Search
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 12
Untuk Membangun Kerajaan Allah, Haruskah Dengan Cara Membangun Gereja?
UNTUK MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH, HARUSKAH DENGAN CARA MEMBANGUN GEREJA?
Pertanyaan ini sering menimbulkan perdebatan. Ada yang berkata, "Yang penting Kerajaan Allah, bukan gereja." Ada juga yang berkata, "Membangun gereja berarti membangun Kerajaan Allah."
Lalu, bagaimana menurut Alkitab?
Kerajaan Allah dan gereja bukanlah hal yang sama, tetapi keduanya sangat berkaitan.
Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah atas hidup manusia. Gereja adalah komunitas orang-orang yang telah menerima pemerintahan Kristus dan dipanggil menjadi saksi-Nya di dunia.
Karena itu, membangun gedung, memperbesar organisasi, atau menambah jumlah jemaat belum tentu berarti membangun Kerajaan Allah. Sebaliknya, seseorang dapat membangun Kerajaan Allah dengan memberitakan Injil, memuridkan orang percaya, menegakkan keadilan, mengasihi sesama, dan hidup sesuai kehendak Tuhan.
Namun, kita juga tidak boleh meremehkan gereja. Tuhan Yesus mendirikan gereja sebagai alat-Nya untuk memberitakan Injil dan memuridkan bangsa-bangsa. Gereja yang sehat akan menjadi sarana yang efektif untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah dunia.
Jadi, membangun gereja seharusnya menjadi bagian dari membangun Kerajaan Allah, bukan tujuan akhirnya. Jika gereja hanya sibuk membesarkan nama denominasi, organisasi, atau pemimpinnya, tetapi tidak membawa orang semakin tunduk kepada Kristus, maka gereja sedang kehilangan fokusnya.
Tujuan kita bukan sekadar membangun gereja yang besar, tetapi membangun gereja yang menghadirkan Kerajaan Allah. Sebab gereja adalah sarana, sedangkan Kristus dan Kerajaan-Nya tetap menjadi pusatnya.
"Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:18)
AtengJabar https://www.facebook.com/share/1EnRhsXwZe/