Search
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 17
Kecewa Kepada Pendeta Tidak Dapat Dijadikan Alasan Seseorang Meninggalkan Gereja
KECEWA KEPADA PENDETA TIDAK DAPAT DIJADIKAN ALASAN SESEORANG MENINGGALKAN GEREJA
Tidak dapat dipungkiri, ada orang yang meninggalkan gereja karena kecewa kepada pendeta.
Ada yang terluka oleh perkataan pemimpin rohani. Ada yang merasa diabaikan. Ada yang kecewa karena melihat ketidaksesuaian antara khotbah dan kehidupan sang pemimpin.
Dan harus diakui, luka yang berasal dari pemimpin rohani sering kali terasa lebih dalam karena datang dari orang yang seharusnya menjadi teladan.
Namun ada satu hal yang perlu direnungkan.
Ketika kita datang kepada gereja, sesungguhnya kepada siapa kita datang?
Kepada pendeta? Ataukah kepada Tuhan?
Jika iman kita dibangun di atas manusia, maka ketika manusia itu gagal, iman kita akan ikut terguncang. Tetapi jika iman kita dibangun di atas Kristus, kegagalan manusia tidak akan membuat kita meninggalkan Tuhan.
Ini bukan berarti kesalahan pemimpin rohani harus dianggap sepele. Tidak.
Pendeta yang salah perlu ditegur, dikoreksi, bahkan mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai prinsip Alkitab.
Luka yang dialami jemaat juga nyata dan tidak boleh diabaikan. Namun meninggalkan persekutuan dengan Tuhan karena kecewa kepada manusia sering kali justru membuat diri kita semakin terluka.
Ibarat seseorang yang terluka oleh anggota keluarga, lalu memutuskan meninggalkan keluarganya selamanya. Yang hilang bukan hanya sumber luka, tetapi juga kesempatan untuk mengalami pemulihan dan pertumbuhan.
Gereja memang tidak sempurna. Pendeta tidak sempurna. Jemaat juga tidak sempurna.
Karena gereja bukan kumpulan orang-orang yang sudah sempurna, melainkan orang-orang yang sedang diproses oleh Tuhan.
Karena itu, jangan biarkan kegagalan seorang pendeta membuat Anda menjauh dari Kristus. Jangan biarkan luka terhadap manusia merusak hubungan Anda dengan Tuhan.
Sebab pada akhirnya, yang menyelamatkan kita bukan pendeta. Yang menebus kita bukan gereja. Yang setia sampai akhir bukan manusia.
Melainkan Yesus Kristus, Kepala Gereja yang tidak pernah gagal.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.” (Yeremia 17:7)
Ateng Jabar https://www.facebook.com/share/p/18txeXhJ3d/
