Top Stories
-
Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
-
Pemula Dengan Modal Kecil Ingin Investasi Saham?
-
Siap-siap Ekonomi Semakin Parah, 5 Tahun Kedepan Secara Keseluruhan Akan Berat!
-
Lingkunganmu Menentukan Hidupmu
-
HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya
-
Nasabah Menjerit di DPR: Bank Muamalat Diduga Gelapkan Dana Miliaran
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 206
Startup D3 Labs. Sumber : D3 Labs
Teknologi blockchain, yang merupakan dasar dari aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, telah menarik perhatian institusi keuangan global dan pemerintah. Janji transparansi, keamanan, dan manajemen terdesentralisasi sangat relevan untuk Asia Tenggara.
Kawasan ini merupakan rumah bagi lebih dari 570 juta orang, di mana sekitar 70 persen dari mereka tidak memiliki akses ke layanan keuangan. Model perbankan tradisional, meskipun kuat namun sering kali tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan populasi yang begitu besar.
Kawasan Asia Tenggara memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat dan transformasi digital, menyajikan kesempatan unik untuk integrasi solusi blockchain.
Pertumbuhan ekonomi luar biasa wilayah ini ditunjukkan oleh data di 2022, di mana PDB total wilayah ASEAN yang terdiri dari 10 negara Asia Tenggara, mencapai sekitar US$3,66 triliun, meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
Tingkat penetrasi internet yang tinggi, melebihi 70 persen di semua negara kecuali Laos, Myanmar dan Timor-Leste, menandakan kesiapan wilayah Asia Tenggara untuk transformasi digital.
Selain itu, pada 2021, Asia Tenggara muncul sebagai pasar yang sedang berkembang dengan lebih dari 400 juta pengguna internet dan ekonomi digital yang berkembang pesat
Ilustrasi teknologi Blockchain. Photo : Entrepreneur
D3 Labs, startup pelopor teknologi blockchain, membagikan rancangan transformasinya untuk industri keuangan ASEAN, memanfaatkan potensi tak tertandingi dari teknologi blockchain untuk membantu narasi keuangan.
Visi ambisius D3 Labs adalah memberdayakan infrastruktur perbankan, memungkinkan transaksi keuangan yang lebih cepat, transparan, dan aman untuk bisnis dan konsumen di Asia Tenggara.
Co-CEO D3 Labs, Chung Ying Lai, mengungkapkan strategi ambisius perusahaan untuk memperkenalkan jaringan perbankan berbasis blockchain di kawasan ASEAN. "Keamanan, transparansi, dan interkoneksi membentuk masa depan perbankan," kata dia.
Ethereum (ETH). Photo : Al Jazeera
Ketika ia mulai menari, penonton terpesona penuh gembira! Ia memiliki rencana untuk merevolusi sektor perbankan ASEAN, mengintegrasikan blockchain di pusatnya. Chung percaya jika langkah ini tidak hanya akan menyediakan keamanan dan efisiensi yang meningkat, tetapi juga mendorong inklusi keuangan yang lebih besar di seluruh kawasan.
Lebih lanjut, Chung juga memperkenalkan platform SeaSeed – saluran blockchain revolusioner yang dikembangkan bersama Bank Digital Indonesia. Didesain untuk transaksi mulai dari transfer domestik hingga akuisisi, merupakan bukti lahirnya inovasi.
"Kami menghadirkan SeaSeed, sebuah produk unggulan yang dioptimalkan oleh para ahli teknologi dari Indonesia dan Singapura. Minimum Viable Product (MVP) pilotnya mengungkapkan penghematan biaya signifikan dan peningkatan operasional. Upaya ini menegaskan dedikasi kami yang tidak tergoyahkan," jelasnya
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 376

OECD dan FAO mengatakan bahwa alpukat diprediksi akan menjadi makanan yang paling dipasarkan di dunia pada tahun 2030.
Sekitar 74% dari produksinya berasal dari Amerika Latin dan Karibia.
Saat ini Meksiko adalah eksportir terbesar, tetapi Peru, Kolombia dan Kenya telah menempatkan diri sebagai 3 besar baru..
Bagaimana dengan Indonesia, apakah sudah siap mengikuti pasar global?
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 502

SitindaonNews.Com, || Salah satu tujuan ASOKAT Indonesia adalah memasyarakatkan buah²an Indonesia khususnya alpukat agar masyarakat Indonesia lebih memilih buah²an produksi pertanian atau perkebunan Indonesia daripada buah²an import, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani baik skala perorangan maupun skala perusahaan.
Dari sekian ratus jenis alpukat, salah satu yang terbaik dan paling banyak digemari di luar negeri adalah Alpukat HASS, buahnya kecil dan permukaan kulitnya yang unik.

Beberapa petani baik skala kebun perusahaan atau perorangan, pohon² yang mereka tanam beberapa tahun lalu kini sudah mulai berbuah secara massal.
Penghasil alpukat Hass untuk skala kebun ada di Jawa Barat, Puncak Gunung Mas Bogor yang dikelola PT Spektani Berkah Agro (SBA) seluas ± 40 Ha dengan tanaman ± 15.000 batang dan masih terus memperluas lahannya.
Selain Jawa Barat, di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga ada dalam skala kebun dan perorangan yang luasnya belum kami dapatkan datanya.

Untuk luar pulau Jawa, di Bali juga sudah berproduksi, salah satunya dikelola oleh Roda Roda Gila, dan kami belum mengetahui jumlah luas lahan seluruhnya termasuk yang dikelola oleh masyarakat.
Untuk pulau Sumatera sendiri baru mulai proses penanaman, belum menghasilkan buah.
Saat ini yang sudah siap produksi adalah dari pulau Jawa dan Bali.
Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Supplier Alpukat Market Indonesia ( DPP ASOKAT INDONESIA) mendorong dan mengajak semua petani alpukat Hass untuk bersatu dan bersama-sama memenuhi permintaan pasar Internasional baik secara quality dan quantity.

"Ada beberapa buyer dari luar negeri yang sudah menghubungi Asokat permintaan alpukat Hass sesuai dengan syarat pengiriman Internasional" kata Ketua Umum Asokat Zull Sitindaon didampingi oleh Sekretaris Jenderal Jay Silalahi saat bincang-bincang dengan reporter SitindaonNews. tentang prospek pemasaran Alpukat disela-sela kegiatan Asokat di Jakarta Car Freeday baru-baru ini.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 325

LaeKu Coffee Hadir di Ibukota
LaeKu Coffee kini hadir di Ibukota Jakarta, turut meramaikan pasar kopi sebagai salah satu alternatif pilihan konsumen dalam membeli kopi.
Adapun kopi yang dipasarkan oleh LaeKu Coffee adalah jenis kopi Arabika yang berasal dari Sumatera Utara dan Gayo Aceh.

Kopi Arabika tersebut dapat dipesan dalam bentuk green bean, roasted bean, espresso bean, bubuk dan varian lain level roasted sesuai kebutuhan konsumen.

Selain untuk kebutuhan pasar luar negeri, juga dipasarkan di dalam negeri untuk kebutuhan resto, hotel, cafe maupun untuk konsumsi pribadi.

Tersedia juga dalam kemasan 100, 250, 500 dan 1000gram..
Dapat kami informasikan, adapun LaeKu Coffee salah satu usaha dari group bisnis SITINDAON GROUP dimana usaha bisnis lainnya yang sudah lebih dahulu adalah Sitindaon News ( Multi Media & Berita), Bugarindo Fresh Market ( Buah dan Sayuran Segar Indonesia), Asokat (Alpukat) dan Aku Antar (Transportasi Logistik, Cargo dan Publik).