SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (15)
  • Politik & Opini (341)
  • Ekonomi & Bisnis (422)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (57)
  • Lifestyle & Health (418)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (143)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (7)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (39)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Kisah Insipirasi
  4. Mana Yang Lebih Baik, Punya Satu Bisnis Atau Beberapa Bisnis Sekaligus.

Search

Details
Category: Inspirasi dan Inspiratif
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
14.May
Hits: 7

Mana Yang Lebih Baik, Punya Satu Bisnis Atau Beberapa Bisnis Sekaligus.

Saya penganut mazhab satu bisnis sudah cukup. Tiap kali bertemu dengan pelaku usaha yang punya banyak bisnis, kami terkadang berdebat. Mana yang lebih baik, punya satu bisnis atau beberapa bisnis sekaligus.

Argumentasi mereka yang punya banyak jenis usaha mudah ditebak: untuk kesinambungan penghasilan. Jika usaha utamanya menurun, masih ada usaha-usaha lain yang bisa menjadi penopang. Sepi di sini, rame di sana.

Saya tidak mengatakan fokus pada satu bisnis itu lebih baik, ataupun sebaliknya. Tentu setiap pelaku usaha punya karakter masing-masing. Mereka punya pemikiran berbeda, kapasitas berbeda, dan visi yang berbeda-beda.

Saya memilih mazhab satu bisnis karena menyadari kapasitas saya yang terbatas. Bisa sukses dengan satu bisnis saja sudah lebih dari cukup buat saya. Tidak muluk-muluk.

Pernah saya menjalankan tiga usaha sekaligus di satu waktu. Buka warung ayam krispi offline, menjadi reseller baju-baju online, dan merintis usaha Sambel Uleg Saklek. Untungnya tidak sampai full setahun saya menjalaninya. Waktu, tenaga, dan pikiran sungguh terkuras. Namun dengan hasil yang tidak memuaskan.

Baru setelah warung ayam krispi tutup, stress saya banyak berkurang. Dan ternyata dari segi penghasilan justru malah membaik. Saya bisa berfokus pada pemasaran online, menjual baju dan sambel. Menutup warung offline yang menguras energi ternyata keputusan tepat.

Setelah setahun berjalan, Sambel Uleg Saklek mulai menunjukkan potensi yang bagus. Maka saya pun berhenti menjadi reseller baju online. Saya berfokus ke usaha sambel saja. Dengan begini pikiran saya longgar. Saya merasa tenang dan senang menjalankan usaha ini.

Rasa tenang dan senang itu membuat saya memiliki kemampuan ekstra untuk mengasah skill pribadi saya, yaitu menulis. Dari skill inilah saya merintis usaha kedua, penerbitan buku. Dan semakin hari hasil dari skill menulis ini juga semakin berkembang.

Lho, katanya penganut mazhab satu bisnis, kenapa malah punya dua bisnis? Nah, itu juga membingungkan saya. 

Penjelasan saya begini. Ketika kita fokus pada satu bisnis, kemudian bisa menjalankannya secara otomatis, maka kita punya kelonggaran dalam hal waktu, tenaga, dan pikiran. Dengan kelonggaran ini kita bisa mengeksplorasi peluang usaha baru yang kita sukai. Nah, perbedaannya ada pada frasa 'kita sukai' ini.

Begitu banyak pelaku usaha yang berupaya keras merintis beberapa usaha sekaligus hanya karena butuh penghasilan. Lalu seiring waktu berjalan, mereka sadar tak ada satu usaha pun yang benar-benar mereka sukai. Mereka akan merasa capek dan semakin capek. Perasaan terpenjara dalam situasi sulit terus memenuhi hati dan pikiran. Dalam kondisi begini hampir mustahil seseorang bisa menemukan solusi, inovasi, apalagi ide-ide baru. Akibatnya hidup sebagai pelaku usaha terasa sangat sengsara.

Dari pengalaman saya belajar, berjalan step by step itu bukanlah kelemahan. Membangun pondasi itu mutlak. Proses itu harus dijalani. Ketika orang terburu nafsu untuk melakukan tindakan besar, dia sering lupa ada hal-hal mendasar yang harus dipenuhi lebih dulu sebelum melompat dan berlari.

Ah, panjang juga tulisan saya. Hehe.. Padahal saya hanya ingin mengatakan, fokus pada satu usaha bisa membuat kita punya energi untuk mengembangkan mindset, potensi, skill, dan pengetahuan. Dengan kata lain investasi pada diri sendiri. Kalau istilah anak muda sekarang, 'investasi leher ke atas'. Bagi saya, investasi ke diri sendiri akan selalu jadi investasi terbaik.

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Cara Sukses Gaji UMR Bisa Punya Aset Ratusan Juta, Bahkan Miliaran Rupiah.  Prev Next article: Isi Memorymu Hanya Dengan Hal-hal Baik! Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link