Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 27
Singapura Sabotase Ekonomi Kita Balas Dengan Tunda Ekspor Energi Listrik Sampai Mereka Gelap
Strategi Singapore Sabotase Ekonomi kita "Sell Indonesia" , adalah Kegoblokan fatal!
Singapore negeri kecil terkaya di Asia Tenggara. Gedung-gedung pencakar langit yang menyala sepanjang malam. Pusat keuangan yang memproses triliunan dolar setiap detik. Server-server raksasa milik Google, Amazon, Microsoft yang berdengung tanpa henti. Hotel-hotel bintang lima yang ACnya tidak pernah mati. MRT yang beroperasi dari subuh hingga lewat tengah malam. Tapi waspada. Singapura mengandalkan gas alam untuk sekitar 95 persen pembangkitan listriknya. Sembilan puluh lima persen, Bro! Dari total 12,3 miliar meter kubik gas alam yang dikonsumsi Singapura setiap tahunnya, sekitar 6 miliar meter kubik diimpor melalui pipa dari Indonesia. Ini bukan dependensi kecil-kecilan. Ini ketergantungan eksistensial. Ada dua pipa utama yang menjadi urat nadi energi Singapura dari Indonesia.
Pertama, pipa dari Lapangan Suban di Sumatera Selatan — mengalir ratusan kilometer ke bawah laut, masuk ke sistem pembangkit Singapura.
Kedua, pipa dari Lapangan Natuna — ladang gas raksasa di tengah Laut China Selatan, yang gasnya juga sebagian dialirkan ke Singapura.
Enam kontrak gas antara Singapura dengan Indonesia dijadwalkan berakhir antara 2028 dan 2029, tanpa jaminan perpanjangan.
Industri Apa yang Bergantung pada Listrik Itu?
1. Data Center.: Di Singapura, 7 persen dari total konsumsi listrik nasional mengalir ke data center. Singapura kini menjadi tuan rumah lebih dari 100 data center, 1.195 penyedia layanan cloud, dan 22 jaringan koneksi internet — menjadikannya hub digital terbesar di Asia Tenggara. Google ada di sini. Amazon Web Services ada di sini. Microsoft Azure ada di sini. Meta ada di sini. Semuanya membutuhkan listrik yang tidak pernah boleh padam, 24 jam sehari, 365 hari setahun.
II. Sektor Keuangan dan Perbankan.
Sektor keuangan dan asuransi menyumbang 14,3 persen dari total GDP Singapura yang mencapai 731,4 miliar dolar Singapura pada 2024.
Bank-bank terbesar dunia beroperasi dari sini. DBS, OCBC, UOB — bank-bank regional raksasa. Citibank, JPMorgan, HSBC, Goldman Sachs — semua punya kantor regional di sini. Transaksi derivatif senilai miliaran dolar diproses setiap menit. Semua butuh listrik. Semua butuh server. Semua butuh pendingin.
III. Industri dan Komersial.
Data EMA Singapura 2024 menunjukkan: sektor komersial dan jasa mengonsumsi 23 terawatt. Hotel-hotel Orchard Road. Mal-mal Marina Bay.
Jadi Bad Campaign tentang Indonesia, "Sell Indonesia" .yang menghancurkan rupiah dan Saham-saham Indonesia, ekonomi Indonesia adalah suatu kegoblokan total dan Kesalahan stratrgi yang fatal Negara kecil itu. Mereka tidak sadar bahwa jika negeri kita ini diserang, maka rakyat ini malahan menjadi bersatu!
Adalah langkah benar, jika kita membatalkan export listrik ke Singapore sebagai balasan atas Serangan oleh Singapore mengacaukan ekonomi kita. Jangan nanti dirayu, di sogok. Memble lagi! "Sampai sekarang belum ada kesepakatan soal manfaat apa yang kita. dapatkan kalau kita mengekspor listrik ke Singapura."
Belum ada kesepakatan. Tunda saja!
Penundaan ekspor listrik kali ini untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan energi kedua negara, Indonesia berani menentukan syaratnya! Jangan kasih kendor, apapun rayuannya!
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/18qq5KuX7W/