Dia mengatakan bahwa mantan atasannya, Greg Short, selalu menaikkan bokong dan mengentutinya paling tidak enam kali dalam sehari.
"Saya sedang duduk dengan wajah menghadap ke dinding dan dia masuk ke ruangan saya yang kecil dan tidak punya jendela. Dia akan kentut dibelakang ku dan berjalan menjauh. Dia melakukan ini setidaknya 5 sampai 6 kali sehari," tutur Hingst yang dilaporkannya pada Australian Associated Press (AAP).
Dikutip dari news.com.au, Greg Short, mantan atasannya, dipanggil dalam persidangan dan mengaku tidak ingat pernah mengentuti Hingst. "Mungkin sekali atau dua kali," tuturnya.
Namun Short membantah perlakuan itu ditujukan untuk merundung atau secara sengaja untuk membuat Hingst merasa stres. Short juga mengatakan dirinya selalu disemprot deodoran oleh Hingst dan memanggilnya 'si Bau'.
Gugatan diajukan oleh Hingst karena merasa dia sengaja dikentuti untuk menyingkirkannya. Pria berusia 56 tahun itu mengaku mengalami cidera psikis saat bekerja di perusahaan tersebut.
Dalam sidang yang diadakan sebelumnya, Hingst juga tidak terima dengan perlakuan Short yang selalu sengaja menelponnya hanya untuk mengatainya idiot. Sebelumnya, pengadilan tidak mengabulkan gugatannya tersebut.
Namun hakim banding yang menangani kasus tersebut, Phillip Priest menerima permohonan pengajuan gugatan dan berkata Hingst sudah menunjukkan 'sikap yang menakjubkan' pada sidang.
"Kesan yang berbeda saya dapatkan dari Anda. Anda diberi kesempatan untuk mengajukan kasus," ujar hakim Phillip.
(kna/up)
Sumber: detikhealth
Khadijah Nur Azizah - detikHealth
