SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (16)
  • Politik & Opini (359)
  • Ekonomi & Bisnis (427)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (148)
  • Lifestyle & Health (428)
  • Tekno & Sains (72)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (59)
  • Inspirasi dan Inspiratif (157)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (15)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (41)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media
    • BTC Macro Terminal

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Lifestyle & Health
  4. Ledakan Covid-19 di India, Warga Mandi dengan Kotoran Sapi

mod_btcterminal

>_ SITINDAON TERMINAL QUANT ENGINE

UPDATED MANUALLY
CURRENT QUANT MARKET PHASE
Bear
▼ High Risk
AGGREGATE CAP ATH
$115,758.20
MAX RECORDED VOLUME
$874,240,269,350
MACRO HORIZON RISK RADIAL PROGRESS (0-100)

50.97%

POST-HALVING MULTI-CYCLE GROWTH CURVES


POST-HALVING MULTI-CYCLE VOLUME CURVES


>_ SYSTEM DOCUMENTATION
ⓘ CURRENT QUANT MARKET PHASE
Describes the current structural Bitcoin market regime derived from multiple long-term macro indicators.
ⓘ AGGREGATE CAP ATH
Estimated maximum aggregate market capitalization target generated by the valuation models.
ⓘ MAX RECORDED VOLUME
Highest normalized trading volume observed across all historical Bitcoin cycles.
ⓘ RISK RADIAL PROGRESS
Indicates how mature the current market cycle is, measured from 0 to 100.
ⓘ POST-HALVING GROWTH CURVES
Normalizes every Bitcoin halving cycle from Month 0, allowing direct comparison of price performance.
ⓘ POST-HALVING VOLUME CURVES
Compares normalized trading volume after each halving to reveal long-term participation trends.
Last Update : 2026-07-17 12:31:36

Personal Research Only
Not Financial Advice

Search

Details
Category: Lifestyle & Health
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
14.May
Hits: 658

Ledakan Covid-19 di India, Warga Mandi dengan Kotoran Sapi

IMG 20210514 062007Warga India mandi dengan kotoran sapi

SitindaonNews.Com | India saat ini tengah dihadapkan pada ledakan kasus COVID-19. Kasus COVID-19 di India diketahui tercatat sebanyak 23,7 juta kasus.

Sebaran kasus COVID-19 tertinggi terdapat di Maharashtra sebesar 5,23 juta kasus. Disusul Karnataka sebesar 2,05 juta kasus, Kerala mencatat 2,01 juta kasus, Uttar Pradesh tercatat ada 1,56 juta kasus.

Di tengah kasus COVID-19 yang meningkat di India, orang-orang di sana berinisiatif melumurkan kotoran sapi ke tubuh mereka untuk mencegah COVID-19.

Dilansir dari laman Dailystar, dilaporkan bahwa beberapa di negara bagian Gujurat barat telah berbondong-bondong ke tempat penampungan sapi untuk melumuri tubuh mereka dengan kotoran sapi.

Mereka percaya itu akan membantu meningkatkan kekebalan mereka dan menghentikan mereka tertular virus. Jika mereka sudah terjangkit virus corona, mereka percaya bahwa praktik tersebut akan membantu pemulihan mereka.

Tetapi tindakan warga India itu dibantah oleh presiden nasional Asosiasi Medis India, Dr JA Jayala. Dia menyebut tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19.

"Ada juga risiko kesehatan yang terlibat dalam mengolesi atau mengonsumsi produk ini, penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia," kata dia.

Meskipun sapi tidak dianggap sebagai dewa dalam agama Hindu, sapi dianggap sebagai simbol suci kehidupan dan bumi yang harus dilindungi dan dihormati. Mereka mengeringkan kotoran tersebut sebelum dicuci bersih dengan susu atau buttermilk.

Untuk diketahui, orang-orang telah menggunakan kotoran sapi selama berabad-abad untuk membersihkan rumah mereka. Karena menurut mereka kotoran tersebut memiliki manfaat terapeutik dan antiseptik. Tetapi dokter mengatakan tidak ada bukti apa pun bahwa kotoran hewan akan bermanfaat dalam memerangi virus pembunuh

Sumber: viva.co.id

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: CDC Sebut Penerima Vaksin Lengkap Tidak Perlu Pakai Masker di Luar Ruangan Prev Next article: Pasien Covid-19 Membludak RS di Banda Aceh Nyaris Penuh Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link