Bingung Harus Avg Down atau Cut Loss?
Jangan selalu percaya pada teknik para Influenncer saham. Semua itu lihat kondisi, situasi, berapa besar Modalmu, dan jenis apa saham milikmu.
Ada yang mengatakan jangan Average down, katanya. Anda harus berani Cut loss. Jika modal Anda cupet, dikit-dikit main cut loss ya habislah modalmu.
Ada yang mengatakan harus berani Average up. Lhah jika target Anda hanya naik 2% TP lalu average up, ya gak dapat apa-apa, untung mendekati modal keluar.
Jadi semua itu lihat-lihat barang dagangannya. Dagangannya apa dulu. Jika dagangan berjenis seperti Bumi, TINS, Antm, yang sebelum naik harus main roller coaster dulu, jika Anda main cut loss, ya modyar tenan.
Sepanjang pengalaman Saya, Saham-saham Fundamental Kuat jenis ini, Saya berani Avg down, tidak main cut loss, sebab selalu Rebound setelah Nyungsep.
BACA JUGA: Apa Itu Teknik Average Down?
Waktu habis crash MSCI, Bumi nyunsep ARB 220, saya banyak ngarungi ya untung besar bisa mengurangi kerugian besar ketika CL Bumi di 360 yang dulu saya masuk di 458. Itulah Portfolio milikku bisa selamat dari krisis MSCI.
Jadi dalam trading itu fleksibel, bisa Avg down max 3X, floating loss harus dibatasi misal 4-5%, berapa besar CL sesuai nyalimu, harus berani Cut loss dalam keadaan darurat untuk menyelamatkan modal terutama jika modal cupet.
Jika dalam satu minggu anda lebih banyak cut loss dari pada Taking Profit, artinya Anda tidak belajar atau tidak cocok trading Saham.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1C9Gm2Aztp/
Edited by Sitindaon News
