SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (16)
  • Politik & Opini (359)
  • Ekonomi & Bisnis (427)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (148)
  • Lifestyle & Health (428)
  • Tekno & Sains (72)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (59)
  • Inspirasi dan Inspiratif (157)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (18)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (41)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media
    • BTC Macro Terminal

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Mimbar Kristen
  4. Hepeng ( Part 3 )

Search

Details
Category: Mimbar Kristen
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
24.Jul
Hits: 13

Hepeng ( Part 3 )

Hepeng (Part 3)

Dulu ada pameo kami di Medan: kalau bisa dipersulit untuk apa dipermudah? Maksudnya apa coba? Sadar tak sadar pameo ini seringkali juga diberlakukan dalam keuangan gereja (baca: HKBP). Seakan-akan keuangan gereja sesuatu yang sangat sulit dan rumit sehingga hanya pantas diketahui dan ditangani oleh segelintir orang saja (terutama pendeta dan sintua tertentu?). Padahal keuangan gereja sangat sederhana: penerimaan dan pengeluaran (kas dan bank). Tak ada perhitungan laba rugi disana. Namun banyak orang tak suka hal2 sederhana. Maunya yang rumit, njlimet atau rundut.

Sebab itu mengakhiri postingan tentang keuangan gereja ingin menyampaikan beberapa prinsip keuangan gereja yang harus diberlakukan di semua level (Huria lokal, Resort, Distrik dan Pusat). Tiap prinsip akan saya uraikan dalam postingan sendiri.

Pertama: prinsip keterbukaan atau transparansi. Bahasa Bataknya: hapataran. Keuangan gereja termasuk di Distrik dan Pusat bukanlah rahasia Ilahi atau rahasia gerejawi. Tuhan bukan koruptor yang suka menyembunyikan uangnya di brankas rahasia dan sama sekali tak ingin kekayaanNya diketahui jemaat atau pemerintah. Sebab itulah AP HKBP mengharuskan Pusat dan Distrik serta Resort melaporkan keuangannya secara berkala kepada Jemaat. Namun ketentuan AP ini tidak dilaksanakan. Dan tak ada sanksinya juga. Mau apa kalian?! 

Anda dan saya ingin gereja apalagi HKBP ini aman dan jauh dari konflik? Paksalah semua unit HKBP mulai dari Pusat dan Distrik buka2an tentang keuangannya. Selanjutnya undanglah konsultan memeriksa semua keuangan tersebut membantu HKBP menata ulang siatem keuangannya. Namun jangan suruh pendeta atau politikus melakukannya. Itu sama saja dengan menyuruh pendeta atau politikus yang tak pernah sekolah penerbangan dan tak punya lisensi menerbangkan pesawat dimana Anda dan semua keluarga ada di dalamnya.

Saya selalu melukiskan kondisi keuangan HKBP itu kebalikan dari hutan lebat. Bagian dasar atau bawah hutan lebat itu sangat gelap tak tertembus cahaya matahari. Bagian tengahnya agak terang namun bagian atasnya atau kanopinya terang benderang disinari matahari. Keuangan HKBP justru kebalikannya. Bagian bawahnya yaitu huria atau gereja lokal terang benderang alias transparan. Disana ada mekanisme pelaporan uang mingguan kepada publik yang namanya warta jemaat, ada pertemuan umum yaitu ibadah minggu dan partangiangan mingguan yang bisa dipakai kroscek keuangan, ada parartaon dan badan audit yang bertemu saban minggu, dan ada sermon parhalado juga setiap minggu. Bisa menyelewengkan uang namun sangat sulit. Namun naik ke level Resort kondisinya lebih temaram dan senyap serta tertutup. Makin ke Distrik makin remang. Dan Pusat golap. Mulai dari Resort, Distrik dan Pusat tidak ada yang namanya warta keuangan. Tidak ada parartaon. Memang ada Badan Audit namun kerjanya makin sulit dan jarang.

Waktu dan tempat pelaporannya hanya satu kali setahun di Rapat dan selalu dibuat waktunya sangat sempit sehingga buru2. 

Jujur saya bukan ahli keuangan. Saya hanya seorang pendeta yang saban kali ditempatkan di satu Huria ingin agar keuangan Huria yang saya pimpin sehat dan kuat. Dan saya sudah lama berkesimpulan bahwa salah satu caranya adalah dengan membuka selebar-lebarnya keuangan Huria. Persis seperti pameo Batak: tedek songon indahan di balanga (terpampang seperti nasi di kuali). Pengalaman, transparansi keuangan gereja sangat mirip dengan membuka borok atau luka bernanah: cepat sembuh. Makin dibungkus makin bernanah dan membusuk. Jangan2 penuh belatung alias ulat. Sekali lagi: Anda dan saya ingin keuangan HKBP sehat? Buka terang-benderang keuangan di Pusat, Distrik dan Resort. Baca sekali lagi.

Selanjutnya transparansi keuangan itu bagi saya ibarat pasar yang terang-benderang dan penuh CCTV (kata sebuah video di tiktok CCTV yang paling tajam itu adalah: tetangga). Para penjahat biasanya suka beraksi di tempat gelap. Hanya satu dua saja yang nekat beraksi di tempat terang yaitu perampok. Dan jumlahnya segelintir. Anda dan saya ingin uang Tuhan yang dipercayakanNya dikelola HKBP (di Pusat, 33 Distrik, 900 Resort dan 3000 Huria) aman dari incaran tikus atau maling? Desak dan paksa keuangan di semua level itu transparan sesuai AP yang makin lama makin tak dibaca dan diindahkan tersebut. Undang ahli menyusun mekanisme agar keuangan terutama di Pusat dan Distrik dapat senantiasa dipelototi Jemaat. Teknologi sudah sangat memudahkan kita. Ingat keuangan gereja bukan rahasia Ilahi. Tuhan kita bukan seperti koruptor yang suka menyembunyikan valas dan emas batangannya. Terakhir mari kita barui pameo kami di Medan: kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit? Kalau bisa dibuat terang kenapa harus dibuat gelap?

Cat: transparansi juga membantu saya sebagai pendeta menjaga diri agar tidak silap (khilaf) karena sadar diawasi dua puluh empat jam sehari dari enam belas sudut pandang.

(Masih bersambung, sampai loja kita dan akhirnya bertobat termasuk dari ketidakperdulian berbungkus rohani dan kepolosan) 

Daniel Taruliasih Harahap https://www.facebook.com/share/1D7Bky2Mpy/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Hepeng (Part 1) Prev Next article: Darimanakah Kita Mengetahui Isi Hati Seseorang? Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link