Ketika hukum terlihat tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas… masihkah kita berani menyebut diri bangsa yang adil?

Tuduhan tentang “kepengecutan” sering lahir dari kegelisahan publik melihat ketidakadilan yang dibiarkan berlarut. Saat kesalahan tampak jelas namun tak ada tindakan tegas, kepercayaan perlahan terkikis.

Ada yang takut kehilangan jabatan. Ada yang takut tekanan politik. Ada pula yang takut pada konsekuensi dari keberanian.

Padahal, martabat sebuah bangsa diuji bukan saat semuanya nyaman — melainkan saat hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Keberanian bukan soal lantang bersuara, tapi soal konsisten bertindak.

Jika hukum terus ditunda oleh rasa takut, siapa yang sebenarnya sedang dilindungi?

Menurut Anda, apakah hukum di negeri ini sudah benar-benar adil tanpa pengecualian?

Bagikan agar lebih banyak suara ikut bersuara.

Sumber: Liputantimes https://www.facebook.com/share/1C4VCpZbBy/