Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 839
Ilustrasi kaki bengkak akibat asam urat.(Thinkstock)
SitindaonNews.Com | Asam urat dapat menyebabkan rasa sakit di sekitar sendi, yang kerap kita sebut sebagai encok. Saat kondisi darah mengandung asam urat tinggi, kristal terbentuk dan menumpuk di dalam dan di sekitar sendi. Hingga akhirnya berakibat menimbulkan radang sendi atau encok.
Asam urat diproduksi ketika tubuh memecah bahan kimia yang disebut purin. Sebenarnya purin terjadi secara natural oleh tubuh, namun purin juga ditemukan pada beberapa makanan.
Oleh karena itu, melakukan diet asam urat dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Diet ini bukan untuk menyembuhkan, namun dapat mengurangi risiko encok serta memperlambat kerusakan pada sendi.
Baca juga: Asam Urat, dari Penyebab, Gejala, hingga Pengobatan
Melansir Mayo Clinic, orang yang memiliki encok tetap harus menjalani pengobatan medis meskipun telah menerapkan diet ini.
Diet asam urat dirancang untuk membantu Anda mendapatkan berat badan serta pola makan yang sehat. Selain itu juga membantu Anda menghindari makanan yang mengandung purin dan merekomendasikan beberapa makanan yang dapat mengontrol kadar asam urat dalam darah.
Makanan yang baik untuk orang dengan asam urat tinggi
1. Karbohidrat kompleks
Anda dapat memakan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian yang mengandungkarbohidrat kompleks. Hindari makanan dan minuman dengan sirup jagung fruktosa tinggi serta batasi konsumsi jus buah dengan pemanis alami.
2. Air mineral
Perbanyak minum air mineral agar tetap terhidrasi dengan baik
3. Protein
Protein dapat diperoleh dari daging dan unggas tanpa lemak, susu rendah lemak, dan berbagai sumber protein lainnya.
4. Sayuran dengan purin tinggi
Penelitian menemukan bahwa sayuran dengan kandungan purin tinggi, seperti asparagus dan bayam, tidak memberikan risiko asam urat.
5. Vitamin C
Vitamin C mungkin dapat membantu mengurangi risiko asam urat. Konsultasikan dengan dokter Anda terkait pengonsumsian suplemen vitamin C 500 miligram dalam rencana diet atau pengobatan Anda.
6. Kopi
Sebagian penelitian menunjukkan mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang, khususnya kopi dengan kafein biasa, dapat mengurangi risiko asam urat. Akan tetapi, kopi mungkin tidak dianjurkan jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai jumlah kafein yang baik untuk Anda.
Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat, Mungkinkah Cegah Kerusakan Otak di Masa Tua?
7. Buah ceri
Beberapa penelitian menemukan buah ceri baik untuk mengurangi risiko asam urat.
Makanan yang harus dihindari oleh orang dengan asam urat tinggi
1. Makanan dengan jumlah kalori tinggi
Memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko encok. Oleh karena itu, para peneliti merekomendasikan untuk mengurangi jumlah kalori dan kurangi berat badan, meskipun tidak melakukan diet purin, agar kadar asam urat berkurang sehingga risiko encok juga berkurang.
Menurunkan berat badan juga dapat mengurangi stres pada sendi.
2. Lemak jenuh
Anda harus mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, khususnya pada daging merah, unggas, dan produk susu berlemak tinggi.
3. Daging merah
Batasi jumlah konsumsi daging sapi, domba, dan babi.
4. Organ dalam hewan dan grandular
Hindari organ dalam seperti hati dan ginjal serta makanan grandular seperti roti manis yang memiliki kadar purin tinggi dan berkontribusi terhadap kadar asam urat darah tinggi.
5. Seafood
Beberapa jenis seafood seperti ikan teri, kerang, sarden, dan tuna mengandung purin yang tinggi. Akan tetapi, secara keseluruhan manfaat dari ikan lebih banyak daripada risikonya. Porsi ikan dalam jumlah sedang dapat menjadi bagian dari diet asam urat.
6. Alkohol
Bir dan minuman keras yang disuling dapat memicu peningkatan risiko asam urat dan serangan encok yang berulang. Hindari mengonsumsi alkohol saat merasa sakit dan batasi jumlah konsumsi alkohol, khususnya bir.
7. Makanan dan minuman manis
Batasi atau hindari konsumsi makanan tinggi gula seperti sereal manis, roti, dan permen, serta minuman manis seperti jus buah pemanis alami.
Sumber; .kompas.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 702
ilustrasi cuci tangan (pixabay.com)
SitindaonNews.Com | Tangan adalah media utama untuk penyebaran virus dan bakteri. Sebab tangan bisa menyentuh sumber penyakit dari hewan, antar manusia maupun benda mati. Salah satu hal penting untuk mencegahnya adalah dengan cuci tangan.
Selama pandemi virus corona ini pun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah mengimbau masyarakat untuk rajin cuci tangan. Adapun waktu-waktu penting untuk mencuci tangan agar efektif melindungi diri. Kapan saja?
- Sebelum makan
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Kuntjoro Adi Purjanto mengatakan bahwa setiap orang wajib cuci tangan sebelum makan pagi, siang dan malam hari. Ini didasari oleh tangan yang kotor dan digunakan untuk makan, bisa memasukkan virus dan bakteri ke dalam tubuh.
“Selain virus yang mewabah, berbagai masalah kesehatan juga bisa didapat dari malas mencuci tangan, seperti diare, influenza, hingga hepatitis,” katanya dalam acara Pencegahan Covid-19 di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2020. - Setelah bepergian
Apabila baru melakukan aktivitas di luar rumah, ada baiknya untuk mencuci tangan. Sebab menurut Kuntjoro, selama perjalanan seseorang pasti terpapar polusi udara dan menyentuh berbagai hal. “Kita tidak sadar kalau hal ini membuat mikroorganisme menempel di tangan kita. Jadi cuci tangan sesampainya di rumah itu penting sekali,” katanya. - Setelah dari toilet
Jutaan kuman bisa Anda temukan di dalam toilet, tak terkecuali toilet bersih dan kering. Pada toilet umum, banyak orang yang menggunakannya, sehingga berbagai penyakit sangat mungkin menyerang. “Cuci tangan yang bersih pakai sabun dan air mengalir setelah menggunakan toilet. Jangan lupa tangan dikeringkan agar tidak memicu kuman menempel kembali,” katanya. - Setelah menyentuh hewan
Khususnya bagi Anda yang gemar bermain dengan hewan maupun memiliki hewan peliharaan, sangat penting untuk mencuci tangan. Kuntjoro menjelaskan bahwa di balik tubuh hewan yang menggemaskan, terdapat kuman tak kasat mata. “Jangan lupa dengan hewan karena dia juga bisa menjadi carrier (membawa penyakit),” katanya. - Saat mandi
Banyak yang tidak menyadari bahwa kuman dan bakteri sangat rentan menempel pada tangan saat mandi. Jelas saja, ini karena tangan bertugas untuk menggosok seluruh badan. Sehingga seluruh mikroorganisme berpindah ke tangan. “Cuci tangan lagi penting supaya tidak ada yang tersisa di tangan saat mandi,” katanya.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1603
HAMBA UANG
Oleh: Birgaldo Sinaga
Dekade 80 - 90an ketika saya masih remaja, booming KKR Kebaktian Kebangunan Rohani Kristen sering diselenggarakan di Medan. Biasanya mengambil tempat di Lapangan Stadion Teladan Medan.
KKR ini diikuti ribuan orang. Maklum promosinya besar -besaran. Dua koran lokal Medan satu halaman full dipasangi iklan. Judulnyapun super bombastis "Yang Tuli Mendengar, Yang Buta Melihat, Yang Lumpuh Berjalan".
Acara KKR bagi anak muda yang mencari jati diri seperti saya ini tentu sangat menarik perhatian. Tidak sia-sia rasanya iman Kristen saya yang percaya akan kuasa muzizatNya.
Bukankah Yesus Kristus tabib ajaib? Bisa membangkitkan orang mati dan mencelikkan orang buta? Kuasa ajaibNYA tidak berubah hari ini sampai selama2nya. Begitu iman percaya orang Kristen.
Saat hadir di Stadion Teladan itu, ribuan orang melotot takjub melihat tontonan muzizat dari hamba Tuhan yang mengaku dapat kuasa penyembuhan Ilahi.
Klaimnya bahkan pernah bertemu Yesus langsung. Mirip klaim seorang pendeta yang mengaku sering bolak-balik naik ke surga tapi lupa bawa anaknya punya masalah berat bahkan harus masuk penjara gegara narkoba.
Seiring dengan berjalannya sang waktu, pencarian saya akan kebenaran iman terus berproses. Pada masa itu, media televisi juga jadi dipakai menjadi bagian promosi kuasa Ilahi.
Khotbah di dalam studio dengan penggunaan frekwensi televisi ternyata bisa mengalirkan kuasa Sang Evangelis menyembuhkan penonton TV yang sedang menyaksikan acaranya.
Ada penonton yang mengaku sakit perut sekian tahun tiba-tiba sembuh setelah didoakan. Begitu suara penonton yang sakit di telepon terdengar bilang sembuh penyakitnya penonton di studio tepuk tangan plok..plokk..plok sambil memuji Haleluya Puji Tuhan.
Ada juga telepon seseorang dari kota B yang mengaku asam uratnya tiba-tiba hilang karena menonton khotbah Sang Evangelis.
Pokoknya acara rohani di televisi itu dibikin bak tontonan acara sulap yang membikin penonton terhipnotis percaya pada kuasa Ilahi si Evangelis ini.
Lalu di bawah layar televisi tertulis kirimkan sumbangan pelayanan ke No rek : xxxxx.
Sejatinya komersialisasi agama telah berlangsung lama sama tuanya dengan kelahiran agama itu sendiri.
Saat Ibadah berlangsung, khotbah hamba Tuhan ini mirip dengan ocehan para motivator yang sering mengisi seminar pengembangan diri.
Bagaimana menjadi kaya penuh berkat. Bagaimana menjadi anak Tuhan yang diurapi. Bagaimana menjadi usaha sukses. Semuanya tentang kebaikan Tuhan bagi orang yang mau percaya padaNya.
Dalam setiap zaman, selalu ada orang yang bekerja sebagai penjual firman Tuhan. Modal cuap-cuap dengan air muka penuh kuasa ajaib. Hampir di semua agama ada. Bahkan dalam tataran agama Kristen saat ini telah terjadi persaingan sangat keras dalam merebut pangsa pasar jemaat.
Maklum, siapa yang bisa mendapatkan jemaat yang loyal, fulus gede bakal masuk ke rekening tanpa potongan pajak.
Tunggangan hamba Tuhan ini gak kalah mewah dengan pengusaha papan atas. Jas yang dikenakannya super keren, sutra mengkilap.
Rambut klimis. Parfum yang dipakenya berjarak 100 meter sudah tercium baunya. Dandanannya ala artis. Jam tangan rolex dengan cincin berlian.
Istri hamba Tuhan ini pake gelang, kalung, cincin berlian sudah biasa. Istri mereka punya tas Hermes seharga 250 juta lumrah. Belum lagi punya bodyguard super kiri kanan muka belakang atas bawah. Modalnya cuma jualan firman Tuhan.
Para hamba Tuhan yang fasih menawarkan surga ini menyasar anak-anak muda dan kelas menengah yang malas belajar.
Mereka yang kering akan isi firman senang dengan aksi dan trik yang menyenangkan mata dan kuping.
Senang dengan pertunjukan muzizat tipu-tipu seperti yang buta melihat, yang tuli mendengar dan yang lumpuh berjalan.
Dunia komersil agama ini telah begitu memilukan. Sekarang ini mudah sekali orang menjadi evangelis atau pendeta. Modal bacot kuasai satu dua ayat Alkitab plus dandan ala pengkhotbah maka orang-orang bisa dengan mudah terpedaya.
Kaum unyu-unyu ini tinggal diberikan sebuah cerita kesaksian menguras air mata model "oh mama oh papa". Seketika orang akan langsung terkesima akan kesaksian si evangelis yang mengaku baru bertobat itu.
Pekikkan saja pada mereka Haleluya..Ada Amennn..maka semua yang hadir disana akan menyahut seirama. Maka tidak heran bisa muncul hamba Tuhan beranak hamba Tuhan yang bisa mentransfer kuasa muzizat.
Zaman now ini kita sering malas berpikir dan bernalar. Kita malas menyelami inti mengapa Yesus Kristus datang ke dunia ini. Ada tidak ada muzizat sejatinya kematian dan kebangkitan Yesus Kristus itulah karya Muzizat Agung Allah yang maha besar.
Teman saya Agoes Ibrahim punya pengalaman banyak soal para hamba Tuhan yang melahap apa saja demi kekayaan tujuh turunan anak cucunya ini.
Menurut penelitian Agoes Ibrahim di Indonesia ini ada 7 pendeta yang hartanya di atas 1 Trilyun.
Empat pendeta tinggal di Jakarta dan 3 orang pendeta berdomisili di Surabaya.
Dari tujuh pendeta tersebut, yang paling tajir melintir adalah pendeta Surabaya yang pernah dilaporkan ke polisi oleh anaknya sendiri karena berebut harta dan jabatan Ketua Sinode.
Kata Agoes pendeta itu juga pernah dilaporkan ke polisi oleh para pendiri gereja tersebut karena ditengarai menggelapkan uang gereja sebesar 4,7 Trilyun.
Yang buat mata hampir mau copot hamba Tuhan itu punya 2 unit mobil Rolls Royce tipe langka yang satu unit harganya 20 M.
Di Indonesia mobil Rolls Royce tersebut hanya ada 3 unit. 1 unit dimiliki oleh konglomerat media, Harry Tanoesudibjo. Yang 2 unit lagi milik pendeta tersebut.
Apa yang terjadi sesungguhny? Apakah kita yang bodoh? Atau mereka yang pintar?
Dalam melihat dunia ini termasuk dalam beragama sekuatnya gunakanlah akal budi. Pakai nalar ratio. Otak dan pikiran diberikan Tuhan agar berguna buat kehidupan yang baik.
Akal budi adalah mukzizat terbaik yang diberikan Tuhan pada manusia. Itulah pembeda manusia dengan makhluk hidup lainnya. Akal budi.
Manusia punya insting atau naluri. Binatang juga punya insting. Manusia punya akal budi. Binatang tidak. Itulah bedanya. Selebihnya tidak ada beda. Binatang juga berkembang biak. Manusia juga berkembang biak.
So teman2 seperjuangan...
Satu2nya benteng pertahanan kita dari ombang-ambing dunia ini adalah nalar. Akal budi.
Itulah benteng pertahanan kita yang terbaik. Itulah alat penguji yang terukur yang diberikan Tuhan pada kita.
Hewan punya penciuman tajam apakah makanan yang mau dimakannya itu beracun atau tidak. Manusia punya akal dalam mempertimbangkan setiap makanan yang masuk ke mulutnya. Beracun atau tidak.
Maka gunakanlah selalu akal budi seperti kita memilih makanan terbaik untuk bayi kita. Jika tidak, engkau akan ditelan orang2 penipu dan manipulator ayat2 Alkitab. Seperti kata Ahok jangan mau ditipu pake ayat2 suci.
Salam perjuangan penuh cinta
Birgaldo Sinaga
Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10216152416711936&id=1496615567
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 941
Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat memeriksa kondisi pasien terinfeksi virus corona di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara, 5 Maret 2020. Di Italia korban meninggal akibat virus corona mencapai 366 orang, sedangkan pasien yang pulih 622 orang. LA7 PIAZZAPULITA/Reuters TV via REUTERS
SitindaonNews.Com | Seorang perawat menceritakan bagaimana sulitnya merawat pasien virus Corona atau COVID-19, mulai dari bekas merah di wajah karena terlalu lama memakai masker sampai tidak bisa ke toilet selama 6 jam.
Sementara ada seorang perawat lain jatuh tertidur di laptop pada setelah shift 10 jam tanpa henti.
Bersama dengan dokter dan staf medis lainnya, para perawat berada di garis depan perjuangan Italia melawan virus Corona. Mereka berbagi kisah kelelahan dan kepahlawanan dalam menghadapi penyakit yang telah menewaskan lebih dari 800 orang di negara itu dan menginfeksi lebih dari 12.400.
Dikutip dari Sky News, 12 Maret 2020, perawat muda bernama Alessia Bonari, yang berbagi foto yang menunjukkan bekas masker di wajahnya setelah mengenakan masker pelindung terlalu lama dan ketat, mengatakan dia takut pergi bekerja setiap hari.
"Saya takut karena masker mungkin tidak menempel dengan benar ke wajah, atau saya mungkin secara tidak sengaja menyentuh diri saya dengan sarung tangan kotor, atau mungkin lensa tidak menutupi mata saya sepenuhnya dan ada sesuatu yang ketinggalan.
Perawat Italia Alessia Bonari. Wajahnya memar karena terlalu lama memakai masker ketika dia merawat pasien virus Corona di rumah sakit tempatnya bekerja.[Sky News]
"Saya lelah secara fisik karena alat pelindungnya sakit, jas lab membuat saya berkeringat dan begitu saya berpakaian saya tidak bisa lagi pergi ke toilet atau minum selama enam jam," cerita Alessia.
"Saya lelah secara psikologis, seperti semua kolega saya yang telah berada dalam situasi yang sama selama berminggu-minggu, tetapi ini tidak akan menghentikan kami melakukan pekerjaan kami."
Dalam beberapa hari terakhir, foto perawat lain, Elena Pagliarini, telah menjadi simbol perjuangan tenaga medis melawan virus Corona.
Pagliarini, yang berusia 40 tahun, bekerja di sebuah rumah sakit di Cremona, dikutip dari The Sun. Kota ini berada di utara Lombardy, wilayah yang paling parah dilanda negara itu.
Seorang perawat pingsan karena kelelahan.[Nurse Times/Sky News]
Rekan perawat bernama Francesca Mangiatordi, yang mengambil foto Pagliarini, mengatakan kepada Nurse Times, "Kami telah bekerja tanpa henti selama 10 jam."
"Aku memandangnya dan aku ingin memeluknya, tetapi aku lebih memilih untuk mengabadikan momen itu."
Bonari, dari Grosseto di Tuscany, mendesak warga Italia untuk menghormati isolasi kota yang diberlakukan di seluruh Italia untuk mengekang penyebaran penyakit. Kalau tidak, dia memperingatkan semua upaya staf medis akan sia-sia.
"Kami anak muda tidak kebal terhadap virus corona, kami juga bisa sakit, lebih buruk lagi, kami bisa membuat orang lain sakit.
"Saya tidak mampu membayar kemewahan untuk kembali ke rumah di bawah karantina. Saya harus pergi bekerja dan mengerjakan bagian saya. Tolong kerjakan kewajiban Anda."
Seruan dari Bonari di Facebook, yang terdaftar di kolom Facebook bekerja di rumah sakit Milan, datang setelah dokter membagikan kisah dramatis tentang tantangan yang dihadapi oleh staf garis depan.
Beberapa orang menyamakan virus Corona dengan perang, atau tsunami.
Ketika Italia terus bergulat dengan wabah terburuk di luar Cina, dokter dan perawat masih harus menempuh jalan panjang.
Ketika WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, kasus infeksi di Italia terus meningkat menjadi 12.462 menurut data John Hopkins University pada 12 Maret 2020. Sementara, 827 orang di Italia terbunuh oleh virus Corona.
Sumber : tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2639

Pasien saya pernah berkonsultasi seperti ini:
"Dok, saya rasa saya perlu membawa istri saya ke dokter jiwa."
Saya kaget, lalu saya bertanya, "Kenapa Bapak berpikir demikian?"
"Anak saya dah habis dicubit istri saya, belum lagi dipukul dengan rotan. Saya tidak tega melihatnya. Itu termasuk usia satu tahun, Dok."
"Istri saya bagaikan macan ... Padahal dulu istri saya sangat lembut hatinya, marahpun tidak tega," ujarnya lagi.
Saya terdiam, lalu bertanya, "Pak, mohon maaf sebelumnya, saya bertanya dulu, ya, soal kondisi Ibu."
Singkat cerita, saya mendapat informasi bahwa si Ibu ini punya 4 orang anak. Usia anaknya mepet-mepet, terbesar 10 tahun, lalu 8, 5, dan 2 tahun. (Saya dengarnya saja sampai melotot).
Punya pembantu hanya 1, dan si Ibu ini bekerja, jam kerjanya dari jam 7 pagi sampai jam 6 malam.
Biasanya Si Ibu bangun jam 4 pagi untuk masak dan bersih-bersih, lalu lanjut dengan menyiapkan anak-anak sekolah, bahkan Ibu ini harus mengantarkan anak-anak sekolah pagi.
Dan siklus ini berlanjut sampai hari Sabtu. Hari Sabtu si Ibu akan bekerja sampai jam 3 sore.
Pada saat anak pertama, si Ibu ini baik-baik saja. Semakin anak bertambah, keganasannya pun bertambah. Bahkan kalau marah bisa menjerit-jerit dan membanting barang.
Saya melanjutkan pertanyaan saya, "Bapak, kalau boleh tahu, aktivitas Bapak kalau pagi dan sore bagaimana, Pak?"
"Oh, saya bangun jam 6, mandi, makan pagi, lalu berangkat kerja. Sampai di rumah saya jam 6 sore, Dok, mandi, makan, buka kerjaan kantor sebentar, lalu istirahat. Capek dah kerja seharian. Saya gak ngurus anak-anak, Dok. Mereka kan urusan ibunya."
(Iiiih pengen deh nyubit si Bapak. Nyubit pake capit kepiting raksasa ?)
"Mohon maaf sebelumnya, ya, Pak. Sebelum saya merujuk istri Bapak ke dokter jiwa, sebaiknya Bapak bisa melakukan beberapa hal berikut ini."
"Kita tunggu satu bulan, kalau tidak ada perubahan, boleh kita bawa ke psikiater."
"Tolong lakukan ini setiap hari, dan tolong jangan tanya kenapa ... Just do it! (Maksa mode on ?)."
1. Bapak bangun jam 5 pagi, bantuin Ibu mandikan anak-anak dan bagi tugas mengantarkan anak.
2. Gantian, Pak, setiap Sabtu, sesekali Bapak yg "Me Time", sesekali Ibu yg "Me Time".
Kasih Ibu waktu untuk rehat, biarkan sesekali pergi ke salon, nonton, pergi dengan teman, apapun itu yang bisa membuat beliau segar kembali.
3. Kalau memang Bapak punya dana lebih, sebaiknya ditambah pembantu satu lagi, Pak.
4. Diajak kencan berdua, sesekali anak dititipkan.
"Begitu, ya, Pak. Sebulan lagi kita cek ulang."
Selang sebulan, si Bapak kembali dengan wajah yang sumringah.
"Gimana, Pak?"
"Betul, Dok! Istri saya sekarang sudah lebih sabar. Anak-anak juga sangat jarang dipukul. Saya lihat anak-anak saya juga lebih bahagia. Saya rasa gak perlu ke psikiater, ya, Dok. Saya sadar saya salah. Saya kurang berikan waktu istirahat untuk istri saya."
Ia pun lanjut bercerita, "Tapi saya belum sanggup sewa pembantu lagi, Dok. Tapi kata istri saya tidak usah, sanggup kok merawat anak-anak selama saya membantu."
"Alhamdullilah ... Ya, selama komunikasi dengan Ibu baik, Bapak mau membantu istri Bapak. Saya rasa bisa kok, Pak, merawat anak-anak."
Sebenarnya para suami perlu tahu, bahwa dengan membahagiakan istrinya artinya juga menyelamatkan anak-anaknya.
Apa hubungannya?
Seringkali anaklah yang menjadi korban saat ibunya banyak pikiran dan tertekan.
Peran ibu sangat besar dalam mendidik anak-anak agar mereka tumbuh besar, bertanggungjawab, dan cerdas.
Bersyukurlah para suami mempunyai istri yang bisa tetap menjaga kewarasannya ketika beban hidup begitu berat.
Selalu dengar istri Anda, selalu ringankan tangan untuk membantu pekerjaannya, dan selalu berikan pelukan untuk menenangkannya ?.
Seringkali depresi dan stres istri justru berasal dari orang terdekatnya, loh. Beban istri tidak hanya dari anak-anak saja.
Anak rewel, anak sakit, anak dengan kondisi khusus, anak lebih dari satu ... Banyak.
Ini makin parah dengan beban sikap buruk dari suami, keadaan ekonomi yang sulit, belum lagi jika mendapat mertua, ipar, orangtua yang jahat alias juliiid, banyak tuntutan (perhatian maupun materi), suka ngatur (kaya di sinetron deh tuh ?).
Akhirnya, karena tidak berdaya dan tidak ada pembelaan dari suami, gak bisa balas, ujungnya hanya bisa melampiaskan pada sosok yang lemah, yaitu anak.
Apalagi klo beban ekonomi ibu bergantung total pada suami. Apa-apa minta suami. Mau beli make up minta suami ....
Kebayangkan, sudah stres ... gak bisa merawat diri, dibilang gila lagi! ?.
Berapa banyak kasus penganiayaan bahkan hingga kasus pembunuhan anak berawal dari sini?
Dan ketika itu terjadi, para ibu seringkali dicap tidak punya iman, ibu gila, ibu jahat. Semua menghakimi tanpa memikirkan bagaimana kondisi mental si Ibu.
Dan yang mengerikan, orang gak sadar bahwa dari ucapan dan tindakan itulah yang menjadi pembuka pintu untuk menjadikan seorang ibu menjadi seorang pembunuh bagi anak-anaknya.
Baik pembunuh karakter maupun pembunuhan yang menghilangkan nyawa.
Semua bisa kok dilewati ketika suami berbuat baik pada istrinya, berada di garda terdepan untuk melindungi dan menyayangi istrinya. Menjadi pendamping dan pembimbing. Karena dengan begitu, sesungguhnya seorang suami juga sedang melindungi anak-anaknya.
Dan buat kita semua wanita!!!
Please deh jangan julid!!!
Kalau ada teman yang stres punya banyak anak, jangan menghakimi, terus dibandingkan,
"Iih punya anak 4, gak bisa merawat diri, makin lama makin jelek."
Yang berkomentar hilang ingatan klo dia sendiri cuma punya anak dua dengan dua baby sitter, seorang sopir, dan dua pembantu ... ?.
(Dokter Ika Devi)
***
Memang benar, ya, yang paling berefek menyakiti dan mengubah pribadi seorang ibu, ya, orang terdekatnya.
Ditambah lagi yang mengherankan, yang usil dan sering menghakimi juga sesama wanita:
- ibu sendiri, padahal sebagai ibu juga pasti dia pernah merasakan beban yang berat menjadi seorang ibu.
- ibu mertua, padahal ia juga pernah merasakan menjadi menantu. Tapi tanpa sadar ia juga memperberat kondisi menantunya.
- ipar/saudara perempuan yang sebenarnya sama-sama merasakan beratnya beban hidup tapi malah menambah beban dengan ketidakpedulian dan persaingan.
- teman wanita lainnya, yang justru malah nyinyir mencari kekurangan wanita lain hanya untuk merasa ego bahwa dirinya jauh lebih baik.
Segala hal jadi bahan perbandingan dan dipermasalahkan secara berlebihan: caesar atau tidak caesar, vaksin atau tidak vaksin, asi atau tidak asi, bisa ngupas salak atau gak bisa ngupas salak ??.
Setiap orang itu kan mengalami situasi dan kondisi yang berbeda-beda, jadi jangan disamakan dengan kondisi kita, bisa saja lebih baik atau mungkin lebih buruk.
Pahami dulu, sebelum menghakimi!
Salam waras, Mak ??
Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10221291195620279&id=1559094120
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 790
Siswa disabilitas netra didampingi guru mempraktikan cara menggunakan masker yang benar saat Sosialisasi Simulasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona di SLBN A Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (6/3).
SitindaonNews.Com | Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dua orang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) awal pekan ini, masyarakat langsung ramai-ramai memborong masker. Padahal, menurut ahli, orang yang dalam kondisi sehat tak perlu menggunakan masker.
Dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre, mengatakan, jika orang sehat menggunakan masker, maka cenderung akan semakin mudah terpapar Covid-19. Sebab, penggunaan masker hanya akan membuat seseorang lebih sering menyentuh area muka, padahal tangannya dalam kondisi tidak steril.
"Kalau kita pakai masker, tapi tangan kita tidak bersih, percuma juga. Sama saja. Akhirnya malah terpapar juga," kata Pande ketika memberikan sosialisasi terkait Covid-19 di Kantor Republika, Jakarta, Jumat (6/3).
Lantas siapa saja yang seharusnya menggunakan masker?
Menurut Pande, mengacu pada panduan WHO, masker seharusnya hanya digunakan untuk tiga jenis keperluan. Pertama, bagi orang yang memang sadang sakit, misalnya sedang batuk dan pilek.
Kedua, orang-orang yang sedang merawat mereka yang sedang batuk-pilek. Ketiga, untuk para tenaga medis.
Khusus untuk orang yang dalam kondisi sakit, ia menekankan, agar harus menggunakan masker. Sehingga virus yang ada pada tubuhnya tidak menyebar ke orang lain. "Kalau memang sakit, jangan tidak pakai masker, tolong pakai masker," katanya.
Namun demikian, kepanikan masyarakat akan Covid-19 telah membuat harga masker di pasaran melambung tinggi. Selain itu, kata dia, tak jarang masyarakat yang dalam kondisi sakit malah tak kebagian masker.
"Jadi kalau kita sehat, untuk membantunya adalah jangan beli masker. Sebab, yang sakit tidak sanggup beli masker karena harganya kemahalan," ujar Pande.
Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus orang warga Kota Depok positif terjangkit Covid-19 pada Senin (2/3) lalu. Pada Jumat, pemerintah mengumumkan bahwa terdapat dua orang lagi positif terjangkit virus yang pertama kali muncul di China itu.
Sumber: .republika.co.id
More Articles …
- Masuk Pakai Kaos Oblong dan Sandal, Pria Berambut Gimbal Ini Ngamuk Dikira Miskin Oleh Pegawai Toko, Karyawan Cuma Bisa Diam Lihat Tas Ratusan Juta Digunting Sampai Hancur di Depan Muka
- Sosok Ibu Sitti di Balik Geger Sperma Hamili Wanita di Kolam Renang
- Angpao Imlek: Yang Penting Amplopnya, Bukan Duitnya
- Rayakan Imlek, Nadiem Makarim Akui Pernah Lancar Bahasa Mandarin