Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 3
Mas Didit ke Solo ada apa?
Mas Didit ke Solo ada apa?
Apakah ingin mengoreksi keadaan? Semuanya sudah menjadi rumit, Bro! Suka tidak Suka, Kekuatan Solo itu Real, Nyata dan hampir tidak mungkin bisa ditumbangkan!
Mari, saya kasih faham politik th 2026 ini!
Kekuatan Real saat ini hanya ada 3 kubu:
1) Kekuatan Solo
2) Kekuatan Kanjeng Ibu, dan
3) Kekuatan Hijau
Sisa Kekuatan lain diluar tiga itu ya ada, tetapi tidak significant, tidak loyal, dan tidak menentukan sama sekali, mudah ditaklukkan dengan uang atau jabatan! Mereka bisa ditarik kesana-kemari, mana-mana saja yang menguntungkan buat mereka baik secara ekonomi atau ideologi. Suka tidak suka Kekuatan Solo adalah yang paling kuat disegala lapisan dari bawah sampai atas, sangat loyal dan mengakar!
Kekuatan Solo telah menunjukkan powernya dengan memberi peringatan keras agar manuver-manuver politik yang ingin meninggalkan Keluatan Solo, jangan lagi diteruskan, dengan indikasi yang jelas dengan ditangkapnya Roy Suryo dan Tifa bagai indikator Candle yang menghijau dengan Volume Lot yang tebal, bukanlah Fake Support tetapi Real Support dari para Ritel, yang akan bullish.
Manuver politik berupa pendekatan kepada Kanjeng Ibu adalah langkah yang salah total, hanya menambah lakon semakin rumit saja, malahan melukai Kubu para Pendukung Kekuatan Solo yang mengantar ke Puncak. Jelas-jelas Kubu Kanjeng Ibu tidak mungkin mendukung MBG, Kopdes. Pelecehan pribadi, penghinaan pribadi yang menyebar di medsos adalah tidak datang datang dari Termul, tidak datang dari Kubu Solo melainkan datang dari dari Tio yang bisa ditelusuri dari Fortunernya, siapa di belakangnya. Jika ada Niat ingin lepas dari Kekuatan Solo yang berjasa mengantar ke Puncak adalah kebodhohan total. Secara spiritual pun akan ada Karmanya yang beresiko bisa disegerakan! Saya tidak akan berani menganalisa kekuatan Hijau, yang jelas, Pak LBP sangat kuat! Jangan disepelekan!
Anda tidak bisa membangun kekuatan dadakan rangkul sana-sini dengan konsesi jabatan mencari aman. Kekuatan itu dibangun puluhan tahun dengan membangun Kharisma, integritas, dan menumpuk energi dalam yang luar biasa, tapa ngrame, menyepi, kungkum, pendekatan ke grass root dengan hati yang jernih, bukan melalui laporan ABS, dan kekuatan microphone, karena rakyat sudah pinter dan tidak lepas dari medsos. Pergi je Sawah pun bawa Ponsel. Anak-anak Gunung tidak lagi memanggil Ibunya Mbok, tapi Mamah, dan Papah. Papahku lagi nyangkul ke Sawah, Mamah lagi cari kayu bakar, lagi matun, Ini nomernya Om... mereka tak bisa lagi dibodhohin dengan pidato tetapi dengan apa yg dirasakan!
Sepanjang pengetahuan Saya, dalam Politik, kita tidak bisa merangkul semua kekuatan, walau itu di negara Pusat demokrasi seperti Amerika! Yang bener, The Winner take it all. Tidak ada itu prinsip Satu Musuh kebanyakan dan Seribu teman masih kurang. Karena itu hanya prinsip Salesman. Dalam politik, yang melawan Dirimu harus disikat habis, yang loyal, yang mendukung Anda, yang membuat Anda Menang harus disembah dan dirangkul, tidak peduli apa kata orang. Itulah politik. Anda harus memilih sahabat Sejati! Mendekati musuhnya sahabatmu, apalagi itu musuh bebuyutannya, 1000% akan melukai sahabatmu dan bisa dianggap pengkhianatan. Jika sahabatmu memiliki kekuatan real, maka, bisa menyusahkanmu! Mungkin sahabatmu baik, bisa menerima, tetapi para loyalistnya Sahabatmu tidak akan bisa menerima!
Misalnya, Anda ingin menjadi Sahabat Amerika tetapi mendekat ke Rusia, jelas ini bisa membuat Amerika tidak suka. Pemimpin harus teguh pendirian dan harus memilih salah satu. Musuh tidak bisa dirangkul, tetapi harus di eliminir, jika ingin Wibawa dan disegani. Merangkul Musuh pasti akan ada pengkhianatan, sebab Musuh, mantan musuh akan menusuk Anda dari belakang.
Para Raja Besar dan para Kaisar sangat berwibawa, bisa berkuasa berabad-abad lamanya, hingga turun-temurun karena musuh-musuhnya dihabisi, musuh politiknya dihukum mati dan dipenggal kepalanya, bukan malah dirangkul diberikan jabatan terhormat!
Jendral Sun Tzu dirangkul Kaisar setelah berhasil menyatukan China dengan cara menghabisi musuh-musuhnya. China bisa bersatu menjadi besar, karena Sang Jendral Sun Tzu mampu membabat habis semua musuh-musuh Kaisar.
Begitu juga, Majapahit bisa menguasai seluruh Nusantara karena membabat habis semua musuhnya. Tidak ada itu prinsip Satu musuh kebanyakan, Seribu teman terlalu sedikit. Teman, Sahabat saja bisa berkhianat apalagi Musuh dirangkul! Bisa tumbang Bro! Mungkin ada baiknya, jika tak mau ke desa tanpa protokol, bisa membaca FB sendiri. Jangan ada sensor, Karena rakyat kecil mainannya FB spt Saya, bukan IG, bukan Twitter, bukan Threat.