Top Stories
-
Jangan Tergantung Hanya Satu Sumber Penghasilan!
-
Jangan Mengabaikan 6 Hal Berikut Ini Jika Ingin Tetap Bugar Setelah Usia 58 tahun!
-
Bagaimana Jika Penghasilanmu Baru Mencapai Rp.50 Juta/Bln?
-
5 Kebiasaan yang Membuatmu Kuat dalam Keuangan!
-
Mengapa Banyak Lelaki Sekolah tinggi, Nilai Akademik Bagus tapi Banyak yang Gagal Hidupnya?
-
Broker Summary itu Wajib Sebagai Referensi Kapan Waktu yang Tepat untuk Entry
-
Jangan Sampai Miskin di hari Tuamu.
-
Kemana Setelah Lulus Kuliah?
-
Yang Belum Punya Barang Amati IHSG Dulu Sebelum Entry.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 860
PBNU Tolak Eks ISIS Pulang ke Tanah Air
Thoudy Badai_Republika | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj
SitindaonNews.Com | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak keras pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengatakan WNI yang bergabung dengan ISIS sudah meninggalkan kewarganegaraannya. "Saya tolak, saya tidak setuju. Mereka sudah meninggalkan negara, sudah membakar paspornya, sudah mengatakan kita ini togut, terutama NU, anshorut togut, pendukung togut," kata kiai Said di Gedung PBNU pada Sabtu (8/2).
Menurut Kiai Said semua negara yang terdapat warganya bergabung dengan ISIS juga telah menolak kembalinya eks ISIS ke negaranya masing-masing. Said juga mengatakan tak perlu beramah-ramah terkait pemulangan eks ISIS mengingat kejahatan yang telah dilakukan.
"Semuanya, pada prinsipnya yang sudah meninggal kewarganegaraan dengan kemauan sendiri, ngapain. Semua negara yang warga negaranya berangkat ke ISIS semua ditolak pulang. Saudi menolak warga negaranya, Pakistan juga menolak. Mereka pembunuh, pembantai, pemerkosa ngapain diramahin," katanya.
Sebelumnya pemerintah akan membahas nasib WNI yang teridentifikasi merupakan mantan teroris lintas batas di Timur Tengah. Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, masalah pemulangan WNI eks ISIS ini pun akan dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas.
“Pasti akan dirataskan. Presiden yang akan bicara karena melihat dengan jeli, dengan teliti, positif dan negatif, pengalaman masa lalu,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (6/2).
Sumber: republika.co.id