SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (15)
  • Politik & Opini (341)
  • Ekonomi & Bisnis (420)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (46)
  • Lifestyle & Health (417)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (140)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (6)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (39)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Mimbar Kristen
  4. Pendeta Yang Merasa Hanya Dirinya Yang Layak Didengar Sedang Berada Dalam Bahaya Besar

Search

Details
Category: Mimbar Kristen
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
11.May
Hits: 75

Pendeta Yang Merasa Hanya Dirinya Yang Layak Didengar Sedang Berada Dalam Bahaya Besar

PENDETA YANG MERASA HANYA DIRINYA YANG LAYAK DIDENGAR SEDANG BERADA DALAM BAHAYA BESAR. 

Kalimat ini menyoroti kondisi berbahaya ketika seorang pendeta mulai menikmati posisi rohaninya lebih daripada menjaga hatinya di hadapan Tuhan. Awalnya ia dipakai Tuhan untuk melayani, tetapi perlahan pelayanan mimbar membentuk perasaan bahwa dirinya paling benar, paling rohani, dan paling layak didengar. Di titik itu, ego telah memerintah di dalam dirinya.

Yang mengerikan, ia masih bisa berkhotbah di depan jemaat, tetapi tidak lagi memiliki kerendahan hati untuk menerima nasihat. Ia senang menegur orang lain, tetapi marah ketika dirinya ditegur. Ia ingin dihormati sebagai hamba Tuhan, tetapi tidak lagi rela duduk sebagai murid yang mau diajar.

Saat seorang pendeta mulai sulit dikoreksi, sebenarnya itu bukan hanya masalah karakter, tetapi tanda bahwa hatinya kehilangan takut akan Tuhan. Sebab orang yang benar-benar dekat dengan Tuhan akan semakin sadar betapa rapuh dirinya tanpa anugerah Tuhan dan selalu bersedia dikoreksi setiap waktu. 

Ego rohani sangat licik. Ia bisa tumbuh di balik tepuk tangan jemaat, popularitas pelayanan, dan besarnya gereja. Pendeta mulai dikelilingi orang-orang yang hanya memuji, sehingga ia tidak lagi terbiasa mendengar kebenaran yang melukai kesombongannya.

Pesan untuk kita, terkhusus untuk kami para pendeta: Tidak ada satu pun dari kita yang begitu layak di hadapan Tuhan sampai tidak lagi membutuhkan teguran, pertobatan, dan anugerah-Nya. Jika hari ini kita masih bisa berdiri, melayani, berkhotbah, dan dipakai Tuhan, itu bukan karena kita lebih suci dari orang lain, tetapi semata-mata karena kemurahan Tuhan.

Semakin seseorang merasa dirinya paling layak didengar, paling rohani, dan paling benar, semakin ia sedang lupa bahwa semua manusia hanyalah debu yang hidup oleh kasih karunia. Kelayakan di hadapan Tuhan tidak dibangun oleh besar kecilnya gereja, banyaknya jemaat, atau terkenalnya pelayanan, tetapi oleh hati yang tetap rendah, takut akan Tuhan, dan mau terus dibentuk oleh kebenaran.

[Pdt. Samuel Pasaribu https://www.facebook.com/share/1BK36jb1Zy/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Next article: Ibadah HKBP Perumnas Mandala Resort Perumnas Mandala Distrik X Medan-Aceh, Minggu 10 Mei 2026 Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link