Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 613
Lizzo berpose dengan tiga trofinya di belakang panggung Grammy Awards ke-62 di Los Angeles, California, AS, 26 Januari 2020. Wanita kelahiran Michigan itu meraih penghargaan Penampilan Solo Pop Terbaik untuk lagu Truth Hurts, Album Urban Kontemporer Terbaik untuk Cuz I Love You (Deluxe), dan Penampilan Vokal R&B Tradisonal Terbaik untuk lagu Jerome. REUTERS/Monica Almeida
SiitindaonNews.Com | Ketika rumah sakit di seluruh Amerika Serikay terus berjuang untuk merawat secara efektif jumlah pasien virus corona baru atau Covid-19 yang mengkhawatirkan, Lizzo menunjukkan penghargaannya kepada mereka yang bekerja tanpa lelah dengan memastikan setidaknya mereka memiliki sesuatu untuk dimakan.
Penyanyi berusia 31 tahun itu mengirim makanan ke 26 rumah sakit, termasuk tetapi tidak terbatas pada University of Washington Medical Center, Rumah Sakit Henry Ford di Detroit dan afiliasi University of Minnesota di Minneapolis, tempat ia memulai karir menyanyi.
"Dia mengirim beberapa makanan untuk rumah sakit yang banyak staf yang bekerja sepanjang waktu," kata juru bicara musisi dalam pernyataan email ke The Seattle Times. "Dia berencana mengirim makanan ke lebih banyak rumah sakit juga."
Lizzo mendokumentasikan aktivitasnya tersebut dalam sebuah unggahan Instagram pada hari Senin, 30 Maret 2020 di mana ia berbagi foto staf rumah sakit yang menikmati makan siang gratis mereka. "S / O untuk para pahlawan kita " Lizzo menulis pos, di samping tautan ke dana respons COVID-19 untuk disumbangkan pengikutnya.
Banyak rumah sakit juga memposting ke akun Twitter resmi mereka sendiri untuk berterima kasih kepada penyanyi atas upaya baiknya. "Terima kasih @ Liszo karena mengirim makan siang ke Pusat Medis UW - Departemen Darurat Montlake hari ini!" rumah sakit men-tweet bersama serangkaian foto dari staf apresiatif mereka. "Dukungan Anda terhadap para petugas kesehatan garis depan kami sangat berarti."
Lizzo juga mengirim makan siang ke staf di M Health Fairview University di Pusat Medis Minnesota. "Momen ketika kamu bekerja di UGD dan @ Liszo mengejutkanmu dengan mengirimkan makan siang!" tweet staf rumah sakit bersama foto stafnya berpose dengan makanan mereka yang disumbangkan.
Staf di Rumah Sakit Henry Ford di Detroit juga menikmati makan siang berkat penyanyi "Cuz I Love You", yang juga mengirimi mereka video pribadi untuk menyatakan terima kasihnya. "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas semua yang Anda lakukan selama pandemi ini dan itu jelas tidak mudah dan kalian menempatkan diri Anda di garis depan," kata Lizzo dalam video itu "Karena itu, aku ingin mentraktir kalian makan."
Saat tampil di Konser Ruang Tamu iHeart pada Minggu malam untuk Amerika, Lizzomendesak pemirsa untuk menyebarkan cinta selama krisis. "Anda tidak dapat membiarkan ini memisahkan kami. Jarak sosial adalah sesuatu yang kita lakukan untuk kesehatan kita, tetapi kita harus lebih dekat sebagai manusia,” ujarnya.
Dia menambahkan agar menghubungi teman yang belum diajak bicara, anggota keluarga karena pandemi sangat nyata. "Saya tahu kami menonton TV dan kami melihat banyak ketakutan di televisi, tetapi Anda tidak bisa membiarkan ketakutan itu menyebar lebih cepat daripada virus. Kita harus membiarkan cinta menyebar. Jadi itulah yang saya latih setiap hari," ujarnya seperti dilansir dari laman People.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1017
Untuk menjadi orang kaya dan sukses, dibutuhkan bakat, kerja keras, tekad, kesabaran, keberuntungan dan banyak yang lainnya. Sementara orang lain harus berjuang keras untuk mendapatkannya, para pemilik zodiak ini justru cenderung lebih mudah meraihnya, karena sifat-sifat tersebut sudah melekat pada mereka.
Ya, enam zodiak yang akan dibahas berikut ini diprediksi akan jadi orang kaya dan sukses. Zodiak siapa saja yang dimaksud? Dilansir dari Times of India, Senin , 0 Maret 2020, berikut enam zodiak yang beruntung tersebut.
Virgo
Virgo perfeksionis dan mampu tenang saat dalam keadaan stres. Mereka logis, pekerja keras dan tekad mereka tidak mengenal batas. Yang paling penting, mereka pragmatis dan sangat tegas. Kaya dan sukses akan mudah didapatkan para pemilik zodiak ini.
Scorpio
Scorpio selalu bersemangat untuk tugas apa pun yang mereka kerjakan. Mereka fokus pada tujuan dan memberikan 100 persen untuk pekerjaan mereka. Bukankah itu yang paling penting untuk mendapatkan karier yang sukses?
Lebih dari itu, mereka karismatik, ambisius dan cerdas. Scorpio tidak mudah percaya pada siapa pun dan lebih memilih memercayai intuisi mereka.
Leo
Leo pada dasarnya kreatif dan eksperimental. Mereka memiliki cara sendiri untuk melakukan hal-hal yang memberi mereka keunggulan di atas yang lain. Selain itu, mereka adalah komunikator yang sangat baik dan memiliki keterampilan yang meyakinkan.
Leo percaya diri dan begitu mereka sudah melihat tujuan mereka, tidak ada jalan untuk kembali. Menurut hasil penelitian, orang kaya di dunia juga berzodiak Leo.
Taurus
Taurus percaya pada kerja keras. Mereka memang kadang-kadang keras kepala, tetapi itu membantu mereka unggul dalam apa pun yang mereka lakukan. Mereka rasional, intelektual dan umumnya memiliki kepribadian yang magnetis.
Kombinasi dari semua sifat itu adalah kunci karier yang sukses. Ketika Kamu unggul atas semua yang Kamu lakukan, uang akan selalu mengikuti.
Capricorn
Capricorn adalah pecandu kerja. Mereka mungkin tidak keberatan mengunci diri di kamar berjam-jam untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan mereka. Para pemilik zodiak ini selalu berusaha mencari solusi dan tidak membiarkan emosi menghalangi mereka.
Aries
Aries ekstrovert dan sangat ambisius. Mereka tahu bagaimana cara membuat diri mereka termotivasi. Mereka selalu penasaran dan ingin belajar hal-hal baru. Kadang mereka malas, tetapi mereka pintar dan mampu menyelesaikan pekerjaan. Apakah Kamu tahu, salah satu pendiri Google, Larry Page, juga seorang Aries?
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 773

MENGUNCI HIDUP DALAM RUMAH | Bukan hanya kepala daerah yang memakai istilah varian dari lockdown (entah local-lockdown, pembatasan wilayah, isolasi, dan sebagainya). Tingkat desa pun, bahkan hingga RT, ada beberapa melakukan “semacam lockdown”. Misal, membatasi lalu-lintas keluar masuk wilayah. Beberapa pemukiman perumahan, melakukan isolasi menolak kedatangan orang luar.
Mulailah situasi chaos ini terasa secara akumulatif. Bangsa ini sejak Soeharto berkuasa, tidak dididik untuk melakukan gerakan sosial secara mandiri. Apa yang dilakukan, baik oleh pemimpin nasional maupun pemimpin lokal, lebih banyak himbauan mengantisipasi, atau tepatnya bereaksi terhadap kasus virus Corona (Covid-19). Himbauan lebih banyak ke mekanisme “penghindaran” daripada “penghadapan.” Jalan termudah sebagaimana himbauan WHO, adalah social distancing (organisasi kesehatan dunia itu kemudian mengubah menjadi physical distancing).
Istilah terakhir, physical distancing saya kira lebih tepat. Lebih teknis dan tidak multi-interpretable. Saya lebih mengartikan pada pen-jarak-an fisik, bukan pen-jarak-an sosial. Pen-jarak-an sosial, saya kira lebih mirip penjara-kan fisik (antara lain di rumah saja, jangan ke mana-mana).
Lho, katanya kita makhluk sosial, seperti kata para sosiolog dan budayawan? Lho, katanya kita harus menjaga silaturahmi, kata para kyai dan ustadz dan ustadzah? Meski pun ada yang nyolot, silaturahmi pada yang seiman saja. Celetukan semacam itu biasanya muncul dari penjahat agama. Agama apa saja, nggak usah baper.
Dari hal itu, yang acap banyak dilupakan, sebenarnya hampir semua ahli kesehatan dunia (setidaknya saya bacai dari medsos, media online kredibel, beberapa jurnal kesehatan, hingga buku manual Covid-19 dari Henan Provincial Center for Disease Prevention and Control --untuk ini terimakasih Heru Marwata atas informasinya), intinya bukan lockdown. Lebih tepatnya karantina, sebagaimana ketika Pemerintah Indonesia menangani korban Covid-19 pada awalnya. Yakni melakukannya isolasi atau karantina di wilayah Natuna. Masih ingat bukan Februari lalu, waktu terjadi penolakan masyarakat dan pemda setempat?
China sebelumnya juga melakukan, dengan cara mengunci (lockdown) Wuhan, untuk karantina khusus terwabah Corona. Indonesia, sebagai negara kepulauan, pasti akan kepingkel-pingkel, pusing delapan keliling, gimana cara lockdown? Tolong para penjahat agama dan penjahat politik, yang suka teriak-teriak lokdan-lokdon menjelaskan pemahaman dan konsep mereka. Kalau lojon, temen saya ngerti. Saya mah nggak ngerti, karena alim.
Beberapa negara yang melakukan lockdown, sama sekali tak bisa menahan laju virus Corona. Intinya, karena memang belum ketemu vaksinnya. Yang bisa menjawab hal itu, tentu dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita masih menunggu kerja keras mereka. Dunia politik, apalagi dunia agama, tak bisa berbuat apa-apa, selain menghimba-himbau. Himbauannya khas, menghindari bukannya menghadapi.
Padal negeri ini adaptif. Tidak hancur karena disrupsi teknologi digital. Walau pun adaptif yang tidak akseleratif, karena bukan bangsa produktif melainkan konsumtif. Dan tif-tif lainnya lagi, banyak. Tapi gara-gara virus Corona, Covid-19, hancur semua tatanan kehidupan kita. Bukan hanya mereka yang berbekal lembaga akademik, lembaga politik dan lembaga agama pun semuanya abyar. Mana yang bisa melawan kedigdayaan virus Corona? Italia, yang meniru strategi sepakbola mereka dulu, cattenacio, kebobolan juga dan membuat frustrasi sosial warganya.
Hidup kita di alam raya ini, dipenuhi berbagai virus yang tak kita ketahui. Hanya para ahli yang mengetahui. Virus Corona juga bukan barang baru. Hidup kita sendiri penuh virus. Bukan hanya disekitar kita, tapi bahkan dalam tubuh kita. Belum ada teori baru yang membantah, di dalam tubuh kita juga tersedia berbagai antibodi. Ada virus jahat ada virus budiman. Nyatanya, ada orang sehat ada orang sakit dalam situasi, waktu dan ruang yang sama. Kenapa? Karena antibodinya beda-beda. Imunitas individu ditentukan kondisi jiwa-raga masing-masing orang.
Bagi individu yang sudah terserang, atau terindikasi, itu bagian para ahli kesehatan. Masyarakat awam tak banyak bisa membantu, mestinya mempercayai otoritas mereka. Bagi yang tak percaya, sudah ada bukti. Mayat yang terkena Covid-19 dibongkar dan dimandikan sendiri oleh keluarganya yang awam. Hasilnya, mereka yang memandikan jenazah tertulari virus. Itu takdir? Tentu saja, karena takdir kesehatan dan kematian juga bisa dipercepat dengan kebodohan.
Persoalannya, terjadi penurunan kualitas anti-body manusia secara umum. Karena apa? Karena tumbuhnya gaya hidup dan berkembangnya pola konsumsi, yang mengakibatkan situasi makin tak sederhana. Banyak ditemu berbagai jenis penyakit baru, karena tumbuh varian baru dalam gejala ketubuhan manusia.
Orang miskin yang pola konsumsinya sederhana (sudah miskin, bodoh, tinggal di desa --untuk menyangatkan perbandingan), ternyata lebih kuat imunitasnya, daya tahan tubuhnya, antibodinya, dibanding orang kota yang berpendidikan, kaya, tetapi pola konsumsinya amburadul. Kalau mengenai orang gila, gelandangan gila terutama, kok sehat-sehat saja? Sok tahu. Jika ada dokter yang jadi relawan memeriksanya, bisa dipastikan lain lagi soalnya.
Dari berbagai himbauan pemerintah, juga para ahli medis, masyarakat perlu cara hidup sehat. Apa saja yang mesti dikonsumsi. Bagaimana gaya hidupnya. Namun mengapa soal penguatan kesadaran mengenai hal ini tak banyak disuarakan? Mengapa para pemimpin dan tokoh masyarakat seolah tak mau mengedukasi masyarakat, dalam melakukan perlawanan terhadap virus Corona dengan ajakan ola hidup dan makan sehat itu? Apakah nyuruh tinggal di rumah saja juga sehat? Gimana kalau makin stress?
Padal, jika yang dimunculkan penguatan daya tahan tubuh, imunitas, atau penguatan produksi anti-body di tubuh kita, hal ini lebih “mudah dilakukan”. Yang sudah terkena virus tentu hanya ahli yang bisa menangani. Jika tenaga mereka terbatas, karena masyarakat mengalami pandemi. Penderita muncul banyak dan serentak. Covid-19 hanya butuh berapa jam untuk menghentikan paru-paru manusia jika tanpa perlawanan.
Himbauan kegiatan di rumah saja, atau local lockdown, membatasi wilayah kemudian menjadi berlebihan. Sementara bagaimana antisipasi dari seruan yang “anti sosial” itu? Pemerintah bertanggungjawab? Sudah dihitung?
Jika gerakan melawan virus Corona juga mengedukasi masyarakat untuk peningkatan anti-body, masyarakat tidak perlu panik atau paranoid. Ketakutan berlebihan, juga bisa menimbulkan stress, dan itu artinya penurunan anti bodi yang makin menyukseskan virus Corona beraksi. Lagi pula, mengunci kehidupan sosial adalah juga pengkhianatan pada kemanusiaan kita. Achmad Yurianto sendiri, yang kayak malaikat Izrafil di TV itu, selalu ngomong mengkonsumsi buah dan sayuran adalah penangkal virus yang efektif, gitu kan?
Jangan sampai pemimpin hanya bisa ngajak gerakan cuci tangan mulu. Hanya karena mereka memang hobi cuci tangan, | @sunardianwirodono
Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3075019992589365/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 981

SitindaonNews.Com | Jumlah orang terinfeksi virus corona terus meningkat per harinya. Hingga Kamis (26/3/2020), jumlah kasus Covid-19terkonfirmasi di Indonesia sebanyak 893.
Umumnya, orang yang terinfeksi virus corona menunjukkan ciri-ciri demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, batuk kering, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan sesak atau kesulitan bernapas.
Gejala tersebut kemungkinan muncul pada hari kedua hingga 14 sejak pertama kali terpapar virus.
Tidak hanya itu, melansir Live Science, baru-baru ini dokter menambahkan pasien yang terinfeksi bisa jadi mengalami kehilangan kemampuan indera penciuman tanpa menunjukkan gejala lainnya.
Meskipun sebagian besar pasien menunjukkan gejala ringan, namun sedikit di antaranya merasakan sakit yang parah. Bahkan ada juga yang sampai mengalami kondisi kritis.
Perkembangan gejala virus coronapada pasien
Sebuah studi yang dilakukan terhadap 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan mengungkapkan proses berkembangnya gejala virus corona yang umumnya dialami pasien dari hari ke hari.
Perlu dicatat, bahwa penghitungan hari di sini dimulai sejak kemunculan gejala, bukan sejak terinfeksi. Sebab, penyakit Covid-19 memiliki masa inkubasi di mana pasien yang sudah terinfeksi belum menunjukkan gejala.
Hari ke-1: kemunculan gejala, biasanya pasien mengalami demam tinggi, kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian orang juga mengalami diare atau mual pada sehari atau dua hari sebelumnya.
Hari ke-5: muncul kesulitan bernapas, khususnya bagi pasien yang berusia tua atau memiliki penyakit penyerta.
Hari ke-7: pasien mulai dirawat di rumah sakit.
Hari ke-8: untuk pasien yang mengalami kasus parah, mereka akan merasakan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). ARDS merupakan sebuah penyakit yang terjadi ketika cairan menutupi paru-paru dan bisa berujung fatal.
Hari ke-10: Jika gejala semakin memburuk, kemungkinan besar pasien akan dipindahkan ke ruang ICU. Mereka mungkin akan kehilangan nafsu makan dan mengalami sakit perut yang lebih parah daripada pasien dengan gejala ringan. Sebagian kecilnya meninggal dunia.
Hari ke-17: Rata-rata pasien yang sembuh diizinkan pulang dari rumah sakit pada hari ke-17 atau sekitar 2.5 minggu sejak gejala pertama kali muncul.
Virus corona berkembang lebih cepat dari pneumonia biasa
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan pneumonia. Namun, Paras Lakhani, seorang ahli radiologi di Thomas Jefferson University, berkata bahwa Covid-19 bisa dibedakan dengan pneumonia bila dilihat dari bagaimana gejalanya semakin memburuk dari waktu ke waktu.
"Pneumonia biasanya tidak berkembang dengan cepat. Kebanyakan rumah sakit akan merawat pasien (pneumonia) dengan memberikan antibiotik, kemudian pasien (pasien) akan menjadi lebih stabil," jelas Lakhani.
Akan tetapi, pasien virus corona bisa menjadi lebih parah bila mereka diobati dengan cairan atau steroid.
Bahkan dalam sebuah kasus, seorang wanita berusia 33 tahun justru mengalami kondisi yang lebih parah sejak tiga hari dirawat di rumah sakit Lanzhou.
Sumber: kompas.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 684
Saya M usia 33 tahun, saat ini sedang di isolasi di wisma atlet bersama suami saya, W, 35 thn. Status suami adalah PDP, bermula dari operasi gigi bungsu tgl 14 maret 2020.
Gigi bengkak dan sakit. Disertai demam. Kemudian sakit maag dan keluar bintik merah, tidak ada batuk, pilek atau sesak napas sampai hari ini.
Juga tidak ada riwayat ke LN selama 1 tahun belakangan ini. Tidak ada bertemu dengan orang dr LN selama 14 hari belakangan ini.
Namun demam tidak kunjung turun, tgl 20 maret 2020, atas rujukan dokter igd dilakukan test darah dan rontgen, di paru paru ada flek dan kami melakukan self isolation.
Memindahkan anak kami dan orang tua ke rumah saudara. Tgl 23 maret karena bintik merah makin banyak, kembali ke RS dan melakukan ct scan.
Hasil ct scan menunjukan crazy paving, lalu dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk covid, di tolak 2 kali, tidak ada Rs yg mau menerima pasien dengan gejala viral (karena di curigai covid-19) kecuali kamu sudah swab dan negative.
Akhirnya kami di suruh ke wisma atlet. Saya dengan status ODP tanpa gejala. boleh pulang, namun saya memutuskan untuk ikut isolasi karena mempertimbangkan kondisi tempat tinggal yg padat penduduk. Demi menjaga keselamatan seluruh masyarakat disekitar kami
Hari ini tanggal 26 maret 2020.. hari ke 4 kami di isolasi. Saya agak sedih mendengar pemberitaan diluar yg menyudutkan pemerintah dan semua staf dokter dan suster serta semua tenaga kerja di sini yah.
Awalnya memang saya juga panik dan bingung, saya juga awal nya marah marah disini. Tapi saya kembali berdoa sama Tuhan (saya di dampingi oleh penatua gereja by WA dan telp) dan akhirnya bs berpikir jernih.
Pemerintah sudah sangat membantu dengan mendirikan wisma atlet. Semua yg ada disini FREE.. yang masuk hari pertama seperti saya, pasti mengalami kondisi kacau balau.. menurut saya WAJAR. karena sebuah tempat yg pada dasar nya bukan instalasi kesehatan. Dibuat menjadi tmpt isolasi. Tidak mudah dan gampang.
Hari ke 3 sudah ada perkembangan yg signifikan. Selama disini kami dapat nasi kotak sehari 3 kali dan air minum. Di hari ke 3 dibagi termometer. Apabila demam di beri paracetamol dan vitamin C.
Tapi diingatkan untuk bawa barang barang dan obat obatan pribadi yah. Karena disini adalah isolasi mandiri. Ini yg kurang disosialisaikan oleh pihak RS.
Kami kesini dengan bayangan wisma atlet menyediakan infus dan obat. Padahal tidak ada BUKAN TIDAK DI BAGI yah.. jadi memang belum masuk obat obatan. Tidak seperti yg di beritakan di luar "saya di biarkan gak dikasi obat".
Actually mereka memang gak punya obat nya.. jadi tolong yg ada uang dr pada nimbun masker dan yg lain. Uang nya bs buat bantu pemerintah aja.
Di hari ke 3, kita juga di bagiin snack isi nya kue kue
Hari ini hari ke 4, dikamar sudah didistribusikan dispenser dan aqua galon (merk AQUA ??)
Btw, makanan disini enak lho, ada susu, ada buah, sayur, daging (kayak nasi kotak kl ikut seminar ?)
Dari hari pertama, perkembangan nya sudah pesat sekali..c
Saya sedih sekali mendengar pemberitaan yg dikit dikit menyudutkan pemerintah, menjelek jelekan. Dari pengalaman saya disini saya melihat pemerintah sudah maksimal. Ada berita yg mengatakan "pemerintah tidak siap menghadapi COVid-19" yah keles..
siapa juga yg siap?? Kita negara dengan penduduk terbanyak no 4 di dunia (kalau gk salah yah). Dan pada susah di bilangin. Pada saat saya anter suami saya keliling RS tgl 23 maret. Saya berhenti untuk ke toilet di daerah cideng. Penuuh.. orang pada lagi ngopi cantik ???
Trus pas kena covid marah ama pemerintah? Situ sehat? Saya sudah WFH dr tgl 16 maret. Gak keluar.
Intinya masyarakat indonesia yg saya sayangi. STOP menjelek jelekan pemerintah. Kasi bantuan yg berarti. Pemerintah sudah maksimal, kalau kita nya cuek gimana bisa? Kalau yg bs menyumbang, tolong sumbang. Jangan numpuk Masker, Gloves, sama hand sanitizer dirumah. Kalau yg gak bisa nyumbang apa apa. TOLONG DIEM DIEM DI RUMAH. Jangan kemana mana. covid ini nyata dan benar benar bisa kena ke kamu.. iya KAMU..
Ini tuh negara kita bersama sama. Kita tinggal, besar, cari makan di sini.. kalau kamu selamat dan ekonomi lumpuh gak ada guna nya juga kan ??
Saya sedih bgt, apalagi pas denger ibunda pak JOKOWi baru meninggal. turut berdukacita sedalam dalam nya pak❤
Kemudian saya berdoa dan merenung,
Wisma atlet itu kalau di bandingin hotel bintang 5 dan rumah kita yah kalah jauh. Tapi kita disini demi keamanan dan keselamatan org org yg kita sayangi.. sabar dan semangat yah yg di dalam sini ??.
Keluarga nya yg di luar, jangan ojok ojok in di telp.. tanya kapan swab, keluar aja lah, dll.. di tenangin disini.. kita tuh ud stress di dalam sini.. gak perlu preasure dr luar.. saya mengalami pas masuk disini tuh stress dan bingung, gak tau ngapain.. puji Tuhan ada yg bisa menenangkan, inget kembali ke Tuhan.. percaya sama pemerintah dan positive thinking aja.. Buat yg masih stay at home, terima kasih ❤?, buat yg masi ngongkrong,trus gak penting bgt tp pergi pergi, dapat salam dr covid..
Terakhir saya cuman mw bilang. Terima Kasih kepada bapak Presiden Jokowi, semua jajaran pemerintah, dokter dan suster, tidak lupa para aparat TNI dan POLRI yg berjaga di pintu masuk, yang sudah menenangkan saya pas saya nangis nangis sesegukan kemaren, well for your information, Indonesia gak kalah keren kok dr luar negri ❤ oh iya, kalau ketemu semua petugas garis depan covid jangan marah marah yah.. kita memang panik, tapi mereka hanya menjalankan tugas mereka. Semangat Indonesia ? i love Indonesia ❤
Ayuk kita gotong royong.. sama sama bantu negara Indonesia keluar dari pandemic ini.. jangan malah ikut jelek jelekin pemerintah yah.. ???
Wisma Atlet 26 Maret 2020
Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3072551532836211/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 6285
SitindaonNews.Com | Ini untuk memberi tahu kami semua bahwa pH untuk virus korona bervariasi dari 5,5 hingga 8,5.
* PENELITIAN: JURNAL OF VIROLOGY, APRIL 1991, HALAMAN 1916 *
Yang perlu kita lakukan, untuk mengalahkan virus korona, kita perlu mengambil lebih banyak makanan alkali yang berada di atas tingkat pH virus di atas.
Beberapa di antaranya adalah:
Lemon - 9,9 pH
Kapur - 8.2pH
Alpukat - 15,6pH
Bawang putih - 13,2pH
Mangga - 8.7pH
Tangerine - 8.5pH
Nanas - 12,7pH
Dandelion - 22,7pH
Oranye - 9.2pH
Bagaimana Anda tahu Anda memiliki coronavirus?
1. Gatal di tenggorokan,
2. tenggorokan kering,
3. Batuk kering.
Jadi di mana Anda perhatikan ketiga hal ini dengan cepat minum air hangat dan minum.
Kesehatan Baik Anda Adalah Prioritas Saya
Jangan simpan informasi ini hanya untuk diri sendiri. Berikan kepada semua keluarga dan teman Anda. Tuhan memberkati Anda.
Sumber: Netizen