Top Stories
Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 867

Shelly, Tempatmu di Surga
DKI berkabung. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Almarhumah Shelly Zeindia Putri, pejuang melawan Covid-19, bertugas di garis depan sebagai AGD (Ambulance Gawat Darurat) Dinkes DKI, telah gugur sebagai kusuma dalam amuk Covid-19.
Sejak hadirnya covid di Jakarta, Maret lalu, Shelly langsung diterjunkan di garda terdepan. Berjuang menjemput orang positif dari rumah hingga membawa ke rumah sakit rujukan, ke RS Persahabatan, RSPI Sulianti serta Wisma Atlet.. silih berganti tanpa kenal lelah. Sembari dengan senyum memberi semangat!
Tapi, sejak pertengahan April ini, ia lelah. Namun terus berjuang. Hingga 16 April terpaksa harus dirawat di RS Tarakan. Ia terus bejuang melawan sakitnya, hingga tak kuat dan menghembuskan nafas terakhir tgl 19 April 2020 di RS itu juga.
Derai air mata menetes dari kawan kawan para perawat. Mengiringi kepergianmu, tapi, mereka tidak lemah tetap tegar. Percayalah Shelly, kawan kawan dan semua masyarakat Jakarta mendoakan kepergianmu sebagai pahlawan bersama para dokter dan perawat lainnya yang telah mendahului kita semua.
Shelly, takkala jenazahmu diangkut perlahan, memasuki ambulan, kawan kawanmu yang tetap memakai pelindung warna biru mereka tegar, begitu juga tunanganmu tetap tegar menganggapmu sebagai kekasih hingga di surga.
Percayalah Shelly, walau kepergianmu tanpa iringan keluarga dan kawan kawanmu hanya mampu berbaris di sisi jalan melepas ambulan mengantarmu
Keperistirahan terakhir, tapi do’a dari seluruh rakyat Jakarta dan Indonesia ini mengiringi kepergianmu, istitahat di surga dengan damai..angin selalu membawa doa untukmu..
Selamat jalan Shelly, engkau adalah pahlawan. Pejuang. kematianmu husnul khatimah. Kami percaya engkau mati syahid dan AllahSwt menempatkamu di Surga-Nya... Aamiin yra..
.
.
.
Mappa Manan
Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3140375249387172/
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 618

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan, Sat Sabhara dan Polsek Medan Baru mengamankan sekelompok geng motor di Kota Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 5 orang dan 17 unit sepeda motor diamankan.
"Pada saat kami datang ke TKP, banyak dari mereka yang melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, di Medan, Jumat.
Hasil interogasi terhadap 5 orang yang berhasil diamankan, para anggota geng motor ini sengaja berkumpul untuk melakukan penyerangan terhadap anggota geng motor lainnya.
"Kita belum tahu apa nama geng motornya, kita masih mendalami semua. Mereka berkumpul untuk menyerang geng motor lainnya," ujarnya seperti dilansir Antara.
Dia mengimbau, bagi yang merasa kendaraan sepeda motornya diamankan, agar dapat mengambilnya kembali di Sat Lantas Lapangan Merdeka dengan membawa bukti kendaraan tersebut.
"Bagi mereka yang ingin mengambil kendaraan mereka, silakan datang di Sat Lantas Lapangan Merdeka dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan," tutupnya
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 944
Ilustrasi Bandara (Grandyos Zafna/detikcom)
SitindaonNews.Com | Jakarta - Pemerintah memutuskan menghentikan sementara layanan transportasi udara komersial dan carter. Larangan ini merupakan tindak lanjut dari larangan mudik kepada masyarakat.
"Untuk sektor transportasi udara, pertama adalah larangan melakukan perjalanan di dalam negeri maupun ke luar negeri, baik menggunakan transportasi udara berjadwal maupun transportasi udara carter," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2020).
Larangan ini akan berlaku mulai 24 April hingga 1 Juni 2020 mendatang. "Berlaku mulai 24 April sampai dengan 1 Juni 2020," ujarnya.
Namun larangan ini dikecualikan untuk pimpinan atau lembaga tinggi negara RI dan tamu atau wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Kemudian juga untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang terkena imbas virus Corona (COVID-19).
"Ketiga operasional penegakan hukum ketertiban dan pelayanan darurat serta untuk petugas penerbangan," tuturnya.
Pengecualian juga diberikan untuk angkutan kargo dan operasional lainnya atas seizin pemerintah dalam rangka mendukung penanganan COVID-19. Selain itu, untuk pengangkutan kebutuhan alat kesehatan dan logistik.
"Untuk navigasi ruang udara tetap buka artinya bahwa pelayanan navigasi pesawat yang overflight tetap buka. Buka 100 persen. Bandara juga beroperasi seperti biasa, di mana mereka wajib melayani pesawat yang take off landing dan melintasi bandara tersebut," pungkas Novie.
Sumber: detik.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 738
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFAAtek saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2020).
Kasus pencurian beras yang dilakukan Atek (40), warga Kota Medan, sempat viral di media sosial.
Himpitan ekonomi dan sulitnya mencari nafkah, membuat Atek nekat mencuri beras.
Saat ditemui Tribun Medan di kediamannya di Jalan Mawar Gg Banteng, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/4/2020), Atek mengaku curi beras untuk menyambung hidupnya.
Atek menuturkan, awalnya ia membeli mi instan di toko sembako tersebut.
Ketika itu, ia juga telah menggeser satu karung beras ke arah luar toko.
"Sudah beberapa hari saya tidak makan nasi lantaran hanya sanggup beli mi instan.
Jadi saya geser goni beras agar bisa dibawa, dan ketika hendak dibawa ternyata ketahuan. Jadi saya diamuk massa," ujarnya.
Beruntung nyawa Atek berhasil diselamatkan pihak kepolisian pada Minggu (19/4/2020) lalu.
Ia pun menjelaskan apa alasannya hingga nekat mencuri.
Alasan itu diterima oleh masyarakat sekitar, hingga kasusnya tidak berlanjut ke ranah hukum.
Pihak kepolisian sendiri merespons cepat kejadian tersebut.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing yang ditemui di Gedung Olah Raga, Jalan William Iskandar pada Selasa sore mengatakan, pada kasus itu pihaknya mendapat informasi pencurian. Kemudian pelaku dibawa ke polsek.
"Kami cek mau mengambil beras karena belum makan atau tidak makan selama beberapa hari. Kami juga berinisiatif karena situasi covid-19 seperti ini yang kita kedepankan sekarang ini kemanusiaan," ujarnya, Selasa (21/4/2020).
Menki begitu, lanjut Martuasah, hal itu pun tergantung keputusan korban.
"Kami bersyukur ternyata korban berkenan tidak buat laporan polisi dan berhasil dimediasi. Kemudian yang bersangkutan pulang ke rumah,” ujarnya.
“Saya juga dapat informasi bahwa kehidupan dia sangat susah. Kembali lagi bahwa kami Polri dalam situasi seperti ini kita harus betul-betul simpati dan mengutamakan kemanusiaan," ungkapnya.
Menurut Martuasah, pihaknya membantu meringankan beban Atek dengan memberikan sembako dan uang tunai.
"Tentunya harapan kami, bahwa apa yang kami berikan tidak banyak tapi bisa membantu untuk meringankan beban,” ujarnya.
“Terkait kasus kami sampaikan bahwa dalam hal penegakan hukum tidak dilihat dari satu sisi saja, akan tetapi kami lihat faktor lain, faktor sosial, hukum yang lain. Dalam situasi ini kami tidak memaksa untuk korban tidak melaporkan. Jadi, intinya kedua belah pihak sepakat utnuk berdamai dan tentunya proses penegakan hukum kami kesampingkan," katanya.
Pantauan Tribun Medan di kediaman Atek yang berada di Jalan Teratai Gang Mawar, Atek banyak mendapat bantuan pasca kejadian yang dialaminya.
Terlihat istri Atek pun berada di rumah. Sebelumnya Atek dikabarkan mengalami masalah rumah tangga, hingga istri dan ketiga anaknya menyewa rumah di kawasan Jalan Perjuangan II, Kecamatan Polonia.
Tidak hanya itu, anak sulung dari pasangan Atek dan Faridah ini terpaksa putus sekolah lantaran masalah ekonomi.
Pasca-mengalirnya bantuan dari sejumlah pihak, Atek bersama istri dan anaknya juga terlihat membagikan sumbangan yang didapatnya kepada tetangganya.
Terkait kasus kelaparan hingga nekat melakukan aksi pencurian, pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Medan Baru, mengimbau agar masyarakat lebih peka terhadap sesama tetangga.
"Kami mengimbau masyarakat tentunya dalam situasi covid-19 seperti ini, kami Polri bersama pemerintah baik itu kecamatan, Polsek Medan Baru untuk bisa bergotong royong. Karena itulah yang utama saat ini. Bagi masyarakat yang berkelebihan diharapkan membantu yang berkesusahan," sebutnya.
Lanjut Martuasah, pihaknya mengajak masyarakat khusunya Medan Baru untuk dapat menjaga suasana keamanan dan kenyamanan selama wabah Covid-19 berlangsung.
"Karena ini persoalan di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Ini saatnya kita bersama-sama menunjukkan karakter orang Medan yang saling tolong menolong. Kita jangan terpancing isu-isu hoaks yang bisa menyesatkan Medan," pungkasnya
Sumber: tribunnews.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 928
Sekedar mengingatkan utk kita semua.
Sehubungan dengan berkembangnya situasi saat ini, kedepan keamanan mungkin akan semakin kurang kondusif mengingat banyak org pengangguran krn di PHK dan dilepaskannya narapidana.
Maka itu kita harus saling menjaga dan mawas diri karena ekonomi semakin sulit sehingga banyak orang nekad.
Untuk itu diharapkan mulai saat ini kalau keluar kemanapun, agar :
1. Jangan memakai perhiasan asli atau imitasi.
2. Jangan memakai Jam tangan bermerek.
3. Jangan memakai tas tangan yang mencolok, khusus cewek dan usahakan sedapat mungkin jangan pakai tas tangan.
4. Jangan membawa HP di tangan dan terlihat, apalagi saat berkendaraan.
5. Pergunakan tempat yg aman untuk membuka hp, jangan sembarangan tempat.
6. Utk ibu2/anak perempuan dan orang tua, ketika keluar dari rumah usahakan tdk sendirian krn sangat rentan thd penjambretan.
7. Jangan bepergian pada jam/waktu saat sepi dari aktifitas.
*"INGAT.... KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KRN NIAT PELAKU... TETAPI KARENA ADA KESEMPATAN"*
Sekedar mengingatkan
Mohon maaf bila tak berkenan
Semoga seluruh keluarga besar kita aman dan terhindar dari berbagai musibah.Sehat kita selalu. ??
Sumber: Group Medsos