Jakarta - Nasi uduk biasanya laris manis karena rasanya yang terkenal enak tapi nasi uduk yang satu ini jadi heboh karena penjualnya yang cantik. Seperti apa parasnya?
Tidak sulit menemukan penjual nasi uduk, karena menu ini kerap jadi santapan sarapan. Tapi kalau penjual nasi uduk cantik, mungkin hanya ada di Bogor.
TRIBUNSTYLE.COM - Ramalan zodiak hari ini Sabtu 1 Desember 2018 untuk Cancer, kelelahan fisik maupun mental menghantuimu hari ini.
Ramalan zodiak hari ini Sabtu 1 Desember 2018 untuk Cancer, sepertinya banyak urusan yang menyita energi, pikiran dan waktumu hari ini, Cancer.
Ramalan zodiak hari ini Sabtu 1 Desember 2018 untuk Taurus, dia punya energi yang melimpah untuk menuntaskan banyak urusan atau pekerjaan.
Ramalan zodiak hari ini Sabtu 1 Desember 2018 untuk Leo, zodiak ini bekerja terlalu kerasa hari ini, sebaiknya jaga tubuhmu agar tidak 'diperkosa' terlalu banyak aktivitas sehingga keletihan.
Nah, bagaimana dengan ramalan zodiak hari ini Sabtu 1 Desember 2018 rasi-rasi bintang lainnya?
TRIBUN-MEDAN.com - Alergi terhadap cairan pewarna rambut, seorang remaja wanita tiba-tiba memiliki ukuran kepala dua kali lipat lebih besar yang membuatnya kesulitan untuk bernafas.
Estelle merupakan seorang mahasiswa berusia 19 tahun.
Dirinya membagikan foto yang menunjukkan reaksi mengejutkan yang disebabkan oleh bahan kimia PPD kimia yang terkandung dalam pewarna rambut.
Foto-foto itu sontak membuat warganet tercengang.
Perempuan ini mengatakan dia membeli pewarna rambut biasa dari supermarket di Val-de-Marne, di pinggiran kota Paris.
Awalnya ia hanya mengalami reaksi alergi yang menyebabkan kulit kepalanya gatal.
Namun perlahan, bagian kepala wanita itu mulai membengkak.
Estelle berusaha untuk mengobati dirinya sendiri menggunakan antihistamin dan krim dari seorang apoteker.
Tetapi saat terbangun di keesokan hari, dia melihat sekilas pantulan wajahnya dari cermin.
Kepada media lokal Prancis, Le Parisien, Estelle berkata bahwa dirinya benar-benar terkejut hingga sulit bernafas.
"Saya masih bisa melihat. Di sini saya berjuang untuk bernafas,” ucapnya.
"Dahiku bertambah dua kali lipat. Kepalaku seperti bola lampu."
Dia mengatakan bahwa lidahnya mulai membengkak. Karena kondisi yang tidak biasa ini, dirinya pun dilarikan ke rumah sakit.
Lingkar kepalanya diukur, dan tercatat 63cm. Sementara orang pada umumnya hanya memiliki lingkar kepala rata-rata 56 cm.
Remaja itu mengatakan, sebelumnya dirinya pernah mengalami reaksi alergi ringan pada pewarna rambut.
Namun, produk itu dilengkapi dengan alat tes alergi.
Tapi dirinya tidak cukup sabar untuk menunggu selama 48 jam. Estelle menggunakan pewarna setelah 30 menit.
Meskipun mengabaikan instruksi, ibunya mengatakan harus ada kesadaran yang lebih besar untuk menghindari risiko PPD.
"Benar bahwa dia tidak mengikuti instruksi kata demi kata tetapi peringatan harus lebih jelas," kata ibunya.
PPD sendiri merupakan singkatan untuk bahan kimia paraphenylenediamine. Selain digunakan pada pewarna rambut, bahan ini juga banyak digunakan dalam konsentrasi tinggi pada tato henna hitam yang cukup populer.
Setelah insiden yang menimpanya ini, Estelle menghimbau untuk mengikuti prosedur. Agar tidak terjadi hal serupa pada orang lain.
"Saya hampir mati, saya tidak ingin hal serupa terjadi pada orang lain” katanya.
Nita, korban penganiayaan saat menjalani perawatan medis, Sabtu (17/11/2018) - TRIBUN MEDAN / ISTIMEWA
TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang perempuan berparas cantik bernama Nita (29) warga Jalan Abdul Manaf Lubis, Kecamatan Medan Helvetia, membuat laporan pengaduan ke Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara.
Nita melaporkan penganiayaan yang dialamalinya diduga dilakukan oleh empat teman sosialita sendiri berinisial NS, WS, WK dan SJ.
Laporan pengaduannya itu tertuang dalam bukti laporan polisi: LP/ 2547/XI/2018/SPKT Restabes Medan.
Berikut kronologinya:
Sosialita ini mengatakan, bahwa aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru pada Jumat (16/11/2018) malam.
Saat itu Nita baru pulang dari pesta temannya dan menumpang taxi online.
Tiba-tiba mobil yang baru ditumpanginya diberhentikan secara paksa oleh 1 orang pelaku yang merupakan temannya sendiri.
Nita dipaksa turun dan seketika terjadilah penganiayaan terhadapnya dan dibantu 3 orang temannya yang lain.
"Mobil yang saya tumpangi itu diberhentikan oleh salah seorang pelaku perempuan yang saya kenal berinisial NS," ujarnya.
"Dia NS langsung memberhentikan paksa mobil grabnya, begitu saya dipaksa turun dia langsung memukuliku bahkan menyeret saya," lanjut Nita menjelaskan.
Sedangkan temannya yang lain, WS, WK dan SJ turut ikut membantu.
Nita diseret dan dipukuli menggunakan sepatu high heels.
Wajah cantik nan mulus Nita pun dengan seketika langsung babak belur.
Wajahnya luka-luka dan berlumuran darah.
Saya gak tau kenapa mereka sampai gitu. Entah unsur dendam atau masalah kepribadiaan saya gak tau," ujar Nita.
Diduga aksi penganiayaan tersebut lantaran kecemburuan sosial.
Nita mengakui, selama ini memang temannya itu sering iri melihat penampilan dan gaya hidupnya yang lebih glamor dan lebih cantik.
Hingga saat berita ini diunggah, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap laporan korban. (Cr3/Tribun-Medan.com)
Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.