fbpx

0
0
0
s2sdefault

 

merdeka walk 20160521 185311

Sisi Lapangan Merdeka yang menjadi lahan komersial, Merdeka Walk. - Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan

 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, berencana akan mengubah wajah Lapangan Merdeka, Kota Medan, Jalan Balai Kota.

Perubahan yang dirinya maksud, dengan memindahkan seluruh tempat usaha atau bisnis yang diketahui bernama Merdeka Walk tersebut.

Prihal ini dikatakanya setelah mengikuti rapat Paripurna pembahasan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) dengan anggota DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (11/2/2019).

 

Edy Rahmayadi mengatakan, akan mempelajari bagaimana proses yang akan dilakukan untuk dapat memindahkan lokasi Merdeka Walk tersebut agar bisa menjadi ruang terbuka

Sedang kita pelajari, yang pastinya fungsi lapangan merdeka bukan untuk bisnis, itu adalah ruang terbuka dan orang berolahraga rakyat Sumut," kata dia.

Dirinya juga mengatakan, sudah bertemu dengan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, untuk melanjutkan pembahasan ini.

"Walaupun itu wewenangnya si Wali Kota Medan, saya sudah beritahu dan bicara dengannya," katanya.

Pemprov Sumut, kata dia sudah mengajukan kepada Pemko Medan untuk bisa menjadikan tempat tersebut sebagai lahan terbuka bagi masyarakat berolahraga, tetapi ia akan mempelajari semuanya terlebih dahulu.

'Sudah mengajukan, sedang kita bentuk kita lihat dan pelajari dulu," tambahnya.

Salah satu sisi Merdeka Walk. (Tribun Medan/Hendrik Fernandes)

Penyumbang pajak tertinggi

Pada pemberitaan sebelumnya, Merdeka Walk ternyata menjadi satu di antara penyumbang pajak restauran tertinggi di Kota Medan.

Hal ini disebutkan Kepala Bagian (Kabag) Pajak Hotel, Restauran dan Hiburan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, Nawawi.

"Pendapatan dari Merdeka Walk sangat bagus. Satu restauran di sana ada yang pajaknya mencapai Rp 250 juta per bulan," ucap Nawawi saat dihubungi www.tribun-medan.com, Jumat (25/8/2017).

Nawawi menjelaskan hingga saat ini tak ada kendala dalam sistem penagihan pajak restauran Merdeka Walk.

Kepada Tribun Medan, ia memperkirakan total pajak restauran Merdeka Walk melebihi Rp 350 juta per bulan.

"Pajak restauran di sana variatif. Ada yang tinggi dan rendah. Ada yang hanya Rp 3 juta, ada yang Rp 20 juta dan ada yang ratusan juta. Totalnya kalau tak salah melebihi Rp 350 juta per bulan," sambungnya.

Sedangan untuk besaran biaya retribusi sewa lahan Merdeka Walk, Nawawi mengaku tak mengetahui.

Ia menjelaskan hal tersebut merupakan naungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

"Mungkin Pak Husni (Kadis Kebersihan dan Pertamanan) yang tahu. Bukan sama saya kalau retribusi lahan," tambahnya.

Tribun lantas menghubungi Husni, namun hingga saat ini belum mendapat tanggapan.

Berdasarkan informasi dari Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Zulfakhri Ahmad, Husni sedang mendampingi Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ke Solo.

"Pak Husni di Solo. Kalau saya belum tahu mengenai retribusi Merdeka Walk. Coba whatsapp saja," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan

(cr19/Tribun-Medan.com)


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh