SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (15)
  • Politik & Opini (341)
  • Ekonomi & Bisnis (417)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (9)
  • Lifestyle & Health (412)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (137)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Siraman Rohani (1)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (38)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Siraman Rohani
  4. Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.

Search

Details
Category: Siraman Rohani
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
24.Apr
Hits: 35

Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.

MELOMPATLAH DARI GEREJA YANG PENDETANYA SIBUK MENGINTAI UANGMU.

Ada kegelisahan yang makin terasa di tengah kehidupan gereja masa kini. Bukan karena kekurangan aktivitas rohani, bukan karena minimnya program atau ibadah, justru sebaliknya. Mimbar tetap ramai, kata-kata terus mengalir, tetapi ada sesuatu yang perlahan bergeser: fokusnya.

Ketika uang lebih sering dibicarakan daripada pertobatan, ketika memberi lebih ditekankan daripada hidup benar, di situlah alarm rohani seharusnya berbunyi. Kalimat ini mungkin terdengar keras, bahkan ekstrem. Namun dalam realitas tertentu, ini bukan ajakan pemberontakan, melainkan peringatan agar iman tidak diam-diam diperdagangkan.

Jika mimbar lebih sering berbicara soal uang daripada perubahan hidup, jika memberi dijadikan syarat untuk menerima berkat, jika jemaat terus ditekan dengan janji “tabur dibalas 100 kali lipat”, maka itu bukan lagi penggembalaan—itu eksploitasi rohani. Tuhan tidak pernah mengajarkan hubungan transaksional dengan manusia. Iman bukan soal setor-menyetor, bukan mekanisme timbal balik seperti bisnis yang dihitung untung rugi.

Eksploitasi rohani adalah ketika iman dan kepercayaan jemaat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi, dibungkus seolah-olah itu kehendak Tuhan. Jemaat didorong memberi bukan karena kasih, melainkan karena tekanan, rasa takut, atau janji berkat finansial. 

Di titik ini, kita membutuhkan keberanian. Keberanian untuk jujur melihat, menilai dengan firman, dan jika perlu, melangkah keluar pindah gereja. Bukan karena kita tidak setia, tetapi justru karena kita ingin menjaga iman tetap murni. Keluar dari sistem yang salah bukan pemberontakan, itu penjagaan.

Setelah keluar, arah kita harus tetap jelas: kita perlu mencari komunitas atau gereja yang sehat. Tempat di mana firman diajarkan dengan jujur, memberi dilakukan tanpa tekanan, dan pelayanan berjalan tanpa motif tersembunyi. Tempat di mana Tuhan dimuliakan, bukan dimanfaatkan.

[Pdt. Samuel Pasaribu https://www.facebook.com/share/p/1ArVyFUME8/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Siraman Rohani
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link