Dunia Telah Berubah Drastis! Sekarang Tidak ada Kerja Sedikit Bisa Sukses.ǰ

Sejak usia muda saya sudah memutuskan untuk berbisnis dan mendirikan Badan Usaha milik saya sendiri, mandiri secara total. Merdeka! Bekerja di perusahaan tidak ada rasa aman, dan apabila terkena PHK bisa jatuh miskin.

Krisis Moneter tahun 1998 yang menjatuhkan Presiden legendaris kita, menyadarkan Saya agar hidup harus berhati-hati dengan Keuangan, tidak boleh Sembrono. Tahun 1998, banyak Orang Kaya pada jatuh miskin mendadak. investasi semua jenis Saham jatuh, tabungan rupiah amblas karena banyak Bank pada gulung tikar dan ditutup, di liquidasi. Rupiah dari Rp.2300/dollar menjadi Tp.9.500/ dollar. Pokoknya ekonomi hancur total, banyak orang kaya yang tidak menyimpan emas dan dollar pada bangkrut. 

Anehnya hanya dalam waktu satu tahun, ekonomi Indonesia puleh total. Karena dasarnya fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Saat itu nampaknya hanya pemainan moneter oleh asing saja ingin menguasai saham-saham perusahaan kita. Mirip permainan MSCI pada akhir January lalu semua Saham premium pada jatuh berguguran, tapi anehnya justru diserok oleh Investor asing semuanya. Pola semacam itu sudah ada sejak Jaman dulu. Sesudah Crash Moneter th 1998 di Indonesia itu, banyak BUMN bagus-bagus ada Indosat, Telkomsel, dijual murah oleh pemerintah. Saya lupa Presidennya siapa saat itu yang menjual Indosat dan Telkomsel kebanggaan rakyat Indonesia. Sekarang nilainya sudah naik ribuan kali lipat %, ditangan Asing, yang kita tidak akan mampu membeli kembali. 

Ketika krisis Moneter 1998 saya memiliki Investasi Saham senilai Rp.600 Juta, (dahulu banyak itu, kisaran USD 260.000), hanya tersisa Rp. 48 juta saja. Tetapi Saya tidak shock, juga tidak bersedih karena bisnis saya saat itu berjalan dengan baik. Ketika ekonomi membaik th 2000 an harga-harga Saham mulai Naik. Saham saya menjadi Rp. 200 jutaan, floating loss berkurang banyak, langsung saya Cut loss. Dari sini Saya memahami Saham Indonesia tidak aman untuk Investasi jangka panjang, karena Saya mengalami sendiri. Jadi Saya tidak heran melihat Saham BUMI yang dulu Rp. 8000, - sekarang hanya sisa Rp. 250. PTRO dari RP.13.500, sekarang sisa Rp.6200, dan banyak lagi yang lain.

Pengalaman ini tidak membuat saya kapok di Saham, tetapi Saya beralih Strategi ke Sistem Trading Harian (Day Trade) yang mengandung Resiko sangat kecil dan mudah dimanage. Dengan kemajuan teknologi, sekarang trading Enak sekali bisa Scalping, tiap hari bisa bolak balik keluar masuk TP berkali-kali, rekening Porto bertambah gemuk. Tidak perlu lagi bisnis yang merepotkan, tetapi dalam trading Saham, Anda bisa memutar Uang setiap hari yang menjanjikan Profit. 

Sangat diaayangkan jika Anda tidak bisa memafaatkan kemajuan Teknologi ini untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari Market Saham. Saya bersyukur bisa melatih dengan bimbingan tertulis pada Group FB, dimana para IRT, anak-anak muda yang sadar masa depan, para pegawai kantoran yang sadar akan usia pensiun, sekarang pada giat belajar, sudah pada bisa sering cuan di Trading Saham dan mulai jelas arahnya memperbaiki Cash flow hingga hilang rasa khawatir keuangan di hari tua mereka.

Jaman yang telah berubah seperti ini, apabila pola hidup Anda masih rutin-rutin saja, hanya bekerja 8 jam sehari tidak mau mencoba skill baru dan menambah jam kerja, akan mustahil bisa Sukses dan memiliki Rasa Aman.

R. Noto Widjojo

Sumber FB Ki Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/17SstJSA99/