Top Stories
-
Fundamental Ekonomi Kita Kuat atau Babak Belur?
-
Pernikahan Bukan Hanya Tentang Siapa yang Terlihat Baik di Sampingmu Hari Ini
-
Ini 7 Penyebab Kenapa Hidup Miskin Selamanya
-
Saham Indonesia Hanya Coco Buat Scalping dan Tidak Cocok Buat Investasi
-
Tetap Jaga Shake Out Limit Jam 08:50.
-
Nasib Pensiunmu, Nasib Hari Tuamu Ditentukan Hari Ini.
-
Jika Index masih Down Trend
-
Mereka yang pada Boncos di Trading!
-
Cara Mengelola Keuangan untuk Hari Tua yang Sejahtera
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 960
PBNU Tolak Eks ISIS Pulang ke Tanah Air
Thoudy Badai_Republika | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj
SitindaonNews.Com | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak keras pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengatakan WNI yang bergabung dengan ISIS sudah meninggalkan kewarganegaraannya. "Saya tolak, saya tidak setuju. Mereka sudah meninggalkan negara, sudah membakar paspornya, sudah mengatakan kita ini togut, terutama NU, anshorut togut, pendukung togut," kata kiai Said di Gedung PBNU pada Sabtu (8/2).
Menurut Kiai Said semua negara yang terdapat warganya bergabung dengan ISIS juga telah menolak kembalinya eks ISIS ke negaranya masing-masing. Said juga mengatakan tak perlu beramah-ramah terkait pemulangan eks ISIS mengingat kejahatan yang telah dilakukan.
"Semuanya, pada prinsipnya yang sudah meninggal kewarganegaraan dengan kemauan sendiri, ngapain. Semua negara yang warga negaranya berangkat ke ISIS semua ditolak pulang. Saudi menolak warga negaranya, Pakistan juga menolak. Mereka pembunuh, pembantai, pemerkosa ngapain diramahin," katanya.
Sebelumnya pemerintah akan membahas nasib WNI yang teridentifikasi merupakan mantan teroris lintas batas di Timur Tengah. Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, masalah pemulangan WNI eks ISIS ini pun akan dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas.
“Pasti akan dirataskan. Presiden yang akan bicara karena melihat dengan jeli, dengan teliti, positif dan negatif, pengalaman masa lalu,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (6/2).
Sumber: republika.co.id