Top Stories
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
-
Hari Jumat ini Serasa Trading Bareng. Yuk kita Review buat Pelajara
-
Pelajaran Penting Siang Ini Untuk Yang Sudah Senior.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 971
Dihipnotis, Remaja Perempuan Asal Purwodadi Dibawa ke Kota Tua Lalu Disuruh Mengamen
Ilustrasi hipnotis
SitindaonNews.Com - Remaja perempuan inisial NW (17) jadi korban hipnotis sejumlah orang di tempat asalnya, Purwodadi, Jawa Tengah.
Korban dibawa pelaku ke Kawasan Kota Tua, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat pada Jumat (4/2/2022) kemarin.
Kanit Lantas Polsek Tamansari, Kompol Turyono menerangkan, korban bertemu dengan pelaku saat ingin berangkat kerja di daerah Purwodadi.
Pundak korban ditepuk pelaku hingga tidak sadarkan diri dan lalu dibawa ke Jakarta.
"Kemudian dia sampai di Mangga Dua, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, terus sama pelaku disuruh ngamen di Kota Tua," tuturnya, Sabtu (5/2/2022).
Setelah efek hipnotis menghilang, korban menyadari dirinya sudah di Jakarta dan hanya bisa menangis.
Tidak tahu harus ke mana, NW akhirnya mencari kantor polisi terdekat yaitu pos polisi lalu lintas di Jalan Kunir, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.
Polisi berpangkat melati satu itu yang sedang bertugas di lapangan mendapat laporan dari anggotanya.
Turyono bergegas menuju kantornya untuk mendengar kronologis secara langsung aksi hipnotis yang dialami remaja kelahiran tahun 2005 tersebut.
"Kami menanyakan alamat rumah dan nomor telepon keluarganya yang bisa dihubungi," ucap Kepala Unit Lantas Tamansari.
Remaja yang hampir menjadi tunawisma ini ternyata memiliki keluarga yang tinggal di kawasan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Aparat kepolisian mengantar anak itu ke rumah bibinya supaya tidak menjadi korban eksploitasi anak.
"Anak itu senang sekali ketika kami antar ke rumah bibinya, rencananya akan dibawa pulang kampung ke Pemalang, Jawa Tengah," katanya.
Sumber: tribunnews.com