DEFISIT KECIL, PESTA BESAR

Selamat datang di negeri yang defisitnya baru 0,21%, tapi pengeluarannya sudah seperti menang undian. Rp54,6 triliun?

Tenang. Itu cuma angka.

Yang penting program jalan terus, foto-foto bagus, dan pidato tetap optimis. Karena di negeri ini, yang penting bukan kenyang — yang penting anggarannya terserap.

---

MBG: MAKAN BERGIZI GRATIS (UNTUK SIAPA?)

Di layar presentasi: anak-anak makan sehat, masa depan cerah, generasi emas.

Di lapangan: menu mirip takjil pinggir jalan. Roti, Kacang. Buah yang bahkan lalat pun mikir dua kali.

Tapi jangan salah — nilai proyeknya tetap premium.

Karena yang makan bukan cuma anak sekolah. Ada yang ikut kenyang:

  • Pemilik dapur
  • pemegang proyek
  • kroni
  • yang “mengamankan”
  • yang “mengawasi”
  • yang “membina”

Semuanya makan bergizi. Rakyat dapat karbohidrat.

---

DEFISIT ITU STRATEGI

Katanya ini ekspansi fiskal.

Bahasa halus dari: “uangnya keluar dulu, hasilnya kita doakan.

” Kalau berhasil → visi besar.

" Kalau gagal → faktor global.

Rating turun?: Itu cuma opini asing.

Yang penting baliho tetap berdiri.

---

PRESIDEN KELILING DUNIA

Pergi jauh untuk masa depan bangsa. Pulang bawa:

  • foto
  • jabat tangan
  • headline optimis

Investasi?... Nanti....

Yang penting rakyat tahu kita aktif di panggung internasional,  walaupun di dalam negeri panggungnya lagi goyang.

---

DI-PRANK EKONOMI GLOBAL

Tanda tangan dengan percaya diri. Besok kebijakannya berubah.

Rakyat bengong., Pasar ketawa.

Tapi tenang — narasinya tetap:

“Ini keberhasilan diplomasi.”

---

MENUJU BANGKRUT?

Bangkrut itu kata kasar. Di negeri ini kita pakai istilah lebih sopan:

  • penyesuaian fiskal
  • optimalisasi pembiayaan
  • reprofiling utang
  • efisiensi belanja

Artinya sama: rakyat diminta sabar lagi...

---

GENERASI EMAS 2045

  • Anak-anak makan roti bantuan.
  • Pejabat makan di hotel bintang lima.

Katanya demi masa depan.Karena memang — masa depan itu indah…terutama bagi yang sudah kenyang hari ini.

---

PENUTUP

Defisitnya kecil. Masalahnya besar.

Karena yang habis bukan cuma uang negara — 

tapi juga: kepercayaan.

Dan kalau kepercayaan sudah defisit, itu tidak bisa ditutup dengan utang.

Sumber: Yoyok Rahayu Basuki  https://www.facebook.com/share/1HXZkigmk8/

Edited by Sitindaon News