fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190816 183122

"AMAN TOGA OMPU atau Op. ALEXANDER"

Setelah dewasa A. Toga Ompu menikah tetapi tidak punya keturunan, oleh karena itu dia pergi ke kerumah tulangnya Siallagan untuk melamar putri tulangnya (paribannya).(Op ni si Djimma).

Ternyata paribannya itu sudah menikah dengan Parsakkal, oleh karena itu A. Toga Ompu berusaha membuat paribannya itu cerai dengan Parsakkal.

 

Setelah cerai, diambilnyalah paribannya itu menjadi istrinya, dan tidak lama kemudian istrinya yang pertama meninggal.

Setelah A. Toga Ompu merasa mampu, dia berencana ingin membalas perbuatan Sidabutar (Op. Duga) kepada bapaknya A. Gumba.(seperti diceritakan pada bagian kesembilan).

Untuk itu pindahlah mereka beserta 5 orang adik²nya ke Sibaganding..

Screenshot 20190830 133146

Setelah kehidupannya lebih baik (maduma), muncullah rencananya memindahkan kuburan (holi²) bapaknya yaitu A. Gumba. Diadakanlah pesta lengkap dengan gondang atau ogung.

Pada saat itu datang juga Op. Duga boru dan memberikan ulas "bintang maratur" sebagai ucapan permohonan maaf atas kesalahannya dahulu kepada A. Gumba.

Karena masih sakit hati, A. Toga Ompu kepada Op. Duga karena perbuatannya mambeang bapaknya dan juga telah merampas semua harta dan ternak bapaknya, maka ulas itupun dicampakkannya, dan dia berniat akan membalas  semua perbuatan Op  Duga dahulu kepada bapaknya A. Gumba.

Selesai acara pesta dibawa lah holi² (tulang belulang) bapaknya itu ke Sibanganding dan dimasukkan kedalam batu yang sudah dibentuk.

Setelah berapa lama kemudian, tarsubut ma diampang parmanuhon (kesurupan) minta harus diadakan pesta.

Screenshot 20190830 133057

Diadakakanlah pesta, dan pada saat itu kesurupanlah istri A. Toga Ompu (kemasukan roh dari A. Gumba) dan berkata: " Jika engkau ingin sukses, maka jangan halangi aku".

Tapi A. Toga Ompu tidak mau mendengar kata² itu, dan menyuruh supaya roh itu keluar dan pergi.

Tidak berapa lama kemudian datanglah hujan lebat yang menghanyutkan batu tempat tulang belulang A. Gumba, sampai kemudian hilang dan tidak diketahui lagi dimana keberadaannya.

Kemudian dikampung itu datanglah penyakit "begu ramba" atau kolera yang merenggut nyawa 5 orang adik²nya, tinggallah A. Toga Ompu sendiri.

Akhirnya rencana balas dendam kepada Sidabutarpun tidak jadi dilaksanakan.

Screenshot 20190830 133016

Setelah itu pindahlah mereka ke Ambarita meninggalkan Sibaganding.

Tinggallah mereka di Lumbanbatu (Siallagan), dan disitu lahirlah anaknya yang pertama yaitu Toga Ompu (Hendrik).

Setelah Hendrik lahir, A. Toga Ompu pun kemudian sakit²an, ada lebih 2 tahun sakit dan menjadi miskin lagi karena penyakitnya.

Akhirnya pada satu hari sore pukul 3.00 sore meninggallah A. Toga Ompu.

Screenshot 20190830 132856

Bersambung pada bagian kesebelas yang menceritakan A. Toga Ompu hidup kembali dari kematian.


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh