Top Stories
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
-
Hari Jumat ini Serasa Trading Bareng. Yuk kita Review buat Pelajara
-
Pelajaran Penting Siang Ini Untuk Yang Sudah Senior.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 899
Cerita Winsi, Mobilnya Terjun ke Jurang 40 Meter, Temukan Jasad Hilang 2 Bulan
Polisi dan warga setempat saat evakuasi mayat korban(Dok. Polres Minahasa Selatan)
SitindaonNews.Com | Winsi Mandagi (31), warga Rumoong Atas, Manado, mengalami kecelakaan dan mobilnya terjun ke jurang sedalam sekitar 40 meter, di di Sungai Perkebunan Kinanti, Desa Pinamorongan, Minahasa Selatan.
Dirinya selamat dan berhasil keluar dari mobil Ayala miliknya yang remuk, Jumat (12/6/2020).

Namun, saat keluar, dirinya terkejut setelah melihat ada sebuah mobil Datsun warna silver bernomor polisi DB 1792 GC di dasar jurang itu.
Setelah didekati, Winsi melihat jenazah seorang perempuan di dalam mobil.
Tak disangka, perempuan di mobil tersebut ternyata sudah hilang sejak bulan April.
"Diidentifikasi bernama Sedjateris Hanna Rotikan (58), warga Kelurahan Matani Dua, Kota Tomohon, pegawai apotek RS Kalooran Amurang, yang dinyatakan hilang sejak bulan April lalu," kata Kabag Ops Polres Minahasa Selatan Kompol Rahmad Lantemona.
Rahman menambahkan, kecelakaan yang menimpa Winsi menjadi petunjuk penemuan Sedjetaris.
Setelah mendapat laporan dari Winsi, petugas dan warga segera mengevakusi Winsi dan Sedjateris.
"Proses evakuasi telah dilakukan oleh personel Polres Minsel dibantu warga sekitar. Mayat dibawa ke RS Kalooran Amurang untuk visum dalam rangkaian proses identifikasi lanjutan," ungkap Rahmad.
Sumber: kompas.com