalam perencanaan berita yang mau dimunculkan, adalah fenomena yang makin nyata. Maka ketika Risma menemu gelandangan di Thamrin, bukan bagaimana pembahasan pada persoalan kenyataan sosial. Namun lebih pada soal menegasi apa yang dilakukan Mensos baru itu.

Mensos bukan walikota, demikian diksi yang dikeraskan. Ia mengurusi rakyat sak Indonesiah Rayah. Dan di situ, media menghilangkan substansi permasalahannya. Dan itu kesombongan baru. Orang Jakarta lebih sensi dengan angka 2024, daripada angka kemiskinan. | @sunardianwirodono.

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3870686419689381/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200416 154123

SitindaonNews.Com | Jansen Sitindaon, Wakil Sekjen Partai Demokrat mengucapkan selamat untuk semua menteri baru, khususnya Sandiaga Uno sebagai menteri baru dalam reshuffle kabinet Indonesia Maju yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo Selasa 22/12/20 kemaren. 

Jansen juga menyebutkan bahwa gara² mendukung Prabowo-Sandi dalam pilpres tahun lalu, dirinya sampai dibenci kaum sendiri Batak Kristen se Indonesia.

"Lupakan pilpres-pilpresan kembali ke kehidupan normal, kerja, cari uang untuk perbaiki ekonomi keluarga, itu yang lebih penting sekarang, jangan sampai keluarga tak bisa makan" kata Jansen. 

Terkait dengan pandemi Covid-19 yang sudah 10 bulan, dimana Partai Demokrat termasuk yang menyetujui Perppu memberi alokasi dana tanpa batas ke pemerintah, Jansen Sitindaon meminta kepada Menteri² baru tersebut untuk mempergunakan uang tersebut sebaik mungkin.  "Jangan lagi dikorupsi seperti kasus Bansos" kata Jansen. 

Berikut cuitan Jansen Sitindaon di akun twitter @jansen_jsp:

"Selamat utk semua Menteri baru khususnya bang @sandiuno yg krn mendukungnya habis-habisan di Pilpres lalu bersama pak @prabowo saya sampai dibenci kaum sendiri Batak Kristen se Indonesia Raya ini. Haha..😃 Kita tunggu kinerjanya bangun negara bersama pak @jokowi atasi covid dll🙏"

"Bagi teman² follower yg DM: "bang, tahu gini ngapain dulu sampai ribut dgn tetangga, saudara dll". Saran saya: sudah, lupakan pilpres-pilpresan kembali ke kehidupan normal, kerja, cari uang perbaiki ekonomi keluarga. Itu yg lebih penting skrg. Jgn sampai keluarga tak bisa makan."

"Terakhir sdh 10 bulan pandemi ini berjalan dampaknya menimpa semua aspek kehidupan masyarakat. Kami @PDemokrat termasuk yg menyetujui Perppu memberi alokasi uang tanpa batas ke pemerintah. Menteri² baru gunakanlah uang itu sebaik mungkin jgn lagi dikorupsi seperti kasus Bansos.🙏"

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Saya percaya bahwa radikalisme itu produk politik, bukan sifat asli bangsa Indonesia.

Singkatnya tokoh-tokoh partai Islam yang kalah melulu dalam pemilu otaknya buntu hingga melacurkan dirinya pada akademisi yang memang sedang mencari panggung.

Dalam artikel klasik, Zwischenbetrachtung/Religious Rejections of the World and Their Directions (1915), Max Weber menyoroti bahwa politik akan membawa-bawa agama sebagai bahan propaganda (pathos) dan sentimen kelompok, hingga mereka percaya bahwa kehidupan dan kematiannya akan berarti.

Pastinya mereka yang ngaku paling eslam akan ngamuk-ngamuk dan protes menuduh agnostik (tidak percaya agama) bahkan atheis (tidak percaya Tuhan).

Tetapi meladeni para primata yang lebih suka berteriak-teriak dibanding membaca memang gampang. Tidak usah diladeni "tinggal lo jual ane borong." Kerena itulah bahasa yang mereka mengerti.

Sukses tidaknya gerakan radikalisme sangat tergantung dari sikap pemerintah dan tingkat keberanian masyarakat untuk melawan.

Sayangnya di negara-negara yang demokrasinya sedang mencari bentuk, radikalisme akan sukses. Contohnya di negara-negara demokratis di Timur-Tengah justru babak belur. Hingga Mesir lebih memilih kembali sisi yang pro Hoesni Mubarak, mantan presiden terguling bahkan sempat dipenjara dengan memenjarakan Moersi.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kecil kemungkinan kita dipimpin junta militer model Mesir hanya karena masyarakat takut FPI-PKS and friends.

Sebabnya karena faktor netizen Indonesia yang julid nan lucu.
.
.
.
Lutfi Bakhtiyar

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3775469002544457

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

LFB IMG 1608700490450

PENCERAHAN DANSESKO TNI LETJEND TNI AGOES SUTOMO

"Masyarakat harus yakin.
TNI tetap setia pada NKRI dan rakyat.
TNI tahu kapan saatnya mengambil sikap kalau Negara memang dalam keadaan genting".
Letjend TNI Agoes Sutomo

(RANGKUMAN MATERI GEOPOLITIK DAN GEOSTRATEGIK INDONESIA DALAM KACA MATA INTELLIGENT)

1. Kalau kita mendengar presentasi Panglima TNI tentang perspectif ancaman pada ILC yang lalu maka kita akan paham kenapa INDONESIA menjadi sasaran target incaran Negara maju di Dunia.

2. Kekuatan Asing yang mengincar INDONESIA sangat berharap INDONESIA :
- Rusuh
- Perang Saudara
seperti di Suriah
sekarang.

3. Untuk itu mereka telah melakukan skenario (ibarat lingkar obat Nyamuk) secara sistematis melakukan Proxy War pelemahan Ketahanan Nasional INDONESIA dari masa ke masa secara bertahap dan halus.

4. Pelemahan sistem Pertahanan kita itu meliputi semua bidang.
Mulai dari :
- Ekonomi
- Politik
- Hukum
- Peraturan
Perundangan
- Sejarah
- Media Informasi
- Pergeseran watak
prilaku Bangsa
- Gaya hidup
- Institusi Pemerintah
termasuk pelemahan
TNI baik secara
FUNGSI dan
WEWENANG.

5. Pelemahan sistem Pertahanan ini tentu melalui Operasi Inteligent masive dan terstruktur.

6. Ada USER (State /non state (negara/kelompok elit).
Ada AGENT HANDLE, di bawahnya AGENT ACTION di bawahnya lagi INFORMAN berlapis.

7. Tiap struktur dan bagian ini bergerak menurut tupoksinya masing-masing.
Dimana diantara sesama merekapun tidak saling mengenal.
Yang tahu hanya SANG USER.

8. Mereka dibayar, dilatih untuk melakukan Operasi-operasi cipta kondisi bahkan SABOTASE dengan bantuan Dana tanpa batas serta dukungan Power Politik yang kuat.

9. Masing-masing agent ini masuk melebur kedalam sendi-sendi kehidupan ber-Negara kita.
Ada yang masuk dan menjadi :
- Tokoh Negarawan
- Dosen
- Pengamat
- Pejabat Publik
- Institusi
Pemerintahan
(Eksecutive, Legislatif,
Yudicative)
- Dunia Perbankan
- Dunia per-Filman

Bahkan sampai ke Istana dan Tubuh TNI-POLRI sekalipun.

10. Agent Handle sebagai Pengendali.
Agent Action sebagai Eksekutor.
Informan sebagai pengumpul informasi lapangan.

11. Masing-masing agent ada yang bergerak sebagai :
- Pendukung
- Kontra
- Pihak ke Tiga dari
Pemerintahan

12. Semua bergerak dalam rangka mengamankan setiap kepentingan USER di INDONESIA.
Salahsatu contoh yang marak sekarang adalah bagaimana merekayasa terjadi gejolak kerusuhan di INDONESIA.

13. Untuk menciptakan gejolak, masing-masing agent bergerak untuk menanamkan rasa :
- Saling benci
- Saling curiga
- Saling buruk sangka
Diantara sesama Anak Bangsa.

Baik :
- Antar Suku
- Antar Agama
- Antar Ormas
- Antar Ulama
- Antar Pengamat
- Antar Kampus
- Antar Parpol
- Antar Tokoh Bangsa.
- Termasuk antar
Institusi.

14. Kita semua seolah di paksa dan di giring kepada Satu titik yaitu PERANG.
Sekecil apapun masalah akan di peruncing dan diprovokasi.
Timbal balik.

15. Tujuan-nya hanya Satu : Menjadikan Anak Bangsa menjadi Bangsa yang,
- Sinis
- Egois
- Ambisius
- Sadis
- Anti kebersamaan

16. Kita dijauhkan dari sifat asli Bangsa INDONESIA seperti :
- Pejuang
- Militan
- Pemberani
- Kuat
- Kompak
- Suka Bermusyawarah
- Gotong Royong

17. Jadi kalau ada kejadian disekitar kita yang diluar kewajaran itu adalah salahsatu bentuk hasil kerja para agent tersebut.

18. Perang Saudara adalah hal yang sangat di inginkan USER Asing terhadap INDONESIA.
Agar kita akhirnya terpecah belah, hancur lebur, lemah untuk kemudian mereka kuasai (Jajah).

SOLUSI :

1. Jadi lah kita kembali menjadi jati dirinya Orang INDONESIA.
Sebuah kesadaran kolektif senasib Satu Bangsa dan Satu rasa cinta Tanah Air.
Tak ada pandang SARA.
Kita adalah sebuah Bangsa yang kuat dan bersaudara.

2. Jangan mau terpancing untuk menjadi "Tidak Waras" (sesuai keinginan USER) untuk punya keinginan :
- Saling bunuh
- Sling memerangi
- Saling menghabisi
antar sesama Anak
Bangsa.

Persoalan Politik diselesaikan dengan cara Politik yang moderat.

3. Kalau INDONESIA pecah perang Saudara, banyak Negara sekitar kita yang tepuk tangan dan bahagia.

4. Secara Politik Konstitusional.
_"Tidak ada yg lebih tepat dan baik kecuali kembali lagi kepada UUD 1945 dan PANCASILA sebagai Pemersatu Bangsa."_
Karena itu di buat oleh para Founding Father kita melalui sebuah :
- Perenungan
- Pemikiran
- Penghayatan yang
sangat dalam sesuai
dengan kondisi
Bangsa.

5. Ikat kembali rasa persatuan sesama Anak Bangsa.
Bunuh segala bentuk SKENARIO para USER tersebut dengan tidak mudah terpancing dan justru merekat kembali rasa persaudaraan.

6. Bagi Pemuda-pemuda Idealis dan Nasionalis. Mari ikut berjuang mengambil PERAN dan posisi strategis Negara untuk melakukan perbaikan moral dan cita-cita Bangsa.

7. Percayalah.
TNI tetap solid dan setia terhadap NKRI. Bersama Rakyat TNI Kuat.
TNI tahu kapan saat yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan disaat Negara genting.

NKRI HARGA MATI

Mohon diviralkan ber-ulang2 krn ini sangat crusial semua anak bangsa hrs tahu, ingat Indonesia sangat kaya akan sumber daya, alam.., jangan terlena... salah satunya cadangan nikel terbesar di dunia sbg energy terbarukan pengganti energy fosil/minyak. "Banyak negara2 maju yg mengincarnya.." AWAS!!! many thanks for participation.. 🙏🙏🙏

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Entah siapa yg menulis surat terbuka ini....tapi dari isinya setidaknya telah mewakili saya pribadi sebagai umat Muslim....Monggo silahkan di simak njih....🙏🙏
======================================

Kepada Yth
Para Saudaraku Keturunan Arab
Di Indonesia.

Hal : Tabiat tak bermartabat.

Assalamualaikum, WW.

Semoga Bapak, Ibu selalu dalam lingkup kebaikan dan dijaga Allah dalam bermuamalah.

Bapak, Ibu, seperti kita ketahui dan rasakan bersama bhw akhir-akhir ini khususnya sejak Rizieq Shihab mendirikan FPI, seolah dia mengambil alih peran ulama, peran ustadz, peran satpol PP, bahkan peran penegak hukum. Dia menyebut dirinya imam besar umat Islam Indonesia, entah siapa yg mengangkatnya. Padahal sejak Wali Songo pun tidak ada klaim imam besar umat Islam Indonesia, karena kita sadar betul bhw Islam di Indonesia juga beragam aliran.

Setelah rentesan keributan dan penghasutan dari mulut kotornya Rizieq, seperti rentetan demo murahan, Minggu ini kita dibuat lelah melihat prilakunya sejak pulang5 ke Indonesia setelah 3,5 thn kabur dari kasusnya, dia seolah bak manusia dewa dgn kelakuan bejatnya mengumbar gaya. Membiarkan penjemputan dan melakukan hajatan dgn mengumpulkan ribuan masa di tengah pandemi Corona, yg bisa memicu penularan massal. Melakukan orasi tak senonoh di atas mimbar di acara maulid nabi yg diadakannya sendiri. Ngaku cucu nabi, habib kok kelakuan jongkok.

Pengakuan imam besar atas dirinya terus dilanjutkan dgn mulut tak pantasnya, sampai orang mengatakan tema maulid nabi dgn isu " lonte ", ini sangat memalukan umat Islam secara keseluruhan. Agama jadi mainan, nabi dilecehkan, Bahkan Tuhan dipermainkan. Ini keterlaluan, sekali lagi keterlaluan.

Tidak dapat dipungkiri bhw prilaku dan tindakannya yg selalu mengganggu ketenteraman umat Islam sendiri dan umat yg beragama lain. Karena saat ramadhan FPI bs mensweeping orang jualan makanan, saat Natal mereka bisa masuk ke Mall mengganggu org yg bekerja memakai baju Sinter Class. Kebiasaan itu berkembang menebar permusuhan sampai ke tingkat penghinaan kepada Pancasila, ulama, bahkan Kepala Negara.

Saya tidak menyamaratakan kelakuan saudara kita keturunan Arab yg tinggal di Indonesia seolah "berengsek" semua, masih banyak ulama dari saudara keturunan Arab yg berilmu dan mulia, ada Prof. Quraisy Shihab, dst. Tapi dalam berpolitik warga keturunan Arab yg seolah mengklaim warga kelas atas karena nabi Muhammad lahir di sana, hanya saja sebagian yg ada di Indonesia ternyata keturunan Abu Jahal, dan Ibnu Muljam. Buktinya mereka jahat dan kejam merusak tatanan keIslaman dan keamanan sosial serta mengancam negara kesatuan RI yg lahir dari darah pahlawan, bukan hadiah dari raja Arab.

Jenderal Purnawirawan Hendro Priyono pernah beberapa kali memperingatkan dgn keras dan menyebut warga keturunan Arab jgn membuat onar di Indonesia. Namun tanpa meminjam kalimat beliau pun di depan mata kita dgn kasat bisa kita lihat, bahwa kalimat itu nyata adanya.

Kita sebut saja prilaku Anies Baswedan dgn mengacak Jakarta, Yusuf Martak, Ba'asyir, Heikal Hasan, dst. Bicaranya selalu revolusi, dan sejenisnya menggertak NKRI, memaki Pancasila. Mengaku beradab, menyanjung keturunan kesayangan Tuhan, namun kelakuannya membahayakan negara kesatuan. Bahkan sekelas anaknya Rizieq sdh bs memprovokasi di dalam pengajian, seolah Indonesia akan dikuasai China.

Dari statistik thn 2018, warga keturunan Arab di Indonesia populasinya ada 11.000, dan China 3,2 juta. Jujur kalau kita bicara muamalah warga keturunan China lah yg jauh lebih bermanfaat ada di republik ini karena dengan populasi sebesar 1,2% itu mereka menguasai 80% perekonomian Indonesia, jutaan tenaga kerja ditampung pada industri mereka, dari mulai makanan sampai baja dan pakaian.

Terus maaf warga keturunan Arab sumbangannya apa, import gamis sebagai budaya, sekalinya ngaku ulama jadi provokator, jualannya ngasi janji surga, padahal selama di dunia perut inilah yg harus diurus, nah warga China lah yg mengurusi perut sebagian besar rakyat Indonesia, bukan orang Arab yg janjikan surga gak pernah ngasi apa-apa.

Coba melek mata dan hati. Anies ngaku pribumi, jadi gubernur Jakarta menggantikan Ahok yg China, padahal Anies juga bukan pribumi, dia berlindung di balik keislamannya yg berengsek.

Hasilnya Jakarta diacak-acak seperti orang tak berpendidikan, apalagi beragama. Mulutnya penuh kebohongan, munafik, dan menjijikkan untuk seorang manusia, kecuali kalau dia binatang.

Lihat Minggu ini Jakarta dirusak dua orang keturunan Arab, Anies dan Rizieq dgn prilaku bejadnya, sayang kaum inalnder ini yg terlalu tolol dan kelamaan minum air rendaman sorban orang Arab, walhasil ada orang bejat ngaku ustadz jadi panutan, absurd. Korbannya dua Kapolda bego dicopot, dan TNI bergerak menertibkan baliho imam keparat yg menantang aparat.

Wahai saudaraku keturunan Arab, lihat foto yg ada, begitu mesranya kaummu dijamu keluarga Cendana yg 32 thn merusak Indonesia, apakah ini pilihan kalian menjadi embrio meneruskan perusakan nyata dgn memakai tameng agama karena kalian telah mengukir bahwa Islam Indonesia adalah Islam kelas dua. Dan kalian mencemooh Islam Nusantara yg memang telah ada sejak Wali Songo dan sebelumnya.

Jadi jangan klaim bahwa kalianlah yg pertama mengajari kami berislam, karena 3 di antara Wali Songo adalah orang China. Jadi biarkan kami beragama Islam gaya China, melakukan hablumminallah dan hablumminnas dgn cerdas, bukan teriak takbir, kelakuan kafir. Kami akan ikuti akhlak Rasullulah sbg pedagang dan menghidupi jutaan manusia, itulah yg dilakukan orang China, tak salah Rasullulah berkata; belajarlah sampai ke China bukan ke Arab, dan sifat pedagang Rasullulah diteruskan orang China, sementara jazirah Arab dipenuhi perang saudara. Jangan kalian tularkan kebiasaan perang, biarkan kami membiasakan jadi pedagang, tapi bukan dagangan agama, mepai kamu hanya ber-Islam, tapi kamu kehilangan Nabi Muhammad SAW.

Jangan lemahkan Islam.
(Pict. ilustrasi)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2135539976578793&id=100003684351658&sfnsn=wiwspwa&funlid=kjJXtfK7Ski7sc69

#SalamWaras
#LawanRadikalismeIntoleransi
#IslamRahmatanLilAlamin
#IslamNUsantara

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=920851392056683&id=100023954911809

0
0
0
s2sdefault