Search
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 26
Darimanakah Kita Mengetahui Isi Hati Seseorang?
Darimanakah kita mengetahui isi hati seseorang? Yesus katakan: periksalah anggarannya. Kemana pengeluarannya terbesar kesitulah hatinya sesungguhnya tertuju. Mengutip kalimat Yesus: dimana hartamu berada disanalah hatimu berada.
Akhir2 ini cukup banyak uang saya keluar membeli tanaman hias dan pendukungnya (pot, media tanam, pupuk dll). Jujur hati saya memang tertuju kepada tanaman hias. Jika saya tak memberi hati ke tanaman mana mau saya mengeluarkan uang banyak (secara diam2 atau terang2an, dengan atau tanpa sepengetahuan Martha) untuk urusan tanaman. Alasan formal: memperindah halaman rumah kami. Berhubung saya tidak pernah jatuh hati kepada jam tangan atau sepatu maka tak ada juga uang saya keluar kesana.
Lantas bagaimana dengan hati gereja HKBP misalnya? Sama saja. Periksa dan pelototi anggarannya. Kemana pos pengeluaran terbesar kesitulah sesungguhnya hati gereja termasuk yang namanya HKBP itu berada. Jadi kalau ada gereja mendaku sangat mementingkan pengajaran iman namun cuma menyediakan "seuprit" anggaran untuk pengajaran iman itu artinya sama saja bohong. Jika pos pengeluaran gereja terbesar untuk pesta artinya hati gereja itu ya ke pesta. Jika pos terbesar untuk pendeta berartinya hatinya (rela atau tak rela) ya ke pendeta. Jika anggaran terbesar ke pusat ya hati gereja ya ke pusat. Jangan marah ya. Itu bukan kata2 saya melainkan Yesus.
Dua bulan terakhir ini gereja kami sedang sibuk kali membahas usul penataan ulang anggaran HKBP secara sinodal apakah masih mengandalkan persentase persembahan yang junlahnya fluktuatif (sekian untuk Huria lokal sekian untuk Pusat, sekian belok?) atau sistem budgeting (maksudnya: beban Sinodal dibagi dan dipatok secara proporsional sesuai besar-kecil Huria dan bersifat wajib atau pokoknya bayar sesuai ketentuan). Kepada adik2 saya pelayan termasuk yang sedang menjabat dan kawan2 sintua dan Ruas agar tidak larut dalam persoalan teknis dan mekanisme belaka. Saya mengajak agar kembali dulu ke persoalan yang sangat mendasar yaitu teologi keuangan HKBP. Apa dan bagaimana sesungguhnya konsepsi teologi gereja tentang keuangan. Mari kita buka dan periksa benar2 detil anggaran dan realisasi anggaran gereja (di pusat, distrik, resort, dan huria). Anggaran menunjukkan hati. Si devil sering ada di detil. Kemanakah hati gereja sesungguhnya tercermin dari anggarannya tersebut? Apakah pengeluaran2 gereja kita sungguh mencerminkan kita sebagai gereja yang bersaksi, melayani, bersekutu dan mengajar sebagaimana panggilan Tuhan? Atau gereja macam apa?
Ket foto: tadi pagi saya berfoto sehabis mengecek paku tanduk rusa yang saya beli kemarin dengan harga @ Rp 150 ribu dan suplir @ Rp 25 ribu.
(Bersambung)
Daniel Taruliasih Harahap https://www.facebook.com/share/p/1JFKADYwXQ/
