Search
- Details
- Category: International
- By ZA Sitindaon
- Hits: 81
Iran Diembargo 40 Tahun, Iran Embargo 14 Hari
Iran Diembargo 40 tahun, Iran Embargo 14 Hari
Iran diembargo lebih dari 40 tahun. Bangsanya tidak pernah mencicipi nikmatnya naik mobil Pajero, Honda, Mitsubishi, Daihatsu dan mobil-mobil lainnya. Bangsa Iran tidak pernah tahu nikmatnya Kawasaki Ninja, Yamaha atau naik motor Beat yang super duper Irit.
Naik motor di Iran seperti kembali ke tahun 70-80 an. Motor kopling CG yang dulu suka dipake ojek di gunung-gunung memuat sayuran emak-emak dari pasar. Begitupula setiap memesan Snap, (Semacam Grab) yang datang, Pride lagi Pride lagi. Modelnya tiap tahun ya gitu-gitu aja. Ketika ditanya kenapa? Karena embargo.
Begitupula dari sisi makanan dari ujung ke ujung tidak ada menu baru. Kalau gak Sabzi, kabab kubide ya kurang lebih lappeh. Kenapa tidak improvisasi makanan? Karena embargo. Tidak ada yang mau investasi kuliner di Iran.
Minyak Iran berlimpah. Namun ketika hendak dijajakan, tidak ada yang mau beli. Padahal sudah diturunkan harganya dibawah pasaran, namun tidak ada yang mau beli karena takut Amerika.
Iran terpaksa menjual minyaknya di Pasar gelap dan tentunya dengan harga miring sekali. Kenapa? Dampak Embargo.
Namun bangsa besar ini tidak pesimis. Karena Allah swt melihat. Karena Imam Mahdi as mendoakan. Optimisme mereka tidak padam. Embargo memecut mereka bekerja lebih keras dan hasilnya, Kemandirian. Iran maju dibidang persenjataan dan militer. Iran maju di bidang teknologi nano. Iran maju dibidang kedokteran. Iran maju dibidang teknologi dan lain sebagainya.
Apa rahasianya? Ideologi.
Sebaliknya, barat dan masyarakat dunia mengeluh ketika selat Hormuz ditutup. Padahal baru 14 hari sudah teriak-teriak. Woi bebaskan kapal-kapal minyak kami?! Buka lebar-lebar selat Hormuz?! Kami menghadapi krisis! Kami kekurangan bahan bakar?! Mereka lupa selama ini mengembargo Iran puluhan tahun. Mereka lupa dampak embargo telah menyengsarakan, mengucilkan dan mengisolasi masyarakat Iran dari dunia.
Tentu pesan penutupan selat Hormuz jelas ke masyarakat dunia. Pesan kemerdekaan dan pesan kedaulatan. Silahkan lewat dengan syarat putus hubungan dengan Amerika dan Israel. Silahkan usir kedubes Amerika dan Israel dari tanah kalian?!
Namun karena takut kepada Amerika, hati nurani mereka lebih memilih mengecam Iran. Lupa dengan embargo yang dialami Iran puluhan tahun.
Tentu mereka harus cepat mengambil sikap sebelum harga minyak meroket ke angka 150-200 US per barrel sebagaiman analisa dari economist.com dan Iran hanya mengatakan,
"Salam kepada minyak yang menuju 150-200 per Barrel."
Sumber: FB Muhammad Helmi Rosyadi https://www.facebook.com/share/p/185uMDUDNq/
