Top Stories
-
Fundamental Ekonomi Kita Kuat atau Babak Belur?
-
Pernikahan Bukan Hanya Tentang Siapa yang Terlihat Baik di Sampingmu Hari Ini
-
Ini 7 Penyebab Kenapa Hidup Miskin Selamanya
-
Saham Indonesia Hanya Coco Buat Scalping dan Tidak Cocok Buat Investasi
-
Tetap Jaga Shake Out Limit Jam 08:50.
-
Nasib Pensiunmu, Nasib Hari Tuamu Ditentukan Hari Ini.
-
Jika Index masih Down Trend
-
Mereka yang pada Boncos di Trading!
-
Cara Mengelola Keuangan untuk Hari Tua yang Sejahtera
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 692
Modus Ruqyah, Pimpinan Ponpes di Jambi Cabuli Santri
Ilustrasi pencabulan
SitindaonNews.Com | Seorang Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin di Jambi ditangkap Polres Batanghari, Jambi setelah terlibat dugaan pencabulan terhadap santri.
Pelaku diketahui bernama Muhammad Nur Mamin, warga Kampung pulau, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi.
Pelaku saat ini masih diperiksa secara intensif usai dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap satu orang santri.
Kapolres Batanghari, AKBP Mochamad Hasan saat dikonfirmasi membenarkan ada seorang pimpinan pondok pesantren ditangkap karena terlibat dugaan pencabulan santri.
"Ya benar, Pimpinan pondok pesantren Al Amin sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya, Kamis, 17 Februari 2022.
Mochamad menceritakan, penangkapan pimpinan ponpes tersebut setelah korban melapor ke pihak keluarga dan langsung melapor ke Polres Batanghari.
"Jadi, saat pihak keluarga korban melapor ke Polres, tim satreskrim Polres langsung menangkap pimpinan ponpes,” katanya.
Mochamad mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku mengaku sudah mencabuli santrinya dan mengaku baru satu kali melakukan terhadap korban.
Adapun modus pelaku melakukan pencabulan yakni berawal pada Jumat, 11 Februari sekitar pukul 01.00 WIB melakukan ruqyah sebanyak empat orang santri karena kesurupan. Setelah sadar, tiga orang santri langsung dibawa ke kamar asrama, sedangkan satu orang santri tinggal di kamar pelaku dan langsung melakukan pencabulan.
"Tidak hanya di kamar melakukan pencabulan, pelaku juga datang ke kamar korban yang sebelumnya sudah sadar. Namun karena nafsu tidak tertahankan, pelakupun mencabuli santri dan pihak keluarga mengetahui atas laporan korban langsung melapor ke Pihak kepolisian," terangnya.
Mochamad mengatakan, atas kelakuan pelaku, korban langsung trauma. Pelaku pun terancam 15 tahun penjara karena mencabuli anak di bawah umur.
"Kita terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada pelaku, untuk sementara baru satu orang korban dicabuli," katanya (viva.co.id)