Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 78
Mengapa Hampir Semua BUMN Itu Rugi dan Terlilit Hutang?
Mengapa hampir semua BUMN itu Rugi dan Terlilit Hutang?
Banyak perusahaan negara yang bangkrut karena bukan dikelola oleh para Pebisnis. Sedangkan sekarang, perusahaan negara dituntut harus untung, harus memberikan deviden ke Negara! Begini ya Pak, Jika ingin BUMN untung yang mengelola harus para Pebisnis tangguh yang memilki track record sebagai Pengusaha. Tapi jangan Saya, sebab Saya sudah tua, hahahaha.
Lha kok diserahkan kepada para petugas partai, para ketua ormas menjadi Komisaris yang awam tentang bisnis. Ini serius, berbicara tentag Bisnis ratusan Trilyun lho! Berikut ini saya berikan beberapa contoh, BUMN, bertanyalah kepada rumput bergoyang:
1. Rakyat membeli Bensin bayar Kontan, harga bensin lebih mahal daripada Malaysia, tapi ownernya Pertamina Terlilit Hutang Rp.757,33 trilyun. Miris ?
2. Beli tiket Garuda cash, rute terbanyak, penumpang penuh terus, tapi lihatlah Garudanya terlilit hutang Rp.179,59 trilyun. Miris gak?
Sekarang jumlah pesawat kebanggaanku itu sisa berapa ekor tuh? Sahamnya sisa Rp.80,- tidur gak laku diperdagangkan di Bursa.
3. Bayar Telpon Cash, telat bayar pasti diputus, Telkom terlilit hutang Rp.137, 5 Trilyun.
5. Bayar Asuransi kontan, Jiwasraya Bangkrut total, terlilit hutang Rp.53,9 Trilyun.
6. Dst, dst,.dst......belum lagi BUMD, wegah cari data...miris.
Yang aneh itu banyak perusahaan negara dikasih lahan perkebunan dengan segala kemudahan , fasilitas berjibun, pada rugi, tidak ada yang untung malah pada bangkrut. Tetapi lahan sisa yang dikelola oleh Swasta selalu untung besar dan menjadi perusahan Konglo. Sudah gitu tidak ada interospeksi lagi.
Bisnis itu bukan hanya teori, tetapi harus paham market, paham apa yang diperlukan oleh pelanggan, bagaimana bersaing memenangkan pelanggan dan mengerti mengelola Keuangan. Mana bisa setiap ganti pemerintahan ujug-ujug direksi diganti semua, diserahkan kepada orang-orang yang awam tidak faham Bisnis, dibanjiri Komisaris dari Parpol, dari Ormas, dari para Pengamat, wis, tobat tenan.
Saatmya BUMN dibenahi, Pengelolanya harus para Praktisi Bisnis yang Profit Oriented, faham temtang Asset Management. Tahu membedakan Aset yang membebani dan Aset yang menghasilkan. Aset yang membebani harus di cut-off agar cash flow perusahaan tumbuh positip bisa memberikan keuntungan kepada Negara.
Wis Mbuh lah....
Sumber: FB Ki Noto Widjojo https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0FP7JHxFrYu4qQJo5vCnQdiFUKzy2UVGpxjXqStXLnhVKQ2yrkbt2VrbaYaQu2mxil&id=100004812394221&sfnsn=mo
Foto by Sitindaon News
