SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (16)
  • Politik & Opini (350)
  • Ekonomi & Bisnis (422)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (115)
  • Lifestyle & Health (419)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (151)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (13)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (40)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Politik & Opini
  4. Tragedi Dadan: Prabowo Effect vs Jokowi Rffect

Search

Details
Category: Politik & Opini
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
04.Jun
Hits: 13

Tragedi Dadan: Prabowo Effect vs Jokowi Rffect

TRAGEDI DADAN: 

PRABOWO EFFECT versus JOKOWI EFFECT 

Asli, drama politik rezim sekarang makin hari makin brutal dan bener-bener gokil! Lu pada denger nggak rangkaian plot twist super kilat bin tragis dari sang mantan kepala BGN professor serangga Dadan Hindayana? 

Ini info terbaru yang bikin gw geleng-geleng kepala: Dadan itu sebenarnya dijadwalkan baru mendarat dari ibadah haji tanggal 4 Juni 2026. Tapi, karena ada perintah mendesak demi agenda super besar bareng pleciden, beliau dipaksa mempercepat kepulangan dan mendarat Senin malam, 1 Juni 2026.

Bayangin gengs, dipercepat pulang haji cuma buat diborgol dan dijblosin ke tahanan! Skenario sesadis ini cuma sanggup dibikin sutradara ala-ala psikopat pembant4i berdarah dingin. 

Besok paginya, Selasa 2 Juni, dengan sisa-sisa tenaga akibat jetlag, Dadan dipaksa tancap gas nemenin pleciden nyicip masakan MBG bareng anak-anak sekolah di SMPN 111 Jakarta di kawasan Palmerah. 

Paginya disayang dan dipamerin di depan kamera, selang hitungan jam malamnya langsung dibuang! Selasa malam, Dadan mendadak dicopot dari jabatannya. Dan puncaknya, Rabu pagi buta tanggal 3 Juni 2026, sekitar jam 2 sampai jam 4 subuh, kantor Badan Gizi Nasional (BGN) langsung diobrak-abrik dan digeledah Kejaksaan Agung! Sore harinya sekitar jam 17.10 WIB, Dadan keluar dari gedung Jampidsus dengan tangan diborgol dan resmi mengenakan rompi pink khas tahanan! Kurang dari 48 jam sepulang haji darurat, nasibnya langsung zonk!

Sebuah skenario sinetron yang bikin sinetron2 pembodohan emak-emak rebahan ala Punj4b bersaudara terlihat inferior! 

Nggak cuma itu, barengan dengan penangkapan ini, langsung beredar video pidato pleciden di hadapan pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sambil teriak nanya, "Angkat tangan SPPG yang brengsek!" 

Yikes!

Sebuah teatrikal drama yang bikin pengen muntah, karena dengan enaknya rezim ini mengorbankan pion yang selama ini sudah berusaha maksimal menghamba, pasang badan, dan menjilat tuannya demi kelancaran proyek raksasa tersebut. Bahwa si pion ikutan nyolong ya siapa juga yang mau nyangkal. 

Tapi se-"rapi-rapinya" rezim bikin sinetron pembersihan ini, pasar emang nggak bisa dibohongi, gengs. Kemarin sentimen ekonomi kita langsung rontok berjamaah. Rupiah kita ambrol parah hampir menyentuh psikologis baru di angka Rp17.966 per dolar AS, dan di saat yang sama IHSG amblas jeblok 4,11% ke level 5.941—bursa saham kita resmi jadi yang paling babak belur se-Asia Pasifik! Ngeri nggak tuh?

Buat kita-kita yang masih waras, indikasi kebusukan program ini sebenarnya bukan barang baru. Gw sepakat banget sama apa yang sudah ramai di-highlight para pengamat kebijakan dari jauh-jauh hari—salah satunya adek BEM kita Tiyo Ardianto yang dengan nampol memplesetkan program ini lewat jargon "Maling Bergizi Gratis".

Sesuai dengan jargon itu, MBG ini dari awal emang cuma kosmetik politik tingkat dewa! Narasi "demi gizi anak bangsa" dan "anti-stunting" dipakai sebagai perisai moral biar nggak bisa dikritik. Siapa yang berani protes program buat anak kelaparan, yekan?

Padahal di balik "lipstik" kemanusiaan itu, program ini didesain sebagai mesin raksasa buat melegalkan perampokan APBN dalam skala masif! Nggak cuma itu, ini juga alat canggih buat membeli dukungan politik dari level atas (pemilik SPPG/vendor) sampai level pekerja dapur dan sopir MBG. Bikin semua orang bergantung sama proyekan negara, biar loyalitasnya terkunci rapat ke penguasa.

Tapi begitu boroknya langsung jebol di awal karena kasus korupsi tata kelola yayasan sampai pengadaan fiktif motor listrik senilai Rp1 triliun ini, gw melihat ada dua upaya cuci tangan yang super kocak tapi kentara dari rezim lewat buzzer-buzzernya:

1. Korbanin Operator Lapangan (Cari Kambing Hitam):

Menciduk Dadan itu cuma taktik potong kepala biar rezim kelihatan suci tanpa noda. Padahal semua orang yang punya otak juga tahu, Dadan itu cuma operator di lapangan! Desainer utama dan pemegang cetak biru dari program "maling anggaran berkedok makan gratis" ini ya asalnya dari Istana Konoha, bukan dari planet lain!

2. Oper Bola Panas ke Tetangga Sebelah

Para buzzer rezim lagi sibuk narasiin kalau MBG itu sebenarnya programnya Jokowi, bukan Prabowo. Modalnya: klipingan koran bahwa Jokowi tandatangan perpres pembentukan BGN pada Agustus 2024. Tujuannya jelas banget, gengs: kalau program ini gagal total, bikin inflasi meledak, dan APBN hancur-hancuran, yang disalahin dan dicap buruk di mata publik ya tetep Jokowi. Strategi oper bola yang sangat rapi!

Biar kalian nggak gampang dikadali sama pengalihan isu para buzzer, mari kita intip linimasa sejarah lengkapnya biar tahu mana ayam mana telur:

9 September 2023 (Metu Ide): Prabowo pertama kali meluncurkan ide "Makan Siang Gratis" di acara konsolidasi Partai Gerindra di Jakarta Barat. Ini murni jualan utama kampanye beliau ya, gengs.

Oktober 2023 (Hitam di Atas Putih): Gagasan ini resmi masuk ke dokumen visi-misi pasangan Prabowo-Gibran saat mendaftar ke KPU.

Februari 2024 (Menang Tiket): Paslon Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024 dengan jualan utama program tersebut.

15 Agustus 2024 (Bikin Kandang): Menjelang lengser, Presiden Jokowi menandatangani Perpres pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN).

19 Agustus 2024 (Pasang Pion): Jokowi melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN atas dasar rekomendasi dan titipan langsung dari Prabowo demi kelancaran transisi anggaran. Ingat: Dadan adalah Dewan Pakar Bidang Gizi dan Pangan team sukses pemenangann Prabowo-Gibran, sama sekali bukan orangnya Jokowi walau dilantik sebagai kepala BGN oleh Jokowi.

1 Juni 2026: Dadan dipaksa pulang haji lebih cepat. 

2 Juni dicopot setelah dinas lapangan. 

3 Juni digeledah subuh-subuh dan sorenya resmi berbaju pink!

Dosa Jokowi adalah menjadi fasilitator program MBG lewat perpres. Tapi yang punya program sekaligus yang mengimplementasikan ya Prabowo. 

Jokowi memuluskan program MBG yang sengawur dan rentan bocor ini di akhir jabatannya dengan tujuan yang sangat jelas: cuma demi jaminan perlindungan politik jangka panjang dan kontinuitas dinasti kekuasaannya melalui sang wakil pleciden. Tujuan yang sama yang menjelaskan kenekadan Jokowi menganugerahi Bapak Buna si jendral pecatan dengan gelar Jenderal Bintang 4 kehormatan pada Februari 2024.

Dan kita pun gak pernah lupa bagaimana rekam jejak di akhir masa jabatan Jokowi. Kita semua jadi saksi bagaimana kas APBN dikuras habis-habisan hampir Rp500 triliun demi menggelontorkan bansos secara masif menjelang Pilpres kemarin. Belum lagi manuver pengerahan aparat untuk mengondisikan dan mengintimidasi para kepala desa—yang sebagian besar posisinya sudah tersandera oleh celah temuan hukum di program Dana Desa. Semua orkestrasi politik itu dilakukan demi memuluskan jalan sang "anak haram konstitusi" melenggang mulus menduduki kursi nomor dua di republik ini.

Catatan ini gw buat biar kalian paham gw nggak sedang nge-defend siapa-siapa, apalagi sampai dicap sebagai Ternak Mulyono sama deterjen-deterjen medsos. Kagak level, gengs!

Tragedi Dadan ini adalah bukti nyata dari pertemuan dua arus kepentingan besar. Dadan adalah orang dekat Prabowo yang konsepnya diwadahi oleh sistem birokrasi bentukan Jokowi. Ketika proyek raksasa ini jebol oleh syahwat korupsi pengadaan barang mewah, menyalahkan salah satu pihak secara mutlak adalah bentuk kelucuan yang hakiki.

Makanya, menganggap hubungan Jokowi dan Prabowo sekadar sebagai hubungan dalang dan boneka adalah bentuk simplifikasi dungu dari para buzzer yang sengaja dipelihara buat men-dungu-kan masyarakat awam. Realitasnya, ini adalah hubungan transaksional-strategis tingkat tinggi yang saling menguntungkan (win-win solution) demi ego dan kepentingan politik masing-masing.

Di satu sisi, Prabowo butuh Jokowi effect, basis massa, dan restu kekuasaan sang inkumben demi memuluskan ambisi besarnya menduduki kursi Konoha-1 setelah berkali-kali gagal dalam pemilihan pleciden Konoha. Di sisi lain, Jokowi butuh sekoci perlindungan politik jangka panjang pasca-istana, jaminan kelanjutan proyek mercusuarnya seperti IKN, serta karpet merah untuk mengamankan dinasti politik keluarganya melalui sang anak yang diselundupkan menjadi wakil pleciden. Jadi, nggak ada yang polos atau disetir di sini; keduanya adalah sekutu pragmatis yang saling memanfaatkan momentum demi mengunci kekuasaan absolut.

Guys, yuk kita lebih cerdas dalam bersosial media! Tuhan menganugerahi kita otak bukan cuma pajangan, tapi untuk memilah mana yang Jokowi effect dan mana yang Prabowo effect.

Menelan mentah-mentah simplifikasi buzzer bahwa semua kekacauan hari ini 100% adalah salahnya Jokowi hanyalah bentuk kemalasan berpikir akut. Jangan mau jadi netizen yang gampang digiring opini hitam-putih ya, gengs! 

Tetap waras, netizen se-Konoha Raya. Mari kita pantau pakai mikroskop bagaimana si Nenek Peyang, pengganti professor Dadan, yang bahkan jauh lebih inferior kompetensinya, mengeluarkan jurus-jurus penyelamatan the crumbling program Maling Berkedok Gizi.

Sumber: FB Meilanie Buitenzorgy https://www.facebook.com/share/1KbFAnjmyz/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Perketat Ikat Pinggang, Ekonomi Indonesia Sudah Diujung Tanduk Prev Next article: Pesta Babi, Soros dan MAMA Yasinta Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link