Search
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1111
Proyek renovasi makam Firaun Tutankhamun di Mesir telah rampung setelah sembilan tahun dikerjakan.
Para pakar dari Institut Konservasi Getty menutup goresan-goresan pada lukisan dinding yang ditimbulkan oleh para pengunjung di ruang pemakaman.
Rusaknya lukisan juga terjadi akibat faktor kelembaban, debu, dan karbon dioksida yang dihembuskan setiap pengunjung.
Untuk mencegah kerusakan serupa berulang, para pakar telah memasang sistem ventilasi baru. Sistem ini juga akan mampu mengurangi tindakan pembersihan di masa mendatang.
Penghalang yang baru dipasang bakal mencegah pengunjung menjamah lukisan. Adapun tata cahaya, berbagai rambu, serta landasan untuk memandang akan memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan malam sekaligus memahami makna budaya serta sejarahnya.
"Kami ingin merancang sistem berkesinambungan yang bisa menampung para pengunjung setiap hari. Kami juga ingin dampak seminim mungkin terhadap arkeologi itu sendiri," kata Sara Lardinois, tenaga ahli proyek dari Institut Konservasi Getty kepada kantor berita Reuters.
"Kami tidak bisa menyematkannya pada lantai, langit-langit, atau dinding sehingga kami harus merancang semua komponen ini agar bisa menopang secara mandiri sehingga tidak merusak fitur-fitur bersejarah," tambahnya.
Para pakar menyimpulkan, bercak-bercak cokelat pada lukisan dinding merupakan jejak mikroba yang sudah lama mati dan tidak menimbulkan ancaman.
Bercak-bercak tersebut tidak dihilangkan karena para pakar menemukan bahwa noda-noda itu sudah menembus lapisan cat.
Makam Tutankhamun ditemukan di Lembah Raja-Raja, dekat Luxor, oleh dua arkeolog Inggris, yakni Howard Carter and George Herbert, pada 1922.
Itu adalah makam era Kerajaan Baru (1550 SM-1069 SM) satu-satunya yang ditemukan dalam keadaan utuh. Isi makam menyuguhkan pemahaman mengenai praktik pemakaman keluarga kerajaan, seni, dan kerajinan tangan pada periode itu.
Kendati sebagian benda di dalam makam kini berada di Museum Mesir Purbakala di Kairo, pengunjung makam masih dapat melihat mumi sang Firaun, kayu bagian luar peti mati, sarkofagus, dan beragam lukisan yang menggambarkan kehidupan serta kematian raja cilik tersebut.
Sumbe: BBC INDONESIA
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1137

Pramugari maskapai Citilink Indonesia berseragam hijab menyapa dalam penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya, 14 Mei 2018. Citilink Indonesia memperkenalkan seragam baru awak kabin guna menyambut bulan Ramadan. ANTARA/Aprillio Akbar
REPORTER: CAESAR AKBAR
EDITOR: DEWI RINA CAHYANI
TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang maskapai CitilinkIndonesia mesti merogoh kocek untuk membawa bagasi mulai Jumat, 8 Februari 2019. Kendati demikian, Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto mengatakan ada sejumlah promo yang bisa didapatkan penumpang untuk mengurangi biaya bagasi tersebut.
Read more: Bagasi Tak Lagi Gratis, Citilink Ajarkan Cara Tetap Hemat
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1067

Foto: Deden Rahadian/detikcom
Deden Rahadian - detikFood
Tasikmalaya - Durian berharga fantastis ini menggemparkan pengunjung pusat perbelanjaan di Tasikmalaya. Durian asal Banyumas ini dibandrol dengan harga Rp 14 juta per buah.
Tentu saja orang ingin tahu seperti apa durian ini. Mengingat harganya hampir sama dengan harga satu buah sepeda mktor jenis matic. Padahal umumnya durian lokal harganya berkisar puluhan ribu rupian.
Durianini bernama J- Queen asal Banyumas Jawa Tengah. Hebatnya lagi, dari empat yang dibawa oleh penjual, dua buah dirian J-Queen sudah laku masing maisng 14 juta rupiah.
Read more: Di Tasikmalaya Durian Asal Banyumas Ini Dihargai Rp 14 Juta Sebuah, Mau Beli?
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1650

Pedagang rujak ulek khas 'Simpang Jodoh' sedang menyiapkan bumbu rujak, Jumat (25/1/2019). - Tribun Medan / M Fadli
TRIBUN-MEDAN.com-TRIBUNWIKI: Rahasia Kelezatan Rujak Simpang Jodoh yang Melegenda di Kota Medan. Kecamatan Medan Tembung yang berada di wilayah administrasi Medan dan Kabupaten Deliserdang memiliki sajian kuliner yang bisa dinikmati para pelancong. Seperti di Pasar VII, Tembung, tepatnya di Simpang Jodoh.
Kawasan ini menyajikan berbagai jenis kuliner, aksesoris, baju, perlengkapan sekolah, bahkan pasar untuk kaum ibu-ibu berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kalau menyebut kata Simpang Jodoh, tidak akan jauh dengan kata rujak ulek. Ya, rujak ulek khas 'Simpang Jodoh' ini namanya cukup terkenal.
Read more: Rahasia Kelezatan Rujak Simpang Jodoh yang Melegenda di Kota Medan
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1405

Foto: Devi S. Lestari / detikFood
Devi Setya - detikFood
Jakarta - Mencari sate kambing enak di Jakarta memang tak sulit. Di kedai Jaya Agung bisa makan sate kambing yang sudah tersohor enak sejak tahun 1963.
Lokasinya tepat di perapatan Jalan Sabang, Jakarta Pusat, ini juga yang membuat kedai populer dengan sebutan Sate Kambing Sabang. Pemiliknya adalah Jali Suprapto, pria asli Lamongan yang mulai berjualan sejak tahun 1963.
Read more: Sate Kambing Jaya Agung : Nyuus! Gurihnya Sate Kambing Legendaris 53 Tahun